
Part 4
Hutan Vert.....
"Perhatiannya anak*. Karena kalian sudah membuat tenda untuk kalian istirahat nanti, jadi kita akan melakukan kegiatan selanjutnya. Kepada Mr. James dipersilakan untuk memberikan info lebih lanjut. Terimakasih." Ucap Mrs. Calandra.
"Baik anak*. Petualangan yg dimaksud di sini adalah, kalian harus mencari dan mengumpulkan sebuah petunjuk yang dikiranya akan membawa kalian pada garis finish dalam artian bisa kembali ke tempat ini dengan selamat. Aturannya, kalian tidak boleh berpisah dari kelompok kalian masing*. Kelompok yg kehilangan 1 anggota nya saja akan di diskualifikasi. Syaratnya kalian harus kompak, karena jika tidak maka kalian tidak akan bisa kembali atau kalian tidak akan bisa menemukan petunjuknya. Dan.... tidak ada yg curang. Boleh menggunakan kekuatan untuk melindungi diri dan teman kalian. Karena akan ada beberapa tantangan di dalam hutan. Mengerti !!!" Jelas Mr. James panjang lebar.
"Mengerti !!!" Jawab semua murid kompak.
"Baik !! Sekarang silahkan mulai petualangan kalian anak*. Sebelum itu, silahkan tentukan pemimpin di kelompik kalian. Good Luck." Ucap Mr. James.
Masing* kelompok sudah bersiap siap untuk melakukan petualangan mereka, Begitupun kelompok Aby.
"Lalu.... siapa yang akan menjadi pemimpin di kelompok kita ?" Tanya Ara sambil menatap satu persatu teman* kelompoknya.
"Ku rasa kau cocok Ara, mengingat kau adalah demon." Usul Luna.
"Tidak*. Aku memang demon tapi aku tidak sehebat yang kalian pikirkan." Balas Ara.
"Bagaimana jika Alvaro saja ?" Tanya Ray.
Semua saling pandang. "Kenapa aku ?" Tanya Alvaro sambil menatap Ray tajam.
Ray yg di tatap seperti itu hanya menampilkan senyum tanpa dosa nya.
"Ya. Kupikir juga begitu, kau kan seorang pangeran. Jadi, tidak ada salah nya bukan ?" Ucap Alex. "Lagipula kau biasa menjadi seorang pemimpin dalam kelompok dan sejenisnya." Lanjut Alex. Alvaro memutar matanya malas, sungguh dia tidak suka situasi seperti ini.
"Terserah." Jawab Alvaro.
"Fix. Alvaro yg menjadi pemimpinnya." Ucap Arzan sambil tertawa
"Hey,,,, harusnya kau memberikan arahan pada kami bos." Ucap Devian sambil terkekeh.
>>>>>
Mereka berjalan menyusuri hutan vert sambil sesekali melihat sekitar jika ada sesuatu yang mencurigakan.
__ADS_1
"Di peta ini, di tunjukkan bahwa sebentar lagi kita akan sampai di tempat petunjuk pertama." Ucap Alex. Perjalanan ini di pimpin oleh Alvaro dan Alex yang berada di barisan paling depan, barisan kedua ada si kembar Luna dan Lina, ketiga Devian dan Nevan, kemudia barisan ke empat Aurora dan Lara. Setelah itu barulah Ara dan Aby, dibarisan paling belakang ada Ray dan Arzan.
Mereka sampai di tempat petunjuk pertama.
"Kurasa ini terlalu mudah, mengingat tidak ada rintangan yang kita hadapi sedari tadi." Ucap Nevan.
"Jangan senang dulu. Ini mungkin karena masih awal, liat saja nanti pasti ada sebuah kejutan. Kau tau kan petualangan kali ini di pimpin langsung oleh Mrs. Calandra. Dan Mrs. Calandra sangat suka dengan sesuatu yg berbau seperti kejutan dan tantangan." Ucap Arzan panjang lebar.
"Woah. Aku tidak sabar menunggu kejutan itu." Ucap si kembar antusias.
"Sudah cukup berbincang nya kawan*. Kita akan melanjutkan perjalanan lagi. Tetap seperti formasi seperti tadi kawan* !" Ucap Alex mengingatkan.
Mereka melanjutkan lagi perjalanan mereka.
