
Part 20
Tekadnya sudah bulat, dengan sangat yakin Aby pergi berkelana mencari pengalaman dan mempersiapkan semuanya. Menyembunyikan jati diri nya adalah hal terpenting. Aby merapatkan jubah nya yang menjuntai ke bawah. Dia berjalan dengan tenang di sepanjang hutan. Dia terus berjalan dengan menikmati suasana pagi yang menjelang siang. Dia berhenti, menuju ke sebuah pohon. Dia menggerakkan tangannya memegang sebuah pohon, dan memejamkan matanya. Seketika bayangan jalanan yang akan di lalui nya bermunculan dalam pikirannya. Hingga dia melihat sebuah kota? Dia menajamkan penglihatannya, kota Selatan. Kota terbesar di selatan, penduduknya semua makhluk ada.
Tak heran jika di setiap kota para penduduknya ada berbagai macam makhluk. Karena hanya di wilayah kerajaan lah 1 jenis makhluk tinggal. Untuk di luar kerajaan semua bebas.
Aby membuka matanya, memperlihatkan warna matanya yang indah. Abu* biru, namun akan berubah warna sesuai dengan jati dirinya yang berubah*. Dia melepaskan tangannya dari pohon tersebut dan menghilang.
>>>>>
Di lain tempat, raja Amon sedang duduk di singgasananya dengan tampang tak terbaca. Semua anggota* penting kerajaan demon sedang berkumpul. Namun mereka hanya mendapat tatapan membunuh dari raja mereka tanpa sepatah kata pun. Tak ada yang tau apa yang ada dalam pikiran sang raja.
Seorang petinggi kerajaan demon berdiri dan memberi hormat.
"Maaf Tuan, Aku---" raja Amon mengangkat tangannya sebagai isyarat agar berhenti berbicara.
"Tingkatkan pelatihan, taktik, strategi. Jangan gegabah, karena aku yakin dia juga sedang mempersiapkan dirinya." Ucap raja Amon dingin.
Seseorang berdiri dan memberi hormat sebelum dia mengemukan pendapatnya.
"Maaf yang mulia, bukan maksudku meragukan caramu, tapi.. mengapa harus seperti itu? Bahkan kita mampu menangkapnya dan mengeksekusinya." Ucap seseorang itu dengan menunduk.
Raja Amon menegakkan badannya.
"Karena aku ingin memberikan waktu untuk anakku itu agar dia sedikit bernafas. Setelah itu sesuatu yang besar akan terjadi." Seringainya. Lalu berdiri dan berlalu pergi meninggalkan semua yang ada di ruangan itu melongo tak percaya.
Sungguh, raja Amon benar* kejam. Bagaimana tidak ? Dia adalah seorang ayah dari anaknya yang berasal dari wanita yang di cintainya, belahan jiwanya. Semua berpikir saking besarnya cinta raja Amon untuk ratu Adora sehingga dia rela memburu anaknya yang jadi tersangka tanpa mendengar alasan anaknya. Tapi tetap saja semua itu sulit untuk di cerna akal sehat dan hati nurani.
Di dalam sebuah kamar bernuansa hitam abu*, berdiri seorang pria paruh baya di balkon kamarnya. Sebelah tangannya di masukkan ke dalam saku celananya, sedangkan sebelahnya memegang sebuah cangkir mewah berisi cairan merah segar.
Tatapannya sendu, mata berwarna abu* itu terlihat sangat tersiksa. Seperti ada beribu masalah yang dia hadapi. Tak ada pancaran cahaya sedikitpun dari mata itu. Hanya ada kehampaan. Dia menyesap isi dari cangkir yang dia bawa. Menikmati tiap tetes yang membasahi tenggorokannya. Dan menaruhnya di meja yang tersedia di dekatnya.
Menghela nafas, sungguh dia sangat tersiksa seperti ini. Dia memejamkan matanya sesaat.
__ADS_1
"lo siento" lirihnya. Bahkan angin yang berhembus pun tak dapat menangkap suaranya.
>>>>>>
Arabella Beryl, seorang wanita dengan rambut hitam lurus yang di ikat rapi, mengenakan celana hitam panjang yang dilapisi sepatu boot selutut di padu dengan baju kaos biasa. Dia mengambil sarung tangan dan jubahnya, memakainya dalam diam. Setelah selesai, dia mematut dirinya di depan cermin. Melihat ke dalam bayangannya dengan tatapan datar.
