The Last Queen

The Last Queen
TLQ #38


__ADS_3

Part 38


Hari ini bibi Clau terlihat lebih baik dari sebelumnya. Setidaknya dia sudah mau tersenyum dan berbicara pada beberapa orang. Walau sifat ramahnya yang dulu belum sepenuhnya kembali.


Azura tersenyum kecil saat melihat bibi Clau tersenyum pada beberapa orang. Tiba tiba,


"Hai Azura. Kau sedang apa?" Tanya Bella.


Azura menoleh melihat Bella.


"Hanya melihat lihat." Bella mengangguk. Mereka sedang berada di balkon ruang teratas di kerajaan.


"Aku sebenarnya masih tidak menyangka bahwa Andra--" Azura mengangkat sebelah tangannya mengisyaratkan untuk Bella berhenti bicara.


"Jangan dibahas." Ujar Azura dengan senyum tipis.


"Baiklah." Bella mengangguk.


"Lalu, bagaimana dirimu dan Xander?" Sambung Bella.


"Kami, baik." Balas Azura.


"Ya. Maksudku, kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Azura terkekeh mendengar pertanyaan Bella.


Tanpa menjawab Azura pergi berlalu meninggalkan Bella.


Tapi, saat hendak melangkah masuk Azura berbalik pada Bella.


"Fokus saja pada sekolahmu. Kau masih terlalu kecil untuk berpikir ke arah sana." Azura tersenyum miring lalu pergi.


Bella hanya menganga tak percaya. Benarkah itu Azura? Menyebalkan.


*****

__ADS_1


"Qian. Aku tidak ingin kembali ke sekolah." Rengek Bella pada kakaknya Qian. Qian hanya mendengus kesal.


"Kita harus sekolah Bella." Bella merengut.


"Kenapa? Toh kita sudah kaya." Qian langsung menoyor kepala kembarannya itu.


"Jangan banyak bicara. Siapkan barang barangmu. Besok kita berangkat." Bella menatap Qian horor.


"Besok? Ck. Kau tidak ingat? Keberangkatan kita ditunda." Qian menatap Bella bingung.


"Kenapa?"


"Besok kita mempersiapkan segala sesuatu untuk acara pertunangan Xander dan Azura." Bella mendengus kesal. Sedangkan Qian, hanya melongo tidak percaya.


Lalu tiba tiba Qian berdiri dan keluar kamarnya meninggalkan sang adik yang masih terdiam didalam melihatnya.


Qian berjalan tergesa menuju ruang kerja Xander. Tanpa mengetuk pintu, Qian membuka pintu dengan keras membuat Xander yang sedang memejamkan mata reflek menatap tajam Qian.


"Apa yang kau lakukan?" Kesal Xander.


"Aku kira kau sudah tau. Berita tersebar begitu cepat." Qian mendengus membuat Xander melihatnya aneh.


"Aku sama sekali tidak tau,!" Xander mengangkat bahu acuh.


"Bukan urusanku." Qian menggeram kesal.


Percuma saja, Xander sedang dalam mode 'menyebalkan'.


"Keluarlah, aku ingin istirahat sejenak." Tanpa bicara, Qian keluar dari ruangan Xander.


****


Azura membuka pintu ruang kerja Xander. Dan mendapati sang Raja Imortal itu sedang menyandarkan kepalanya disandaran kursi kerjanya dengan mata terpejam.

__ADS_1


Azura tersenyum tipis. Lalu berjalan mendekati Xander.


"Jika ingin istirahat kau bisa pergi ke kamarmu. Tidak akan ada yang memarahimu karena meninggalkan ruangan ini." Ucap Azura santai. Tapi mampu membuat Xander membuka matanya.


"Apa yang kau lakukan disini?" Azura menoleh menatap Xander.


"Menemuimu." Xander menghela nafas menarik Azura pelan hingga duduk dipangkuannya.


"Kenapa? Kau merindukanku?" Azura terkekeh pelan.


"Entah. Hanya ingin menemuimu." Xander menyandarkan kepalanya di bahu Azura dengan tangannya yang melingkar dipinggang Azura.


Azura mengelus lembut rambut Xander.


"Ada apa?" Tanya Azura.


"Aku lelah. Apakah ini yang kau rasakan saat menjadi ratu?" Azura tersenyum tipis.


"Tidak. Aku hanya menjadi ratu beberapa jam saja."


Tiba tiba ruangan terbuka, menampilkan bibi Erlyn. Membuat Azura dan Xander reflek menjauh.


"Upss. Maaf, sepertinya aku mengganggu kalian ya?" Bibi Er tersenyum menggoda.


"Sangat." Balas Xander kesal.


Padahal dia masih ingin bermanja manja dengan Azura. Kapan lagi?


"Jika ingin berbicara penting, aku akan keluar." Ujar Azura dengan wajahnya yang datar untuk menyembunyikan rasa malunya.


"Tidak. Aku ingin bicara dengan kalian berdua. Ini tentang pertunangan kalian." Ujar bibi Er lalu mengaja Azura duduk disampingnya.


"Aku ingin menanyakan beberapa hal penting untuk mempersiapkan besok." Azura mengangguk. Lalu mereka membahas perihal pertunangannya.

__ADS_1


Azura benar benar tak menyangka dia akan merasakan ini. Dia benar benar bahagia. Bahkan rasanya dia ingin terus tersenyum. Tapi dia menahannya. Mungkin inilah waktunya dia berbahagia.


》》》》


__ADS_2