"Hah... tunggu !! Bisakah kita berhenti sejenak ?" Tanya Lina. "Iya. Aku lelah. Sepertinya kita sudah lama berjalan tapi tidak sampai* juga di tempat selanjutnya." Keluh Luna. "Ya. Aku juga lelah sambung Aurora yang langsung mendudukkan dirinya di akar pohon. Luna dan Lina pun begitu, di susul oleh Lara. Maklum saja mereka bangsa penyihir, fairy dan mermaid kekuatan fisiknya seperti manusia.
"Ya. Kurasa kita bisa istirahat sementara di sini. Mengingat kekuatan fisik mereka tidak sama seperti kita." Ucap Ray.
Mereka semua beristirahat di bawah pohon sambil sesekali bercerita. Hanya Alvaro, Aby dan Ara yang tidak berbaur dalam candaan mereka. Ara mengernyit saat merasakan sesuatu yang mengganjal. Sama halnya dengan Aby.
"Kita keluar dari jalur sesungguhnya. Tidak seharusnya kita berada di sini. Ini hutan terlarang." Lanjut Aby sambil menatap sekeliling hutan.
"Bagaimana bisa ?" Tanya Lara histeris.
"Alex, kau tidak bisa membaca peta ?" Tanya Alvaro sambil menatap Alex yg sedang melihat kembali petanya.
"Maaf. Kurasa aku salah melihat peta." Ucap Alex sambil menatap teman* nya dengan tatapan menyesal.
"Apa ?!!! Lalu bagaimana kita kembali ?!" Jerit Lara.
"Bisa kau pelankan suaramu ?" Tanya Aby dingin sambil menatap tajam Lara. Dia kembali mengalihkan pandangannya ke sekeliling hutan.
"Mereka datang." Ucap Aby.
"Mereka ? Mereka siapa ?" Tanya Aurora.
"Semua berkumpul." Uvap Alvaro.
__ADS_1
Mereka semua berkumpul membentuk sebuah lingkaran dengan para wanita berada di dalam lingkaran.
"Kita kalah jumlah. Tidak ada jalan lain, kita harus teleportasi." Saran Ara
"Teleportasi ? Itu hanya di miliki vampire dan demon. Lalu siapa yang bisa ?" Tanya Luna.
"Aku, Alvaro dan Ray bisa." Ucap Alex.
"Tidak. Kita tidak bisa teleportasi, hutan ini sudah di lindungi dengan sihir hitam agar siapapun yang masuk dalam hutan ini tidak dapat keluar." Jelas Aby.
"Darimana kau tau ?" Tanya Alvaro.
Aby hanya menatap Alvaro dengan datar.
"Tidak ada cara lain. Kita harus menemukan pintu keluarnya." Lanjut Aby mengabaikan ucapan Alvaro. "Bagaimana caranya ?" Tanya Lina.
Aby diam. Dia melirik Ara, Ara yang mengerti bahwa temannya itu ingin menyampaikan sesuatu dia pun mendekat.
"Hanya kau yang tau siapa diriku sebelum Mr. Robert menemukanku. Aku harap kau tau apa yang harus kau lakukan. Aku jamin kalian tidak akan kenapa*. Mengerti ?" Jelas Aby pada Ara. Ara menatap Aby,
"Kau tidak akan melakukannya bukan ?" Tanya Ara.
"Tidak ada cara lain Ara, lakukan apa yang aku bilang. Jangan khawatirkan aku, aku akan baik* saja." Ucap Aby meyakinkan Ara.
"Baiklah. Jaga dirimu Aby." Ucap Ara. Aby hanya mengangguk. Saat bersamaan dengan itu, komplotan rebel sudah mengepung mereka. Mereka adalah makhluk* mutan sehingga wujud mereka seperti monster.
Ada tiga orang berjubah hitam yang memimpin para mutan itu.
"Woah... ku rasa mereka adalah murid* robert." Ucap salah satu orang berjubah itu.
"Ya. Dan lihatlah sepertinya mereka rata rata dari keluarga bangsawan." Sambung temannya lagi denga kekehannya.
"Sepertinya ini menyenangkan." Lanjut salah satu dari mereka.
"Usahakan jangan sampai terpisah terlalu jauh dengan kelompok ini. Aku yakin kalian bisa melawan mereka." Ucap Alvaro.
>>>>>>
__ADS_1