THE TRUTH MANSION

THE TRUTH MANSION
Chapter 21 [SA-RA]


__ADS_3

        SA-RA tidak pernah minum ketika sedang bekerja. Namun, aromaa cognac menggoda hidungnya pada hari itu. Jenis cognac kesukaan Sa-ra. Dibiarkan mengalami proses pendewasaan di dalam gentong kayu ek tanpa menambahkan karamel atau zat perasa apa pun, cognac itu manis dan terasa seperti buah, jadi sering digunakan untuk koktail. Para langganannya menyukai rekomendasinya, jadi atasannya sudah memesan beberapa botol tambahan. Sa-ra menuangkan cognac ke dalam gelas, membasahi bibirnya sendiri dengan ujung lidah, lalu menyesap sedikit. Aroma yang manis dan tajam memenuhi mulutnya. Ia menikmatinya sedikit demi sedikit dengan gembira sampai isi botol sudah berkurang banyak.


        Atasan Sa-ra, yang sudah mengamatinya sejak tadi, bertanya tanpa menoleh ke arah Sa-ra, “Ada apa denganmu hari ini?” Tidak apa-apa. Tidak ada yang terjadi, tetapi Sa-ra sendiri tidak mengerti kenapa dirinya merasa begitu resah. Jadi, ia memaksakan seulas senyum dan menjawab, “Tidak ada apa-apa Apakah ada sesuatu yang akan terjadi? Kuharap yang terjadi adalah sesuatu yang menyenangkan.”


        Seolah-olah teringat sesuatu, atasan Sa-ra mengeluarkan sebuah kantong kertas dari rak sebelah bawah dan menyodorkan, nya. “Aku membelinya setelah melihatnya di etalase, tapi ternyata terlalu sempit untukku. Membuatku tidak bisa bergerak Sepertinya ukurannya cocok untukmu. Kau mau memakainya? Sebenarnya aku sudah menyimpannya di sini sejak hari Senin, tapi aku selalu lupa memberikannya kepadamu.”

__ADS_1


        Gaun. Sekilas pandang, pakaian itu lebih terlihat seperti seperti blus resmi, tetapi panjangnya sampai ke lutut. Bagian bahunya memang agak sempit, tetapi bagian roknya melebar dengan desain yang cocok dengan ukuran tubuh apa pun. Atasan Sa-ra lebih tinggi daripada Sa-ra, tetapi memiliki bentuk tubuh yang serupa. Sa-ra tahu maksud atasannya membeli gaun itu dan ia tahu kenapa atasannya memberikan penjelasan yang tidak perlu itu. Sa-ra sudah pernah menerima parfum, lipstik, sepatu, dan tas dengan alasan itu, dan semuanya adalah barang baru.


        “Terima kasih. Sepertinya memang ada hal baik yang terjadi."


        Menerima hadiah dengan senang hati, tanpa perasaan enggan atau malu. Mengekspresikan rasa terima kasih dengan jelss Itulah kesimpulan yang Sa-ra tarik setelah mengalami kejadian yang sama beberapa kali. Ia memutuskan mengenakan gaun ifi besok. Karena suasana hatinya sedang baik, ia kembali menuang segelas cognac lagi.

__ADS_1


        Sa-ra sebenarnya hendak bertanya, Siapa itu? Namun ia berubah pikiran dan berteriak lantang, “Apa?!”


        Suara selirih semilir angin menjawab, “Buka pintunya.”


        Suara Do-kyeong. Sa-ra merangkak ke pintu dan menegaskan sekali lagi, “Siapa itu?”

__ADS_1


        “Ini aku. Do-kyeong.”


        Adik laki-laki Jin-kyeong. Tinggal bersama Su di lantai tujuh. Sa-ra tidak yakin kedua orang itu tinggal bersama. Lebih tepat jika dikatakan bahwa apartemen itu apartemen Do-kyeong dan Su sering datang menginap.


__ADS_2