THE TRUTH MANSION

THE TRUTH MANSION
Chapter 12


__ADS_3

        Pada musim panas kedua mereka di Saha Mansion, hujan turun setiap hari tanpa henti sampai kebun Nenek Konnim terendam. Air mulai mengalir dari salah satu sudut ruangan besar di sisi beranda lalu perlahan-lahan seluruh dinding ikut basah. Air hujan merembes dari berbagai sudut langit-langit, kemudian mulai menetes-netes. Ketika musim monsun yang panjang itu berakhir, jamur mulai tumbuh mengikuti jejak air di langit-langit. Do-kyeong ketakutan dan mengusulkan agar mereka pindah unit. Namun, entah kenapa, Jin-kyeong menolak.


            “Kita sudah setahun tinggal di sini. Kalau berpindah-pindah terus...”


        Mereka melepas semua kertas dinding, mengeringkan dindingnya, dan dengan hati-hati membersihkan jamur di langit-langit dengan pemutih yang dilarutkan ke dalam air. Mereka kemudian melapisi dinding dan langit-langit dengan cat kedap air. Namun, ketika hujan turun, bercak air kembali terlihat di dinding dan langit-langit. Begitu bercak air itu muncul, apabila hujan turun sedikit saja, langit-langit pasti langsung basah. Air hujan kembali mengalir mengikuti jejak air yang dulu, membentuk pola yang berlapis-lapis. Ketika hujan turun, langit-langit akan basah, dan ketika cuaca cerah, langit-langit akan mengering sedikit. Itulah yang terjadi berulang kali. Jin-kyeong dan Do-kyeong berbaring berdampingan, menatap langit-langit, dan menghitung jumlah lingkaran bercak air di sana. Walaupun Do-kyeong berkata ia tidak mengerti kenapa kakaknya bersikeras tinggal di rumah yang bocor, ia tidak pernah memaksa Jin-kyeong pindah dan tidak pernah berkata ingin pindah sendiri ke unit lain.


        Cahaya bulan bersinar masuk melewati jendela yang terbuka. Jin-kyeong mengamati bayangan palang teras yang terpantul di langit-langit sementara bayangan itu bergerak ke kanan, seperti jarum jam. Ia teringat pada hari ia menerima perawatan dari Su untuk radang dingin.

__ADS_1


        “Nuna,” panggil Do-kyeong.


        Namun Jin-kyeong tidak menjawab, karena ia tidak mau Do-kyeong tahu ia tidak bisa tidur.


        “Siapa sebenarnya kita? Kita bukan penduduk asli, bukan pula penduduk Town. Jadi, siapa kita? Selama ini kita menjalani hidup dengan tekun dan sungguh-sungguh, tapi perubahan apa yang akan terjadi? Siapa yang tahu? Siapa... yang akan... memaafkanku?”


        Do-kyeong menarik napas panjang dan mengembuskannya. Kemudian ia berbaring telentang dan melanjutkan, “Aku juga ingin menjadi Warga Town.”

__ADS_1


        Warga Town. Warga. Lalu, sebulan kemudian, Do-kyeong dan Su pindah ke unit nomor 714.


        Jin-kyeong tidak bisa tidur semalaman, dan hanya bisa terlelap ketika fajar menjelang. Bunyi-bunyi sehalus dan seringan debu mengendap dalam mimpinya. Bunyi-bunyi itu terdengar seperti bunyi sayup-sayup dari televisi di ruang duduk di pagi akhir pekan. Karena itulah Jin-kyeong mengira ia sedang bermimpi.


        “Hei! Stop! Stop!”


        Itu suara si pria tua pengawas gedung. Jin-kyeong tersentak bangun. Ia membuka pintu depan, melangkah ke koridor, dan memandang ke bawah. Dua bus polisi sedang diparkir di pelataran parkir yang selama ini selalu kosong. Nenek Konnim, yang selalu memetik selada, mentimun, dan tomat ceri pagi-pagi, sedang mengamati kegiatan itu dari samping kebunnya, semen. tara si pria tua pengawas gedung membantu bus itu diparkir dengan cara menepuk-nepuk bagian belakang kendaraan itu.

__ADS_1


        Sepertiga dari keseluruhan unit di Saha Mansion masih kosong. Pada awalnya, unit-unit yang masih kosong boleh ditempati siapa pun. Kemudian, sebuah keluarga menempati beberapa unit, berpindah dari satu unit ke unit lain, yang pada akhirnya mengotori Mansion. Warga Town dan para L2 sering bersembunyi di Saha Mansion, dan anak-anak sekolah yang nakal sering menyelinap masuk tanpa sepengetahuan orang dewasa. Karenanya, sulit diketahui unit-unit mana saja yang kosong. Akhirnya, para penghuni memutuskan menggembok setiap pintu. Kunci setiap unit yang kosong disimpan di dalam lemari yang ada di kantor pengawas gedung, dan kunci lemari dipegang oleh perwakilan penghuni.


__ADS_2