The Last Queen

The Last Queen
TLQ #31


__ADS_3

Part 31


Aby menemui Blinda. Dia tau tempat biasa Blinda datangi. Perbatasan.


"Aku tahu yang kau rasakan. Walau aku tidak terlalu paham tentang perasaan." Ucap Aby. Blinda menoleh dia tersenyum.


"Aby. Aku tidak memikirkan itu. Aku hanya sedang mengawasi. Perasaanku tidak enak belakangan ini." Jawab Blinda. Aby berdiri di sebelah Blinda.


"Aku juga. Akan ada hal besar yang datang. Yang akan merenggut seseorang dariku. Tapi aku tidak tahu siapa orang itu." Blinda menoleh kearah Aby.


"Kau bisa merasakannya,?" Aby menoleh kearah Blinda. Tersenyum miring.


"Ya, semenjak semua kekuatanku bebas. Aku bisa merasakan hal sekecil apapun disekitarku." Aby melihat kearah depan.


"Sedikit lagi. Mereka bahkan tidak membiarkanku mecari sekutu lagi." Ucap Aby datar.


"Dan Blinda. Apapun yang terjadi nanti jangan pernah salahkan dirimu. Itu semua sudah takdir. Ayo pulang." Ajak Aby. Blinda mengangguk. Saat mereka berbalik, tiba tiba ledakan terjadi mengenai lapisan pelindung yang Aby dan Qiano buat. Aby dan Blinda berbalik. Blinda menganga tak percaya. Dihadapannya terlihat begitu banyak pasukan berbaju hitam.


"Sialan,!! Lebih cepat dari dugaanku." Desis Aby.


"Blinda. Kembalilah dan beritahu mereka semua. Aku menunggu disini. Cepat,!!" Ucap Aby dengan nada keras. Blinda ingin menolak namun tidak ada waktu. Dia langsung melesat hilang. Aby berdiri tegak melihat pasukan yang masih lumayan jauh dihadapannya. Menatap tajam orang yang paling didepan, pemimpin pasukan. Raja demon. Ayahnya.


Perlahan rambut Aby berubah menjadi hitam legam. Matanya dihiasi 3 warna. Hawa disekitarnya pun perlahan berubah semakin mencekam. Aby tersenyum sinis. Semakin lama pasukan itu semakin dekat. Terlihat jelas sang raja demon tertawa keras melihat Aby.


"Halo putriku. Apa kau sudah siap,? Dimana pasukanmu,?" Ucap sang raja demon sambil tersenyum sinis.


"Kau tak mungkin melawanku bersama seluruh pasukanku sendiri bukan,? Kau mengecewakan." Raja demon terbahak setelah mengucapkan kata katanya.


Namun tawanya berhenti. Seketika orang orang bermunculan disekitar Aby. Mereka benar benar kalah jumlah. Bisa dibilang, pasukan Aby hanya seperempat pasukan raja demon itu. Raja Amon tersenyum mengejek.


"Maaf. Sepertinya kalian harus berperang secara mendadak. Qiano, Blinda, dan Aileen. Aku harap kalian bisa melupakan sejenak masalah pribadi kalian." Ucap Aby lantang.


Tepat saat Aby selesai bicara, Raja Amon membunyikan tanda dimulainya perang yang tak seimbang itu. Mereka semua maju dengan semangat. Aby menggenggam tangan Alan erat, menatapnya sendu.


"Tetaplah hidup. Apapun yang terjadi." Ucap Aby dibalas senyuman oleh Alan.

__ADS_1


"Kau juga. Aku akan terus disampingmu." Alan mengelus wajah Aby. Alan langsung berdiri dihadapan Aby lalu berubah menjadi wolfnya dan menghalang siapapun yang hendak menyerang Aby. Sedangkan Aby perlahan berubah seutuhnya. Sayapnya membentang lebar dibelakang punggungnya. Matanya menyala hijau terang. Tanduknya keluar dan menghiasi kepala Aby dengan indah. Aby mengucapkan mantra, kemudian pohon pohon hidup dan menjadi pasukan hidup membantu menyerang pasukan lawan.


Monster monster yang terbentuk dari akar akar kayu pun bermunculan. Ikut menyerang pasukan lawan dengan agresif. Aby mengepakkan sayapnya terbang tinggi. Lalu terbang menyerang pasukan lawan.


Begitupun dengan paman Zack dan bibi Karin. Mereka sudah berubah menjadi wolfnya. Bibi Claudia, Diandra, dan Erlyn pun berpencar melawan dengan gesit. Begitu juga dengan paman Arthur. Sedangkan Aileen, Qiano, dan Blinda, bersama sama melawan pasukan lawan. Ara pun berubah ke wujud demonnya, melawan dengan ganas. Begitupun Valerie.


