
Part 33
Hari ini adalah hari pemakaman masal. Seakan tahu, cuaca pun mendung. Gerimis turun tanpa bisa dicegah, seperti ikut menangis mengantar mereka ke peristirahatan terakhir.
Semua sudah dikuburkan, kecuali jasad Aby yang bahkan tidak dingin sama sekali namun tidak ada tanda kehidupan. Mereka menaruh jasad Aby di dalam sebuah peti kaca dan di taruh disebuah ruangan bawah khusus tepat di bawah ruangan singgasana di dalam istana inti. Aby terlihat begitu cantik dengan rambut peraknya yang panjang. Dan gaun hitam nya yang kontras dengan kulitnya. Dia seperti putri tidur. Dipetinya terdapat tulisan.
'Azura Salvador, The Last Queen of the Demon Kingdom'
Dan peti itu ditimbun di bawah ruangan singgasan dan ditutup hingga batas waktu yang entah kapan. Mereka masih berharap semoga Aby bangkit kembali.
*******
Berabad abad telah berlalu. Semua telah berubah. Begitupun keadaan ditanah imortal. Semua semakin canggih dengan alat alat terbaru. Dan pada masa kini, dunia manusia dan dunia imortal terhubung. Banyak yang terjadi. Semenjak saat itu, dunia imortal di pimpin hanya oleh satu pemimpin. Tidak ada lagi bangsa bangsa yang terpisah pisah. Semua menjadi satu. Entah apa yang terjadi selama berabad abad lamanya hingga membuat bangunan kerajaan demon menjadi bangunan kerajaan imortal. Yang dipimpin oleh pemimpin baru. Seorang Raja muda yang sangat terkenal oleh dunia manusia maupun imortal. Yang terlahir dengan anugrah memiliki seluruh kekuatan bangsa imortal. Terlahir dengan darah campuran seluruh bangsa.
Dia adalah Xander Xavierious. Cucu dari Erlyn Claris dan Arthur Xavierious. Mempunyai paras yang tampan tanpa celah. Dihormati seluruh kaum. Dengan sifatnya yang benar benar ramah. Dan sifat konyol serta humor saat bersama keluarganya.
Paman Zack, bibi Karin, Claudia, Diandra, Valerie, Aileen, dan Ara. Menjadi keluarga kerajaan. Aileen telah mendapat matenya lagi, dan sudah dikaruiniai anak kembar. Sedangkan Valerie, dia memilih berkelana bersama Alex -Tangan kanan Alvaro semasa dulu-. Ara, dia telah menikah dengan Alvaro. Semua telah berubah.
Dan tanpa mereka sadari mereka tidak lagi menunggu kebangkitan sang Ratu Demon di masa lalu. Tempat inti itu pun tidak pernah tersentuh. Karena tempat nya yang ada di inti kerajaan juga keberadaanya yang sudah mulai terlupakan. Dan takdir baru pun telah tertulis.
*******
Peti kaca itu timbul retak retak kecil yang tak terlalu besar. Namun lama kelamaan, retak retak itu membesar dan mengakibatkan kaca peti itu pecah dan berhambur melayang layang di udara. Dan jatuh berhambur disebelah peti mati Aby. Perlahan mata itu bergerak lalu terbuka, menampilkan mata hijau birunya. Dia bangun dan duduk, berdiri dan melangkah keluar dari dalam peti. Rambut perak yang panjang menyentuh lantai, kulit seputih susu. Dan gaun hitam yang masih sangat bagus. Dia melihat sekeliling tempatnya saat ini. Temaram, hanya ada penerangan dari lilin lilin abadi. Dia pun mendongak melihat atap ruangan itu. Dia pun mengulurkan tangannya keatas, lalu atap itu pun terbuka menjadi dua seperti pintu.
Aby terbang melayang ke atas, saat sudah mencapai diatas atap yang ternyata adalah sebuah lantai, atap itu kembali tertutup. Aby berdiri tepat ditengah tengah orang orang kerajaan dan menghadap pada sang raja, Xander Xavierious.
Semua menatap Aby kaget, begitupun Xander. Yang paling terkejut adalah mereka yang dari masa lalu. Yang sudah banyak berubah. Sedangkan Aby, dia masih terlihat muda. Aby menatap sekelilingnya penuh tanya. Dia tidak mengingat apa apa,!!
Dia seperti orang yang baru hadir di dunia ini. Dia melihat sekelilingnya bingung. Sedangkan bibi Erlyn, Karin, Diandra, Claudia, paman Zack, Arthur, Aileen, dan Ara memandang Aby berkaca kaca. Tidak menyangka orang yang mereka kira sudah tiada, sekarang berdiri di depan mata mereka.
"Aby." Lirih bibi Claudia, dan bibi Erlyn bersamaan. Aby menoleh melihat mereka dengan tatapan bingung.
"Kalian, mengenalku,? Siapa kalian,?" Tanya Aby polos membuat mereka yang mengenal Aby di masa lalu tercekat. Bagaimana mungkin Aby melontarkan pertanyaan semacam itu,? Bibi Claudia berdiri lalu berjalan menuju Aby.
__ADS_1
"Aby, kau tidak mengingat kami,?" Aby hanya menaikkan sebelah alisnya bingung. Memangnya dia mengenal orang orang ini,?
"Tidak, siapa kalian,? Dan siapa Aby,?" Ucap Aby dengan ekspresi semakin bingung. Semua diam, terkejut dengan pertanyaan Aby. Bibi Clau berbalik memandang teman temannya meminta pendapat.
Sepertinya, Aby kehilangan ingatan masa lalunya.