Semua yang dia lakukan hanya untuk diakui. Ya, diakui oleh rakyatnya bahwa dia juga berhak menyandang status putri kerajaan demon. Dia hanya iri, iri pada saudari nya sendiri hingga rela melakukan apapun untuk menumbangkan saudarinya.
Dia menatap bayangannya lambat*, lalu menutup wajahnya dengan tudung jubah merah maroon nya. Lalu pergi menghilang tanpa ada yang tau. Semuanya dimulai, dia memutuskan untuk berjuang sendiri. Ayahnya? Entahlah. Ibunya? Dia lelah, terus terusan menjadi pion ibunya itu. Semua telah dia putuskan, dia memilih berjuang sendiri. Semampunya.
Dan dia ingin bebas.
>>>>>>
Aby berjalan di tengah* kota terbesar di bagian Selatan. Dia melihat sekelilingnya, dan tiba tiba
Brukk !!!
Seorang wanita dengan celana coklat sepaha dan kaos lengan pendek yang sedikit kebesaran yang di ikat di bagian pinggangnya dengan sepatu boot pendeknya. Dia terlihat... keren, batin Aby.
Aby lalu menunduk dan membantu mengemasi barang* seseorang yang menabraknya tadi. Yang masih terus mengucapkan kata maaf.
"Maaf. Aku benar benar minta maaf, aku tak sengaja." Ucapnya sambil menunduk.
Aby hanya mengangguk, yang tak di lihat oleh seseorang yang menabraknya tadi.
"Aileen !!!" Teriak seseorang dari belakang wanita yang menabrak Aby tadi. Wanita yang baru di ketahui Aby bahwa namanya Aileen itu menoleh dan berdiri di ikuti Aby.
"Apa yang terjadi?" Tanya sosok lelaki itu, yang Aby tebak adalah saudara wanita di depannya ini. Karena wajah mereka yang mirip.
"Tak apa, aku hanya tak sengaja menabrak... Hei !! Tunggu !!" Aileen melihat Aby yang sudah berbalik pergi meninggalkannya. Aileen lalu mengejar Aby dan menghentikannya dengan memegang lengan Aby. Aby hanya menoleh tanpa membuka tudung jubahnya.
"Maaf, aku tak sengaja tadi, apa kau marah ?" Tanya nya kembali,
__ADS_1
"Tidak." Aby menjawab dengan datar. Dan hendak pergi.
"Emm.. tunggu ! Apa kau sedang berkelana?"
"Ya." Aileen tersenyum lebar.
"Kalau begitu kau menginap saja di rumahku. Daripada kau mencari tempat penginapan dan mengeluarkan uang, lebih baik di tempatku. Gratis." Ucap Aileen girang.
Aby menimbang keputusannya,
"Baiklah." Mungkin menginap 1 malam di rumah nya tak apa, batin Aby. Akhirnya Aby berjalan mengikuti Aileen dan sosok lelaki tadi.
"Oh iya, siapa namamu?" Tanya Aileen
"Aby."
"Oh, hai Aby. Aku Aileen, salam kenal." Aileen mengulurkan tangan dengan senyuman yang lebar. Aby membalas uluran tanga Aileen.
"Oh iya Aby, dan dia kakakku, Alan." Laki* yang bernama Alan hanya mengangguk kecil pada Aby.
Mereka berjalan hingga sampai di depan rumah, bukan lebih tepatnya sebuah kastil.
"Kalian," ucap Aby menggantung melihat lambang di depan pintu kastil.
"Werewolf." Cengirang Aileen. Sungguh gadis ini benar benar ceria. Aby memperhatikan tulisan di atas pintu kastil, Hernandez ? Aby membuka tudung jubahnya dan menatap Aileen.
"Kalian? Keluarga Hernandez??" Tanya Aby tak percaya, sedangkan Aileen hanya mengangguk.
"Kau,, cantik sekali." Balas Aileen diluar topik. Aby hanya menaikkan 1 alisnya.
Aby benar* tak menyangka bisa bertemu dengan keluarga Hernandez, bahkan datang ke kastilnya. Siapa yang tak tahu keluarga Hernandez?? Keluarga werewolf yang paling disegani, kekuatan mereka tak di ragukan. Dan, nama keluarga Hernandez ada dalam daftar orang yang Aby cari.
》》》》》
__ADS_1