Perang itu terjadi begitu sadis. Saling lawan dengan brutal. Jelas saja, pasukan Aby kalah jumlah. Namun, sedikit terselamatkan dengan pasukan yang Aby buat. Melihat pasukan nya terpojok, Aby maju hingga di garis depan. Terbang rendah hingga menginjakkan kakinya ketanah.


Awan awan hitam berkumpul membentuk awan badai. Aby mengangkat tangannya, perlahan awan badai itu membuka celah dan keluarlah makhluk yang tidak pernah disangka siapapun. Begitu juga raja demon. Se ekor naga yang dikelilingi asap hitam dengan perlahan keluar dari dalam awan badai.


Terbang pelan menuju Aby. Sang empunya. Naga itu berdiri tepat di belakang Aby. Memutari Aby dengan ekor panjangnya. Meraung mengeluarkan suara yang menggelegar. Yang sempat menghentikan aksi peperangan.  Dia menatap bengis pasukan demon dihadapannya.


Semua tercengang melihat makhluk yang melindungi Aby. Makhluk yang tak bisa ditaklukkan menurut cerita yang beredar. Tapi, sekarang dihadapan mereka terlihat jelas makhluk itu.


"Setelah sekian lama, aku mengeluarkanmu. Serang mereka jangan buat aku kecewa." Ucap Aby dingin. Sang naga merespon dengan raungannya yang panjang. Lalu terbang dan menyerang para musuh. Sedangnkan Aby berhadapan dengan Ayahnya sendiri.


"Kau benar benar kuat putriku. Seperti yang diharapkan." Ucap Raja Amon. Aby hanya mendengus tak suka. Lalu maju dan melawan ayahnya. Terjadilah pertempuran sengit antara anak dan ayahnya. Sama kuatnya. Namun Aby masih unggul. Bagaimana pun juga, Aby mempunyai 3 kekuatan klan terkuat. Dan cukup raja Amon akui, anaknya itu benar benar kuat.


>>>>>


"Amon. Kau memang raja demon yang diakui seluruh makhluk imortal. Demon terkuat tingkat 1. Tapi, kau bahkan tidak mendapatkan kekuatan demon yang sesungguhnya." Sosok demon Aby tertawa meremehkan. Membuat sang raja demon semakin marah.


"Aku adalah ratu yang sesungguhnya." Senyuman Aby semakin lebar terlihat mengerikan seperti psycopath. Raja Amon murka karena merasa direndahkan. Dia berubah sepenuhnya menjadi demon. Auranya semakin terasa mencekam. Dia cepat dia menyerang Aby dengan membabi buta. Tak bisa diragukan, kekuatan raja demon meningkat pesat saat dia benar benar berubah menjadi wujud demon aslinya.


Aby terlempar jauh lalu menabrak pohon hingga roboh. Aby jatuh ketanah dengan keras. Terbatuk batuk memegang dadanya yang terasa sakit. Aby terkena telak serangan sang raja demon. Tak bisa Aby pungkiri, kekuatan raja demon yang sesungguhnya benar benar melampaui batas.


Dilain tempat, Alan menyerang mati matian lawan yang mendekat. Hingga dia berhadapan langsung dengan raja Aron raja bangsa Vampire dan juga anaknya Alvaro. Raja Aron tersenyum remeh melihat Alan dengan wujud wolfnya.


"Halo Alpha. Sekarang lawanmu adalah aku." Ucap raja Aron sombong. Sedangkan Alvaro melesat pergi mencari lawan yang lain membiarkan ayahnya bersama sang Alpha.


Alan hanya menggeram marah. Tanpa berlama lama, Alan dan raja Aron langsung saling menyerang. Ditengah pertempuran, paman Zack datang membantu Alan.


"Woah. Zack lama tidak berjumpa. Dan, berhentilah ikut campur. Aku sedang melawan anakmu." Ucap Raja Aron sambil terkekeh merendahkan. Paman Zack menggeram,


"Lawanmu adalah aku. Alan, pergi dan lindungi Aby." Ucap paman Zack dalam wujud wolfnya. Tanpa menunggu lama, Alan berlari menuju Aby.

__ADS_1


Dan pertempuran antara paman Zack dan raja Aron berlanjut. Sedangkan Aby, dia sudah terpojok. Bagaimana pun dia belum terbiasa dengan 3 kekuatannya. Dia hanya bisa menggunakan satu satu kekuatannya. Tidak bisa secara bersamaan. Terlihat dari luka ditubuh Aby dan raja Amon. Mereka sama sama kuat, sama sama mendapat luka ditubuh mereka.


