The Strongest Hero

The Strongest Hero
Kotak Makan Misterius


__ADS_3

Writer : @olinoya_


"Tunggu sebentar," ujarku.


Aku langsung berlari masuk ke kamar. Untuk mengambil buku catatan dan bolpen di meja.


Aku langsung kembali ke teras kamar.


"Jadi, dimana pangeran Freddy sekarang?" tanyaku sambil mencatat data tentang Freddy Rovein.


"Hmm.. setahuku dia baru kembali dari pulau st Helena dua hari yang lalu. Sekarang mungkin dia ada di kerajaannya," jawab Robin.


"Kerajaan Rovein, ya.." gumamku.


"Dia mulai menjalani hidup seperti biasa. Itu terdengar sedikit aneh. Bagaimana bisa dia berubah hanya dalam dua tahun? Lagipula, dia itu bermuka dua. Pasti dia hanya bersandiwara," ujar Robin.


"Ada kemungkinan seperti itu, ya.." gumamku sambil terus mencatat.


"Huaahhh!! Pokoknya menyebalkan!" keluh Robin.


"Itu pasti karena kamu masih menyimpan dendam kepadanya. Lepaskan saja," ujarku sambil tetap mencatat.


"Bagaimana bisa?! Dia mau membunuhku dua tahun lalu! Dasar, muka dua!" teriak Robin.


"Oi oi oi, jangan teriak-teriak! Itu akan mengundang perhatian, kalau rahasia mu yang bocor, bukan masalah. Toh, sudah banyak yang tahu. Kalau sampai rahasia ku yang bocor, aku tak akan melepaskan mu!" ujarku mengancamnya.


"Haduh, sisi kelam Noya mau keluar! Oke, oke, tidak teriak lagi, kok," jawab Robin.


"Yah, sekian pertanyaan dari saya. Anda bisa pergi sekarang," ujarku dengan lembut. Dengan kata lain, aku mengusirnya karena terlalu berisik.


"Hey, aku diusir, nih?" tanya Robin.


"Ya, kalau kau menganggapnya begitu, ya sudah," jawabku.


"Baiklah.." ujar Robin sambil menutup jendela.


Akhirnya, Robin kembali ke kamarnya. Dan aku bisa bermalas-malasan di ranjang ku yang empuk.


"Oi oi oi, benar kan, kakak?" gumamku sambil melihat langit-langit kamar.


"Hahh.. bisa-bisanya aku masih berbohong pada diriku sendiri. Masih berlagak sok hebat juga. Satu-satunya yang bisa mengalahkan ku hanya kakak, apa aku masih bisa berlagak sok hebat?" tanyaku pada diri sendiri.


"Tidak, aku tak akan bisa seperti kakak. Sebaiknya, aku menjadi diriku yang biasa saja. Dasar, Olinoya Yuu."


Hari mulai malam. Udara malam itu lebih dingin dari biasanya. Mungkin karena baru keluar musim dingin dan masuk musim semi.


Tanpa sadar, aku terlelap malam itu.


/Keesokan harinya/

__ADS_1


"Noya!! Ada apa dengan rambutmu? Model baru, ya? Kenapa jadi durian gledek? Hahaha," ujar Robin sambil tertawa keras.


"Hey, berisik. Aku bangun setengah sadar. Jadi, aku tak tahu aku merapikannya dengan benar atau tidak. Ini juga tidak beda jauh dari biasanya," jawabku sambil merapikan rambutku menjadi seperti biasanya.


"Tidak, aku bercanda. Cepat rapikan rambutmu. Dua puluh lima menit lagi jam makan siang akan berakhir. Ayo ke kantin," ajak Robin.


"Tidak, hari ini aku menemukan sebuah kotak bekal di depan kamar. Lumayan, bisa dimakan," ujarku sedikit bercanda.


"Hey, orang tampan seperti mu akan makan makanan dari kotak makan yang misterius seperti itu? Asal usulnya saja tidak jelas," komentar Robin.


"Bercanda, kok. Aku saja tidak tahu ini milik siapa," ujarku sambil mengeluarkan kotak makan yang kutemukan itu.


