
Part 23
Matahari telah menampakkan dirinya di bagian timur. Seorang wanita berdiri di depan jendela menyaksikan terbitnya matahari. Dia menghirup udara sejuk sebanyaknya. Dan menghela nafas pelan, lalu berbalik masuk ke dalam kamar. Mengambil jubah maroonnya dan melangkah keluar kamar.
Dia berjalan meninggalkan kota yang dia singgahi, menutup tudung jubahnya dan menghilang.
Di lain tempat, Aby, Valerie, dan paman Zack sedang bersiap. Begitupun bibi Karin dan 2 anaknya.
"Paman, mengapa kalian semua harus ikut?" Tanya Aby datar, paman Zack menatap Aby tersenyum.
"Kau tau, jika kau sudah mendapatkan mate-mu, kau tak akan bisa jauh* darinya walau hanya sebentar." Paman Zack mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum bersama bibi Karin.
"Ayah !! Ibu !! Aku sudah siap !!" Nada riang itu berasal dari Aileen. Dia lah yang paling semangat. Paman Zack tertawa melihat tingkah putri semata wayangnya itu.
"Kau benar* bersemangat Aileen, lalu dimana kakakmu?" Tanya bibi Karin. Aileen mengedikkan bahunya,
"Entah, mungkin masih di atas." Lalu Aileen tersenyum pada Aby dan mendekat,
"Hai Aby, apa kabar?" Aby menatap Aileen,
"Baik." Aileen tersenyum,
"Baguslah, dan wow ! Barang* mu hanya sedikit?" Aby mengangkat sebelah alisnya, dan mengedikkan bahunya,
Vale yang melihat itu mendengus tak suka,
"Percuma kau mencoba akrab dengan bongkahan es sepertinya, Aileen." Aileen menoleh ke arah Vale,
"Kurasa Aby tak seperti itu, Vale." Senyum Aileen, benar* murah senyum.
"Ehem! Sudahlah,! Kurasa kita bisa berangkat sekarang." Ajak paman Zack saat Alan telah siap.
"Kuharap kalian setuju jika kita naik mobil." Tawar paman Zack,
Mereka -makhluk imortal- memang sudah maju seperti manusia kebanyakan. Mungkin hanya beberapa saja yang lebih memilih tidak menggunakan alat* transportasi modern.
>>>>
__ADS_1
Mobil mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang menuju bagian timur. Mereka melewati hutan hutan yang begitu panjang. Hening.
Aby bergerak mengambil sesuatu di dalam tasnya. Sebuah botol kecil berisi sebuah cairan biru terang. Aby meminum nya dengan cepat, Valerie yang duduk di sebelah Aby menoleh,
"Apa yang kau minum?" Sebelah alisnya terangkat, Paman Zack yang menyetir melihat ke arah spion depan sekilas untuk melihat Aby.
"Ramuan, penghilang aroma dan auraku." Valerie dan yang lain mengerutkan keningnya, kecuali Alan.
"Kenapa seperti itu?" Aby menghela nafas jengah dengan pertanyaan Valerie.
"Salah satu cara menyembunyikan diri." Valerie tersenyum meremehkan,
"Pecundang!" Desis Vale, namun dapat di dengar jelas oleh Aby.
Aby melirik tajam ke arah Valerie, sedetik kemudian Valerie menjerit kesakitan. Membuat paman zack tiba tiba menghentikan mobilnya.
"Aku tidak bodoh untuk menyerang balik mereka tanpa persiapan! Dan kau? Jangan hanya karena kau tangan kanan ibuku, aku tak bisa membunuhmu! Berhenti mengurusi hidupku ! Kau bukan siapa siapa bagiku !" Ucap Aby penuh penekanan, lalu Aby keluar dari mobil.
Dan perlahan Valerie tak merasakan sakit pada tubuhnya. Blood controller?, batin Vale.
"Bisa kau jaga ucapanmu Vale?" Mohon Paman zack, kemudian bibi karin keluar dari mobil menyusul Aby. Sedangkan Aileen hanya terdiam mematung melihat kejadiaan itu, syok, dan Alan hanya diam.