Alex, teman serta bawahan Alvaro menghalangi Alan. Tanpa bisa Alan cegah, Alex melukai Alan. Dengan keras Alan meraung saat merasakan belati perak Alex menembus kulitnya tepat dibagian lehernya.


Rasa sakit yang Alan rasakan berdampak pada Aby. Aby terduduk memegangi lehernya yang terasa sangat sakit. Raja Amon mendekat melihat keanehan Aby. Lalu tersenyum remeh saat tahu bahwa Aby tersakiti karena ikatan mate.


"Aku tak menyangka kau mendapatkan mate werewolf. Sungguh menyedihkan." Aby mendongak melihat raja Amon tajam. Lalu tiba tiba bangkit menyerang kembali, dengan cepat raja Amon menghindar. Baru satu serangan Aby kembali jatuh, tidak bisa sakit dilehernya tidak bisa dia tahan. Dia melirik ke arah Alan yang jalan terseok seok dengan wujud wolfnya. Masih tetap menyerang Alex.


Ara yang melihat itu langsung melesat kearah Alan dan Alex.


"Alan,!!! Tetap lindungi dirimu juga. Apa yang kau rasakan, akan Aby rasakan juga,!!" Teriak Ara sambil melawan Alex. Alan tersadar, dia melihat Aby yang kesulitan melawan raja Amon karena rasa sakitnya. Alan tidak bisa menyembuhkan diri karena belati perak itu masih dilehernya. Darah terus keluar. Aby melesat kearah Alan meninggalkan sang raja Amon. Aby mendekat lalu memegang belati itu. Tidak, jika dia cabut maka Alan akan mati kehabisan darah. Sialan. Aby memejamkan mata menahan tangis.


"Tidak apa, aku masih bisa menyembuhkan diri jika kau cabut belati ini." Ucap Alan pada Aby.


"Tidak Alan. Ini belati perak." Alan mendekatkan kepala wolfnya pada wajah Aby. Kengisyaratkan bahwa dia akan baik baik saja. Aby menggeleng frustasi. Namun akhirnya dia mencabut belati dileher wolf Alan. Alan meraung keras menahan sakit, lalu jatuh tergeletak ditanah. Aby menangis, dia menahan luka dalam dileher Alan. Sambil membaca mantra penyembuhan. Namun efeknya benar benar lama. Salah satu kelemahan bangsa werewolf adalah perak.


Saat Aby sedang mengobati Alan, raja Amon tidak tinggal diam. Kesempatan emas, tidak seharusnya Aby lalai dan membiarkan raja Amon ditengah pertarungan. Sedikit lagi bola api raja Amon mengenai Aby dan Alan. Namun dengan cepat bibi Erlyn melesat kearah mereka dan membuat tameng.


"Aby,!! Cepat selesaikan perang ini,! Biar aku yang mengurus Alan,!!" Teriak bibi Erlyn. Aby menengok melihat bibi Erlyn lalu mengangguk.


"Tetaplah hidup." Bisik Aby pada Alan. Lalu melesat kembali menyerang raja Amon.


Bibi Karin datang dan melihat Alan yang tergeletak dengan luka dalam di lehernya.


"Tenanglah Karin. Dia akan baik baik saja. Claudia akan mengobati dia." Ucap bibi Erlyn. Lalu tak lama datang Claudia. Dan bibi Erlyn berdiri lalu membuat pelindung.


Sedangkan Aby melawan raja Amon dengan menahan rasa sakit dilehernya yang tak kunjung reda. Yang artinya, Alan masih belum baik baik saja. Dan itu membuat fokus Aby terbagi, membuat raja Amon dengan mudah menusukkan pedangnya tepat mengenai perut Aby. Aby membelalakkan matanya, darah keluar dari bibirnya. Tidak. Dia tidak boleh terluka, jika tidak Alan akan merasakannya. Alan yang sudah berubah menjadi manusia teriak menahan sakit juga marah melihat Aby tertusuk lalu raja Amon menarik pedangnya dengan sadis.


Aby jatuh terduduk memegang perutnya yang terluka lebar. Tepat mengenai bagian vitalnya. Tanpa menunggu lama, raja Amon mengangkat pedangnya lalu mengayunkan tepat mengarah pada jantung Aby.


Jlebb,!!!


Aby membelalakkan matanya, mulutnya terbuka menahan sakit. Tidak. Tidak mungkin. Ini tidak boleh terjadi.


》》》》》》

__ADS_1


__ADS_2