
Orang-orang yang tidak memenuhi syarat menjadi Warga, bisa mendapat izin tinggal L2 apabila mereka tidak memiliki catatan kriminal dan berhasil lolos evaluasi umum sederhana dan tes kesehatan. Sesuai nama izin tinggal mereka, orang-orang ini disebut “L2”, dan mereka boleh tinggal di Town selama dua tahun. Hanya dua tahun. Selama dua tahun, mereka bisa melakukan pekerjaan apa pun tanpa takut diusir. Namun, sebagian besar tempat yang membutuhkan tenaga L2 adalah tempat-tempat yang menawarkan pekerjaan bergaji rendah seperti tempat konstruksi, gudang logistik, dan perusahaan kebersihan. Jika ingin tetap tinggal di Town setelah jangka waktu dua tahun itu berakhir, mereka harus kembali mengikuti evaluasi umum dan tes kesehatan untuk memper. panjang izin tinggal.
Sebagian besar L2 adalah penduduk asli yang terpaksa menjalani evaluasi umum dan tes kesehatan yang merendahkan setiap dua tahun karena tidak memiliki kualifikasi untuk menjadi Warga, tetapi juga tidak bisa meninggalkan kampung halaman mereka serta anak-anak kandung yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Jin-kyeong bahkan tidak bisa masuk kategori L2. Ia disebut “Saha”, Saha adalah orang-orang yang bukan L, bukan L2, bukan siapa-siapa, dan tak bernama. Biasanya Saha adalah sebutan untuk orang-orang yang tinggal di Saha Mansion, tetapi orang-orang yang tidak tinggal di Saha Mansion juga tetap disebut Saha. Istilah itu seolah-olah menyiratkan, Kalian hanya bisa sampai di titik sini.
"Tapi tidak ada orang yang meminumnya...”
__ADS_1
Jin-kyeong berpikir tentang orang-orang yang sebenarnya tidak bisa dibilang “tidak ada”, karena mereka “hilang” begitu saja. Sudah dua hari terakhir ini ia tidak melihat Do-kyeong.
Jin-kyeong memasuki pintu depan Mansion dan mendongak ke arah lantai tujuh Gedung A. Matanya menyipit menatap apartemen Do-kyeong, pintu depannya dan jendela dapurnya. Jendela jendelanya gelap gulita, seolah-olah Do-kyeong memang berencana pergi. Rasa lelah akibat pekerjaan hari ini, rasa pegal di tangan dan kakinya, serta beban kantong plastik di kedua tangannya menerjang Jin-kyeong sekaligus. Pegangan kantong plastik menipis akibat botol-botol minuman yang berat, menusuk jari-jarinya.
Kantong di tangan kanannya robek dan botol-botol jatuh bergulingan di halaman depan. Jin-kyeong membungkuk, berusaha menahan botol-botol itu, tetapi plastik di tangan kirinya terlepas dari pegangan. Semua botol jus dari kantong plastik di tangan kiri itu juga bergulingan di halaman. Botol-botol yang sudah berhasil ditahannya kembali terjatuh ketika ia berusaha menahan botol-botol lain. Jin-kyeong berdiri dengan tangan terkulai dan mata menatap kosong ke arah botol-botol plastik yang berguling menjauh. Kantong plastik yang sudah robek melayang ringan ditiup angin.
__ADS_1
“Kau kewalahan gara-gara ini?”
Pria tua itu memungut kantong plastik yang tidak robek, mulai memungut botol-botol plastik dari tanah, dan memasukkannya ke kantong. Setelah kantong itu penuh, ia memasukkan botol-botol yang tersisa ke semua saku yang ada di pakaiannya, dan mengepitnya di bawah ketiak. Kemudian, ia berjalan kembali ke kantor pengawas gedung sambil berkata kepada Jin-kyeong, “Ada satu lagi yang berguling ke bawah keran air.”
Jin-kyeong memungut botol di samping ember di bawah keran air dan berjalan menyusul pria tua itu. Pria itu memasukkan botol-botol jus ke kulkas yang ada di kantor pengawas gedung. Kulkas itu sudah terisi banyak wadah makanan, botol air mineral, dan botol soju, jadi tidak banyak ruang kosong yang tersisa, Pria tua itu menggeser wadah-wadah makanan ke sana-sini, tetapi tetap tidak ada tempat yang cukup untuk memasukkan dua botol. Ia membuka lemari beku dan mengamati bagian dalamnya.
__ADS_1
“Mau minum?” tanyanya sambil menutup pintu lemari beku.