
Selama beberapa generasi, mata pencaharian utama di desa itu adalah tambak ikan. Suatu ketika, pasang merah yang terjadi semakin parah dan menyebabkan tambak-tambak ikan yang ada tutup satu demi satu. Karena tidak ada pusat wisata yang bisa mendatangkan uang atau pelabuhan besar untuk melakukan perdagangan berskala besar, para penduduk desa terpaksa meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Lalu, sebuah perusahaan bekerja sama dengan pemerintah. Mereka membangun gedung-gedung perkantoran, pabrik, dan apartemen, yang membuat orang-orang muda berdatangan. Taman bermain di kompleks apartemen dipenuhi anak-anak, dan bus-bus sekolah berwarna kuning melaju pelan di jalan-jalan kecil yang meliuk-liuk. Perusahaan itu melakukan ekspansi agresif ke bidang teknologi informasi dan bioteknologi, yang membuahkan hasil dengan cepat. Kota itu berhasil menarik perhatian dunia. Orang-orang pun mulai menyebut kota itu dengan nama perusahaan, bukan lagi dengan nama kota itu sendiri.
Namun, pertumbuhan perusahaan itu tidak berpengaruh pada perkembangan wilayah. Hanya perusahaan-perusahaan konstruksi yang merupakan bagian dari perusahaan induklah yang bisa bertahan dan terus membangun gedung-gedung, hanya perusahaan distribusi yang merupakan bagian dari perusahaan induklah yang tetap bisa melanjutkan usaha, dan hanya perusahaan-perusahaan keuangan yang merupakan bagian dari perusahaan induklah yang tetap bisa beroperasi dan memutar uang di dalam perusahaan itu sendiri. Berbagai keuntungan pajak dan dukungan yang dijanjikan oleh pemerintah setempat tanpa pikir panjang kini berubah menjadi racun yang merugikan diri mereka sendiri. Pada akhirnya, pemerintah setempat mengajukan pailit. Setelah melalui proses hukum yang panjang, kota itu dijual kepada perusahaan induk. Kota pun diambil alih. Dengan begitu, lahirlah sebuah kota-negara aneh yang entah harus disebut sebagai perusahaan atau negara.
__ADS_1
Siklus hidup kota itu berakhir dan sejarah baru dimulai, tetapi tidak ada perbedaan berarti. Bahkan sebelum diambil alih, kota itu sudah terasa seperti satu perusahaan besar. Sebagian besar penduduk, yang bekerja di perusahaan tersebut, tetap bekerja di tempat yang sama seperti sebelumnya, tetap bersekolah di sekolah yang sama, dan tetap menjalani kehidupan yang sama. Namun, orang-orang yang bukan karyawan perusahaan terperangkap di tengah-tengah ketakutan yang tidak bisa digambarkan. Banyak di antara mereka yang bergegas pulang ke kampung halaman mereka masing-masing. Banyak juga yang melancarkan protes berskala besar dan kecil, menuntut perlindungan terhadap hal hal yang belum terjadi, tetapi yang diyakini akan segera terjadi. Namun, mereka hanya mendapat jawaban bahwa semua yang mereka khawatirkan belum terjadi sejauh ini, sehingga tidak perlu dipermasalahkan.
Presiden direktur perusahaan yang sudah berumur delapan puluh tahun menyampaikan pidato kenegaraan. Katanya, ia hanya seorang pengusaha yang tahu cara menghasilkan uang, Ia mengambil alih kota ini untuk menciptakan lingkungan di mana orang-orang bisa bekerja dengan bebas tanpa batasan. Ia memang telah mengorbankan masa muda demi membangun perusahaan dan kota ini, tetapi ia tidak bermaksud menjadikan kota ini sebagai kerajaannya.
__ADS_1
Ucapannya itulah yang membuat kota-negara kecil itu dijuluki “Town”.
Sebelum kota diambil alih, perusahaan itu menjual saham dalam jumlah besar dengan alasan untuk mengumpulkan dana. Orang-orang yang melihat nilai dan potensi dalam perusahaan yang akan segera menjadi negara sendiri pun membentuk perusahaan-perusahaan investasi, membeli saham-saham itu, dan mengumpulkan investor. Sebagian besar investornya adalah penduduk Town sendiri. Setelah berubah menjadi kota, perusahaan itu menyatu dengan salah satu departemen pemerintah yang disebut Departemen Industri dan Pangan. Perusahaan itu lenyap, yang kemudian mengubah saham-sahamnya menjadi sesuatu yang tidak lagi berharga. Bandara, rel kereta api, jalan umum, dan rusun ditawarkan kepada investor asing dengan harga murah. Para investor asing itu sebenarnya adalah anggota keluarga sang presiden direktur sendiri atau para eksekutif perusahaan.
__ADS_1