The Last Queen

The Last Queen
TLQ #39 END


__ADS_3

Part 39


Kerajaan hari ini begitu ramai, seluruh penghuni kerajaan sibuk menyiapkan kerajaan untuk pertunangan sang raja besok. Sedangkan Azura berdiri dengan santai sambil melihat mereka yang bekerja. Dan Xander? Seperti biasa sibuk dengan urusan pekerjaannya.


"Hai Azura." Sapa Valerie datar. Azura menoleh melihat Valerie lalu tersenyum miring.


"Ada apa?" Valerie terkekeh.


"Bisakah kita mencairkan suasana yang ada diantara kita? Ini sudah berabad lamanya saat aku dan kau bertatap dengan datar." Ujar Vale menatap Azura.


"Mungkin bisa." Azura tertawa begitupun Valerie.


"Pengaruh Xander memang luar biasa untukmu. Bahkan sekarang kau sering tersenyum secara cuma cuma." Ujar Vale.


Azura tertawa lebar tidak bisa menahan tawanya. Entahlah, Xander memang berpengaruh untuk Azura.


"Aku hanya ingin melepaskan apa yang seharusnya terlepas bebas tanpa ditahan." Valerie mengangguk,


"Ya, sudah saatnya kau bahagia." Azura dan Valerie tersenyum bersama.


"Kenapa tidak langsung menikah?" Tanya Valerie


"Ada beberapa hal yang Xander harus selesaikan terlebih dahulu." Jawab Azura menatap kearah orang orang yang sibuk bekerja.


Valerie mengangguk lalu ikut menatap kearah orang orang.


"Lalu, bagaimana denganmu dan Alex?" Tanya Azura


"Yah begitu. Hanya bersama. Aku belum mau yang lebih. Aku masih ingin menjelajah." Azura mengangguk.


"Kau bisa menjelajah bersama Alex." Ujar Azura.


Valerie terkekeh sambil menepuk pelan bahu Azura.


"Fokus saja pada acaramu nanti." Valerie berbalik dan berlalu meninggalkan Azura.


Azura menatap kembali kearah makhluk makhluk yang berlalu lalang menyiapkan acaranya. Tersenyum tipis, membayangkan jika ayah dan ibunya ada disini bersamanya. Ikut merasakan bahagianya dirinya, ikut merasakan bagaimana rasanya menanti dengan tidak sabar acara besok. Dia sangat ingin kedua orang tuanya ada disini. Tapi, apalah daya dia hanya bisa membayangkan dalam angan angan.


Azura sangat ingin orang orang yang dahulu ada disampingnya saat masa masa sulit, ada disini bersamanya. Tapi, sekali lagi itu semua hanya bisa dibayangkan.


Azura menarik nafas lalu menghembuskannya. Azura yakin mereka menyaksikan dia disini. Azura akan bahagia demi mereka yang sudah berkorban untuknya. Azura tersenyum menguatkan diri. Berbalik ingin pergi namun, Xander berdiri disana. Lima meter dari dia berdiri.

__ADS_1


Memandang Azura teduh. Azura tersenyum, lalu menghampiri Xander. Xander pun tersenyum,


"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Azura


"Tidak ada. Memangnya kenapa dengan wajahku." Ujar Xander dengan dahi berkerut.


Azura hanya mencebik kesal lalu pergi meninggalkan Xander.


Sedangkan Xander yang ditinggalkan melihat Azura heran. Lalu menyusul Azura dengan langkah lebar.


*****


Bibi Erlyn tersenyum saat melihat Azura dan Xander sedang tertawa bersama. Semoga ini adalah awal kebahagian untuk Azura.


"Aku bahagia melihat mereka seperti itu." Ucap bibi Claudia yang berdiri disebelah bibi Er.


"Ya. Sudah saatnya dia bahagia. Setidaknya kita sanggup menepati janji kita pada Adora."


"Aku juga bahagia. Walau dia terlahir kembali sebagai cucumu Er." Sambung bibi Karin.


Mereka tersenyum bahagia bersama. Mereka benar benar berharap bahwa ini adalah awal bahagia untuk Azura. Tidak adalagi kesedihan.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nanti anak mereka." Ujar bibi Er menggeleng tak percaya.