"Jangan-jangan.. itu bom.. atau.. sesuatu yang mistis..?" ujar Robin.


Aku dan Robin langsung menjauhi kotak makan itu.


"Hey, ada apa dengan kalian?" tanya Zhuge Liang.


"Itu.. mungkin ada bom atau.. sesuatu yang mistis. Kau tidak takut, Zhuge? Itu tepat disampingmu," jawabku sambil menunjuk kotak makan itu.


Zhuge mengambil kotak makan itu dan membukanya.


"Woah, ada sushi. Siapa yang membuatnya?" tanya Zhuge.


"Oi, Zhuge. Kau.. tidak bercanda?" tanya Robin ragu.


"Mana mungkin. Lihatlah, ini terlihat enak," jawab Zhuge.


"Bagaimana kalau kita lihat dulu?" aku mengusulkan.


"Oke, siapa tahu memang sushi," jawab Robin mengiyakan.


Ternyata, memang benar sushi. Bukan bom atau semacamnya.


"Wah, bisa ku makan, nih!" ujarku senang.


Saat tangan ku akan menyentuh sumpit, Robin menahan tanganku.


"Apa lagi?" tanyaku.


"Mungkin.. di dalamnya ada sesuatu. Seperti.. racun.. mungkin?" ujar Robin menduga-duga.


"Coba ku makan," jawabku.


"Hey, jangan sembarangan makan! Nanti kalau benar ada, bagaimana?" ujar Robin bersikeras.


"Bagaimana mungkin aku taruh racun disitu. Kalian ini aneh-aneh saja," ujar Chika yang tiba-tiba muncul bersama temannya.


"Ah, begitu ya," jawabku.

__ADS_1


Tiba-tiba, aku tersadar dengan perkataan Chika, "Eh, kamu tadi bilang 'aku'? Apa kamu yang taruh kotak makan ini di depan kamarku?" tanyaku.


"Ya, benar sekali. Oh iya, perkenalkan. Ini Lucy Watson," jawab Chika.


"Halo, aku Lucy Watson," ujar Lucy. Dia memiliki rambut pendek berwarna perak dan pupil mata hijau.


"Salam kenal," ujar Zhuge.


"Yo, aku Robin," jawab Robin.


"Oi, Noya. Kenapa diam saja?" tanya Robin.


Aku sedang fokus mengamati sushi itu. Aku pun mulai memegang sumpit di tangan kanan ku dan hendak mengambil sushinya.


"Selamat makan," gumamku.


Aku langsung memakan sushi itu.


Rasanya sangat sempurna. Potongan ikan salmon yang pas, nasi yang lembut di mulut, disertai rumput laut kering. Bumbunya sangat pas, tidak lebih dan tidak kurang.


Aku langsung menghabiskan semua sushi yang ada di kotak makan itu.


"Noya, kau masih suka makan seperti biasa, ya?" ujar Zhuge.


"Ya, begitulah. Tapi, dia tetap kurus. Aku sampai kaget," jawab Robin.


"Itu karena aku pemain volly yang hebat," ujarku menyombongkan diri.


"Wah, hidung panjangnya kembali lagi," komentar Robin.


"Oh, Noya suka sushi rupanya. Bagaimana dengan yakisoba?" tanya Chika.


"Aku suka semua. Asalkan tidak ada sayurannya," jawabku cepat.


Chika mulai tersenyum jahil, "Besok akan ku buatkan burger paprika."


"Kalau begitu, tidak akan ku makan, deh," jawabku.


"Robin, Zhuge, cepat ke kantin sana. Aku sudah kenyang. Malas gerak, nih," ujarku.


"Oh, oke. Kami duluan," jawab Robin.


Aku merasakan ada yang bergetar di saku celana ku. Aku langsung mengecek smartphone ku.


Terdapat sebuah logo yang aneh di smartphone ku.


"Hah? Apaan, nih?" gumamku pelan.


Aku langsung mengeklik logo itu.

__ADS_1


Muncul sebuah layar bertuliskan, "Misi untuk tim 4. Menyelesaikan masalah yang ada di daerah 6, di Seoul. Segera pergi ke markas daerah 6."


"Ini... misi pertama..?" gumam ku pelan.


__ADS_2