*******
Aby diantarkan ke sebuah ruangan kamar yang mewah. Dia dirias ditemani Aileen dan Ara. Sedangkan Aby, hanya memandang cermin yang menampilkan dirinya dengan diam sambil mendengar dua wanita yang baru dia tahu namanya adalah Aileen dan Ara.
Sedangkan yang lain bersama raja Xander Xavierious, sedang berembuk tentang Aby. Mereka telah menjelaskan tentang Aby pada Xander sejak lama. Hanya saja, Xander tidak menyangka jika cerita itu benar nyata.
"Apa kau tidak ingat sama sekali siapa namamu,?" Tanya Ara pelan sambil menghias rambut Aby. Aby menatap Ara di cermin.
"Entah. Aku seperti baru terlahir tanpa ingatan apapun. Apa kau tau siapa aku,?" Ara menatap Aby melalui cermin dia tersenyum.
"Namamu adalah Azura Salvador. Kita bersaudara. Dan dia Aileen, adik iparmu." Jelas Ara singkat. Aby menatap Aileen yang duduk didepannya sambil menatap Aby dengan senyumannya.
"Kau masih saja cantik." Ucapnya. Aby mengangkat sebelah alisnya.
"Nanti ya. Mereka akan menjelaskan padamu." Aby hanya mengangguk.
Sebuah keajaiban bagi mereka, karena Aby tidak lagi bersifat dingin seperti dulu. Apa ini efek dari hilangnya ingatan masa lalu Aby,? Mereka berharap Aby yang sekarang tidak sedingin Aby yang dulu. Dan, sepertinya mereka harus membiasakan mulut mereka untuk memanggil Aby dengan nama Azura.
Ara dan Aileen menuntun Aby ke ruang rapat keluarga di istana ini. Saat memasuki ruangan, mereka sudah di sambut dengan beberapa orang. Mereka semua duduk bersama. Di ujung meja ada seorang lelaki yang sekarang harus merek segani. Xander Xavierious.
"Baiklah Azura, kita akan menceritakan semuanya dari awal secara garis besar." Ucap bibi Claudia.
"Dan, sepertinya kau perlu mengenal kami lebih dulu." Lanjut bibi Clau tersenyum.
"Baiklah. Aku Claudia, panggil aku bibi Clau aku Elf. Dia Diandra dia mermaid. Dia Erlyn, demon. Dia Karin, werewolf. Zack, suami Karin werewolf. Arthur suami Erlyn, vampire. Damian, werewolf suami Aileen. Alvaro, vampire suami Arabella. Dan dia, raja Immortal Xander Xavierious." Jelas bibi Clau sambil menunjuk satu persatu pemilik nama yang dia sebut.
Sedangkan mereka mengangguk sambil tersenyum saat bibi Clau menyebut namanya. Beda halnya dengan Xander yang sedari tadi menatap Azura dingin. Entahlah, kemana aura ramah dan humorisnya.
__ADS_1
Azura hanya mengangguk mengerti.
"Lalu aku,?" Tanya Azura.
"Kau adalah Azura Salvador demon tingkat 1. Anak dari Amon Salvador, Raja Demon terkuat dan Adora Salvador, Ratu demon. Dan kau adalah ratu demon terakhir dari masa lalu." Ucap bibi Clau. Aby menatap bibi Clau tidak percaya. Jadi dia dari masa lalu,? Yang benar saja.
"Jadi, aku dari masa lalu,? Bagaimana bisa,?" Tanya Azura tidak percaya.
"Ya, ada insiden yang membuatmu mengorbankan jiwamu. Hingga kau tertidur berabad lamanya dan sekarang kau hadir kembali." Jelas bibi Clau lagi.
"Insiden apa,?" Aby bertanya dengan cepat.
"Perang. Kau kehilangan mate mu dan dua teman dekatmu hingga kau mengorbankan jiwamu untuk mengakhiri perang. Dan kau adalah ratu terakhir. Kau tertidur begitu lama, hingga kami memasuki era baru. Dan raja yang sekarang adalah Xander Xavierious." Jelas bibi Clau singkat padat.
Azura mengangguk mengerti. Baiklah, jadi dia adalah seorang ratu dari masa lalu yang tertidur? Atau mati,? Entahlah. Dan sekarang disinilah dia, bangkit kembali dengan ingatan yang tidak ada sama sekali.
"Dan, aku ingin menjodohkanmu dengan cucuku, Xander." Ucap bibi Erlyn. Membuat Xander yang sedaritadi terdiam langsung mendongak melihat neneknya itu.
"Apa maksudnya,?" Tanya Xander dan Azura bersamaan.
Bibi Erlyn tersenyum,
"Kau ingat kata kata ku kan Xander, aku ingin 1 permintaanku akan kau turuti. Permintaan terakhir." Ucap bibi Erlyn membuat Xander mengusap wajahnya kesal.
"Kau boleh meminta apapun nenek. Tapi tidak dengan yang tadi." Jawab Xander tegas. Sedangkan Azura, hanya menatap keduanya heran.
"Kenapa harus aku,?" Tanya Azura pada bibi Erlyn.
"Karena memang kalian ditakdirkan bersama." Jawab bibi Erlyn santai. Yang membuat cucu semata wayangnya itu menggeram kesal.
"Aku tidak mau. Aku bahkan tidak mengenalnya,! Dan, aku tidak tertarik dengan pernikahan." Ucap Xander lalu pergi.
Azura mendecih, apa apaan itu. Situasi ini seperti dia yang ditolak pihak lelaki. Padahal dia juga tidak setuju. Benar benar.
__ADS_1
》》》》