Hening. Aby hanya menatap keluar jendela dengan diam. Begitupun Valerie, dia masih mencerna ulang perkataan Aby.
Tiba tiba mobil paman zack mengerem mendadak. Seseorang tengah berdiri tepat di tengah jalan, jubah maroonnya menutup rapat tubuhnya. Hanya sepatu nya yang terlihat, Aby memicingkan matanya. Aura ini, jangan jangan, batin Aby. Seseorang itu mendongakkan sedikit kepalanya, sehingga memperlihatkan setengah wajahnya. Seketika wajah Aby berubah menjadi datar dengan tatapan tajam dan dingin. Seseorang itu tersenyum sinis,
"Siapa dia? Kenapa dia menghalangi jalan kita?" Tanya bibi Karin
"Aku akan turun." Paman Zack hendak turun, tetapi di tahan oleh Aby.
"Dia mencariku. Pergilah, aku akan menyusul." Tanpa menunggu balasan dari paman Zack, Aby membuka pintu dan keluar.
Paman Zack pun turun di ikuti Alan dan yang lainnya,
"Aby masuk, biar aku yang tangani." Seseorang yang memakai jubah maroon itu tersenyum remeh.
"Apa sekarang seorang Aby berlindung di bawah kaum werewolf?" Aby hanya menatapnya datar, dia membuka tudung jubahnya memperlihatkan wajahnya dengan jelas.
__ADS_1
"Kaum werewolf tak sebanding dengan kaum demon." Remeh Ara dengan menatap satu persatu kaum werewolf.
Dan tatapannya bertemu dengan Aby,
"Kau tau, aku akan membunuh siapa pun yang menghalangiku." Senyuman Ara semakin lebar, namun terkesan menakutkan.
"Kau terlalu meremehkan kaumku nona." Ucap Alan dingin. Ara menoleh,
"Kurasa kau cukup tangguh, kuyakin kau adalah alpha nya. Baiklah, mari kita bermain alpha." Ucap Ara, dengan cepat sudah melesatkan serangannya, namun tiba tiba dia terpental.
Aby berjalan dengan santai ke arah depan.
Dia berbalik ke belakang,
"Kalian, berhenti mencapuri urusanku. Dan dia, adalah urusanku." Aby berbalik ke depan, menatap tajam Ara.
"Tapi dia telah menghina kaumku!" Desis Alan,
"Dia sengaja memancing emosimu, semua orang akan lemah jika mengandalkan emosi." Balas Aby santai, baginya dia sudah cukup tau taktik Ara.
Dia akan memancing agar lawannya menyerang dengan emosi, sehingga serangannya akan mudah di baca. Dan Aby tau itu.
"Kau rela melarikan diri dari ibumu, hanya demi mencariku bukan? Dan sekarang kau sudah menemukanku, silahkan lakukan apapun yang kau mau." Ucap Aby santai, Ara tersenyum licik..
"Jika kau sanggup melawanku." Lanjut Aby dengan tatapan yang sangat tak bersahabat.
Raut wajah Ara berubah menahan amarah, dia menyerang Aby dengan elemen api yang dia punya. Dengan gesit Aby menghindar, tak lupa dia membaca mantra pelindung untuk memberi batas pelindung untuk keluarga Hernandez.
Saling menyerang pun terjadi, Aby memilih menggunakan kekuatan penyihirnya melawan Ara. Dia bisa menggunakan seluruh kekuatannya, hanya saja itu akan menimbulkan konsekuensi yang berat.
Aby memilih menghindar tanpa menyerang, "Serang aku Azura Salvador !! Kenapa kau selalu menghindar !!" Teriak Ara, Aby hanya menatap datar.
Ara menghentikan serangannya, dia menatap Aby sengit.
"Apa yang kau rencanakan ?! Kenapa kau tak menyerangku !!" Teriak Ara marah
Aby diam, tangannya bergerak, api api hitam keluar perlahan dari kedua tangannya.
__ADS_1
"Mari kita mulai dengan serius."
》》》》》