The Strongest Hero

The Strongest Hero
Melawan Perampok


__ADS_3

Writer : @olinoya_


Aku langsung terpikir tentang kerja sama, "Tae Oh, apa quirk mu?", Dia menjawab, "Ah, quirk ku electricity."


"Heh, jangan lupa bawa orang-orang keluar dari sini, wahai white hat hacker," ujarku.


"Lagipula, kamu tahu darimana kalau aku ini hacker? Terlebih lagi, tentang white hat hacker," tanya Tae Oh Kang curiga.


"Rahasia," jawabku.


"Cepat telepon polisi!" ujarku sambil berlari meninggalkannya.


Aku langsung berlari menembus gumpalan asap tebal itu. Sangat susah untuk melihat di dalam. Tapi, aku mencoba agar tidak panik.


*Ukhh... Percuma, aku tak bisa melihat apapun!* pikirku.


Seketika itu juga, aku langsung bisa melihat dengan jelas. Rasanya sangat aneh. Aku juga bisa lebih fokus berkat Chika yang langsung memasukkan permen ke dalam mulutku. Kalau tidak, aku pasti akan lupa dengan permennya dan tidak bisa fokus.


Aku melihat lima perampok itu. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu, tetapi jarak mereka sangat jauh dari ku.


Aku langsung memohon dalam hati, agar aku bisa mendengarnya. Saat itu juga, aku langsung bisa mendengarnya dari jarak jauh. Aku hanya menggunakannya untuk mendengarkan mereka berlima. Aku juga bisa mendengar isi hatinya. Jadi, aku tahu semua yang direncanakan.


Lalu, aku melihat salah satu anggotanya mulai bergerak mendekati toko perhiasan. Aku langsung mengejarnya secara diam-diam. Sebelum dia keluar dari area gumpalan asap, aku langsung menariknya agar jatuh ke lantai.


*Nice, rencana ku berhasil!* pikirku.


"Hey, siapa kamu?!! Lepaskan aku!!" teriaknya.


"Ssttt.. lebih baik kamu teriak. Agar rekan mu datang kesini," ujarku memancingnya agar berteriak lagi.


"Hey, teman-teman! Tolong aku!" Dia berteriak lebih keras lagi.


Salah satu temannya mulai berlari ke arah kami. Karena asap ini tebal, aku jadi memanfaatkan keadaan. Aku langsung menutup mulut orang satu ini. Supaya tidak berisik. Dan membawanya pergi.

__ADS_1


Aku langsung berteriak, "Tae Oh Kang!!"


Lalu, aku melempar orang yang kubawa itu.


*Terlalu kasar, nggak sih?* pikirku.


Rekannya pun datang. Dia melihatku. Secara tiba-tiba, dia langsung berada di belakang ku dan meninju ku dari belakang. Kepala ku sangat sakit. Aku hampir tak bisa berpikir.


"Baiklah, kalau kalian ingin asap lebih banyak!" teriakku.


Aku langsung mengeluarkan banyak ledakan, sehingga orang itu tidak bisa mendekat. Tetapi, jalan satu-satunya pasti dari atas. Dan benar, dia menyerang ku dari atas. Aku langsung mundur dua langkah dan mengeluarkan ledakan tepat di wajahnya.


"Bummm!! Kejutan!!" teriakku.


"Uaakkkhhhhh!!" rintih orang itu.


"Hong, ada apa?!" teriak rekannya dari kejauhan.


*Oh, orang ini bernama Hong. Aku tidak melihatnya dengan jelas,* pikirku.


"Tae Oh, bantu aku! Mana bisa aku menangkap tiga orang sekaligus. Kau pikir aku robot?" ujarku ketus.


"Maaf, polisinya baru datang. Jadi, nggak sempat masuk," jawab Tae Oh.


"Lebih baik kamu menyetrum orang yang memiliki quirk smoke. Biar asapnya hilang," suruhku.


"Bukankah tadi ketua sendiri yang menambah asap? Apa aku harus menyetrum mu?" tanya Tae Oh Kang.


"Mau bagaimana lagi, kalau begitu aku akan menggunakan quirk tanpa asap," jawabku.


"Memangnya seberapa banyak quirkmu, Noya?" tanya Tae Oh heran.


"Sebanyak mungkin," jawabku sambil bercanda.

__ADS_1


*Eh, benar juga ya. Kenapa setiap aku menginginkan sebuah kekuatan, pasti selalu dapat. Apa mungkin.. quirk ku.. desire?* pikirku menyadari akan quirk ku.


"Hey, Noya. Ngapain bengong?" tanya Tae Oh menyadarkan ku.


"Tidak, aku hanya senang. Kamu akhirnya manggil aku Noya," jawabku mencari alasan dan pura-pura terharu.


"Tak usah sampai terhura," komentar Tae Oh.


"Terharu kali," balasku.


"Setelah aku beri aba-aba, cepat setrum orangnya," perintahku.


"Mau berapa volt? Saya layani berapa pun. Asalkan tidak lebih dari tiga juta volt," ujar Tae Oh dengan sombong.


"Dasar hidung panjang. Satu juta volt saja, deh. Biar jera tuh orang. Kalau kebanyakan, nanti gosong tuh," jawabku.


"Oh, oke," jawab Tae Oh.


Aku dan Tae Oh langsung berjalan masuk dengan santai. Asap itu semakin banyak, sehingga Tae Oh kesulitan melihat.


*Eh, tunggu dulu. Asap ini hanya untuk menghalangi pandangan orang-orang? Pantas saja kok aku tidak merasa sesak nafas,* pikirku.


Aku langsung menarik tangan Tae Oh. Agar cepat menemukan tiga perampok itu. Kami semakin dekat, si perampok belum menyadari keberadaan kami.


Tanpa membuang waktu, aku langsung mengeluarkan air dari telapak tanganku dan menyemburkannya ke seluruh tubuh perampok yang memiliki quirk smoke, namanya Hyeol.


Orang itu langsung basah kuyup dan tidak mengeluarkan asap lagi. Aku langsung meneriaki Tae Oh, "Didepan! Ada air di lantai, keluarkan listriknya di dalam air!"


Tae Oh langsung menempelkan tangannya ke air yang ada di lantai. Dia langsung mengeluarkan listrik satu juta volt, dan mengontrolnya agar tidak menyetrum ke arah lain.


Seketika, orang itu langsung tidak berdaya dan ambruk. Asap tebal itu langsung menghilang. Wajah dua rekan yang lainnya pun terlihat. Polisi langsung menangkap dan memborgol mereka semua.


"Good cooperation, Tae Oh!" ujarku sambil meninggalkannya.

__ADS_1


Aku mendekat ke arah pak polisi. Aku merogoh saku celana ku dan mengeluarkan lisensi Prajurit Besar. Aku langsung menunjukkannya kepada pak polisi.


"Pak, ini lisensinya. Tolong urus dua rekannya itu. Saya ke lantai dua dulu ya, pak. Salam Sejahtera!" ujarku sambil memasukkan kembali lisensiku kedalam saku dan berjalan menuju ke arah tangga.


__ADS_2