
Di bawah jendela kantor pengawas gedung terdapat sebuah meja kayu panjang dengan permukaan yang dipenuhi guratap dalam. Ada sebuah lemari besi yang hanya bisa dibuka dengan nomor sandi di bawah meja, sebuah kursi beroda yang diatur terlalu rendah dibandingkan ketinggian meja, dan sebuah kulkas kecil di samping meja. Ruangan itu memang hanya cukup untuk satu orang.
Jin-kyeong sering mengunjungi kantor pengawas gedung yang sempit itu walaupun si pria tua menunjukkan ketidaksenangannya. Jin-kyeong kadang-kadang duduk di meja, di lengan kursi, bahkan di lantai. Karena ia hanya pernah hidup bersama ayah yang ampuh total dan ibu yang tidak pernah menunjukkan ekspresi apa pun, dan karena ia jarang bertemu dengan orang-orang tua yang lain, Jin-kyeong merasa sulit bergaul dengan orang-orang tua.
Namun, ia menyukai si pengawas gedung. Pria tua itu cerewet, dan sering kali mengomeli orang-orang yang dikenalnya, atau mengeluh, atau bersikap sangat pesimistis. Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang membuat orang-orang lain merasa tenang. Setiap kali Jin-kyeong masuk ke kantor tanpa mengetuk pintu lebih dulu, pris tua itu hanya akan menggerutu tentang ruangan yang sempit sambil membuka kursi lipat di sudut ruangan untuk Jin-kyeong.
Sementara Jin-Kyeong menepis debu dari kursi lipat sederhana itu, lagu pembuka untuk siaran berita terdengar dari televisi keci di atas meja. Si pria tua mengulurkan tangan ke arah televisi dan membesarkan volume, Hanya ada satu saluran di televisi dan radio Televisi yang hanya memiliki satu tombol itu membuat Jin-kyeon heran.
__ADS_1
“Ini kotak bodoh. Kotak bodoh. Hanya membuat orang-orang semakin bodoh. Memang sebaiknya tidak ditonton,” kata pria tua itu tanpa mengalihkan pandangan dari layar televisi.
Yang sedang disiarkan saat itu adalah laporan dari Juru Bicara Dewan Menteri. Siaran berita selalu diawali dengan laporan dari Juru Bicara, yang menyampaikan informasi tentang keputusan-keputusan Dewan, perkembangan proyek-proyek pemerintah, dan pendapat Dewan kepada para Warga Town. Peningkatan pertanggungan asuransi medis dan penyesuaian sebagian premi, perubahan kepemilikan pusat penitipan anak-anak dari swasta menjadi negeri, dan kepemilikan Distrik Permukiman 3 diserahkan kepada negara. Beberapa cabang dari pusat riset yang dikelola oleh Rumah Sakit Nasional akan dibeli oleh yayasan medis asing terbesar di dunia, dan Departemen Industri dan Pangan akan menjadi perusahaan umum yang terpisah dari pemerintah.
“Bagus sekali. Para Warga Town pasti senang,” kata Jin-kyeong.
Jin-kyeong menatap bintang bersudut tujuh yang terukir di podium Juru Bicara dan teringat pada bendera-bendera yang berkibar di tepi jalan. Di negara asalnya dulu, bendera negara nyaris tidak terlihat di mana-mana. Negara ini mengibarkan bendera Dewan Menteri—bukan bendera negara—di jalanan, menteri-menterinya mengumumkan keputusan mereka setiap hari, dan masyarakat yang salah menganggap laporan sepihak tersebut sebagai komunikasi. Setelah laporan berakhir dan siaran berita dimulai, si pria tua mematikan televisi.
__ADS_1
“Mengherankan sekali, bukan? Kenapa mereka membiarkan Orang-orang Saha tinggal Mansion yang ada di Town?”
“Kurasa itu keputusan para menteri.”
“Kenapa para menteri membuat keputusan seperti itu?”
Merasa si pria tua tidak benar-benar mengharapkan jawaban dengan pertanyaannya, Jin-kyeong hanya menatap bayangan si pria tua yang terpantul di layar televisi yang hitam. Pria tua itu sedang menggerutu sendiri. "Memangnya Warga Town yang memutuskannya?”
__ADS_1
Mata Jin-kyeong beradu dengan mata si pria tua di layar televisi. Pria tua itu tidak tersenyum.