"Sungguh pasangan serasi." Sambung bibi Claudia.


*****


Persiapan acara tinggal sedikit lagi. Hampir seluruh ruangan sudah dihiasi dengan apik. Benar benar mewah. Baru acara pertunangan, belum acara puncaknya. Pernikahan.


Wajar saja, ini sang raja imortal. Sang raja yang di idam idamkan oleh banyak wanita. Banyak para wanita yang patah hati, namun saat tau siapa wanita yang akan bersanding dengan sang raja, membuat mereka sadar diri untuk tidak berharap banyak.


Siapa sangka bahwa sang raja imortal adalah mate seorang ratu demon di masa lalu. Dan siapa sangka sang Ratu yang bangkit setelah berabad abad lamanya memiliki paras yang membuat wanita manapun iri. Bahkan tidak ada yang menyangka bahwa Raja mereka adalah seorang reinkarnasi. Mereka semua tidak menyangka.


Tidak ada yang tahu takdir yang akan datang. Sekalipun seseorang itu mempunyai kekuatan yang begitu besar.


***


Hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Acara berjalan lancar tanpa ada hambatan. Azura sudah resmi menjadi tunangan dari sang Raja Imortal. Mereka semua berbahagia. Acara itu benar benar dipenuhi senyuman para hadirin.


"Selamat atas pertunanganmu Azura, Xander. Aku turut bahagia." Ucap Aileen bahagia.

__ADS_1


"Selamat untuk kalian berdua." Ujar Damian dengan senyumannya.


"Hallo Azura, Xander. Wow, kalian pasangan spektakuler. Selamat atas pertunangan kalian ya. Jangan lama lama menunu pernikahannya." Ujar Bella sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Fokus saja pada studimu Bella." Ucap Azura datar membuat Bella mencebik kesal.


"Hai Xander. Ck, kukira kalian akan langsung menggelar pernikahan. Selamat ya." Ujar Qian


"Terimakasih Qian." Senyum Xander.


Ucapan selamat terus Azura dan Xander dapat. Hingga rasanya Azura lelah tersenyum. Begitupun Xander.


"Bisa aku istirahat sekarang?" Tanya Azura saat tidak ada tamu yang datang memberi selamat.


Baru pertunangan saja dia sudah lelah menerima ucapan selamat dari para tamu. Bagaimana nanti saat pernikahan?


"Bisa. Aku akan mengantarmu. Ayo." Xander menarik Azura meninggalkan pesta.


"Tidak berpamitan pada mereka?" Yanya Azura.


"Tidak." Jawab Xander.


Mereka terus bergandengan tangan hingga sampai didepan pintu kamar Azura. Xander menatap Azura dalam.


"Aku akan menyelesaikan sedikit masalah yang tersisa secepat mungkin." Ucap Xander. Azura tersenyum,


"Aku akan membantumu." Xander tersenyum.


Beginilah Azura, selalu ingin terlibat apapun yang Xander lakukan.


"Tunggu aku. Setelah semua ini selesai, aku akan segera menikahimu." Azura tersenyum lebar.


"Aku akan menunggumu." Ujar Azura tulus.


"Ya, kau memang harus terus menungguku. Aku mencintaimu Azura Salvador, My Queen." Ucap Xander serius.


"Aku juga mencintaimu Xander Xaverious, My Lord." Balas Azura tulus.


Lalu menarik Azura kedalam pelukannya. Memeluknya erat, seakan tak ingin Azura jauh darinya. Sesekali mengecup puncuk kepala Azura sayang. Begitupun Azura, dia membalas pelukan Xander tak kalah erat dengan senyuman yang terus mengembang di wajahnya.


Mereka berharap, kebahagiaan ini bukanlah akhir. Namun awal yang baik untuk keduanya. Mereka berharap, sang pencipta terus memberikan kebahagiaan pada mereka. Dan mereka berharap, semua orang yang sudah tiada disamping mereka ikut bahagia menyaksikan ini semua dari tempat mereka.

__ADS_1


Mereka bahagia, sangat.


--- TAMAT ---


__ADS_2