
Rumah-rumah yang ditinggalkan para penduduk asli dengan segera dirobohkan. Anehnya, pembangunan Saha Mansion terus mengalami penundaan. Sementara itu, orang-orang yang tidak bisa menjadi Warga, tetapi juga tidak ingin meninggalkan tempat ini, mulai bersembunyi di Saha Mansion. Papan pengumuman tentang jadwal pembangunan terus diganti dengan tanggal yang diundur. Suatu ketika, orang-orang yang tinggal di Mansion mulai melepas pengumuman itu. Papan pengumuman yang baru digantung lagi, tetapi papan itu juga dilepas. Kemudian mereka memasang peringatan yang melarang papan pengumuman itu dilepas, tetapi peringatan itu dilepas juga. Perseteruan tak terlihat itu terjadi berulang kali. Dan, luar biasanya, suatu hari, mereka tidak lagi memasang papan pengumuman baru.
__ADS_1
Persediaan air dan gas ke setiap rumah diputus, tetapi keran di halaman depan gedung masih mengalirkan air apabila keran diputar. Saluran pembuangan berfungsi dengan baik. Berkat panel surya yang dipasang di atap, mereka masih mendapat persediaan listrik. Kadang-kadang terjadi pemadaman listrik di seluruh gedung, tetapi tidak seorang pun mengeluh. Tidak ada polisi atau pejabat pemerintah yang datang ke Mansion. Para penghuni Mansion bisa bekerja di sekitar sana, misalnya di lokasi konstruksi, gudang, dan tempat-tempat kotor dan berbahaya lainnya. Mereka bisa menyambung hidup. Orang-orang yang pada awalnya berpikir mereka hanya bersembunyi sebentar di sana mulai memasukkan sedikit perabot dan barang elektronik. Kompor dimodifikasi dan dihubungkan ke tabung gas LPG, kaitan dipasang di bagian dalam pintu, dan gembok baru dipasang di bagian luar pintu. Semakin banyak jendela yang bercahaya di malam hari.
__ADS_1
Para penghuni Saha Mansion mengangguk menyapa satu sama lain, selayaknya tetangga, seperti orang-orang yang tinggal gedung apartemen biasa. Mereka juga mengusap kepala anak-anak yang mereka kenal dan bertanya anak-anak itu tinggal di unit nomor berapa, apakah aliran listrik di unit mereka lancar, dan apakah ada bau gas di unit mereka. Orang-orang bergosip tentang sisi mana yang mendapatkan cahaya matahari terbanyak, lantai berapa yang tidak dihuni dan terasa menyeramkan, juga tentang keluarga Anu yang sudah berpindah unit tiga kali. Lalu, menuruti usul seseorang, asosiasi penghuni yang resmi pun dibentuk. Tentu saja, panitia pelaksana ikut dibentuk dan wakil penghuni pun dipilih. Setiap unit membayar biaya untuk mempekerjakan seorang pengawas gedung yang bertugas memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak. Dan empat puluh tahun berlalu begitu saja.
__ADS_1
Ada sepasang sarung tangan karet yang tergantung di palang besi lantai 1 Gedung A. Sarung tangan itu milik Nenek Konnim. Nenek sering menggantung barang-barang seperti sarung tangan karet, selendang, dan kain lap di palang itu. Pria tua pengawas gedung dan orang-orang yang tinggal di lantai 1 sesekali juga menggantung jas basah, sepatu, dan payung di sana.
__ADS_1
Saha Mansion terdiri atas dua gedung. Gedung A berbentuk huruf L terbalik, dengan empat belas unit di masing-masing lantai—tujuh unit di masing-masing sisi, dan Gedung B—dengan tujuh unit per lantai—yang dibangun paralel dengan salah satu sisi Gedung A. Jadi, kompleks itu secara keseluruhan membentuk huruf U terbalik. Lapangan kosong di antara dua sisi gedung yang berhadapan cukup luas, tetapi nyaman. Orang-orang Mansion menyebut lapangan itu halaman depan. Di hx laman depan terdapat tempat bermain berukuran kecil, pelataran parkir, dan keran air umum. Ada juga sepetak kebun yang diurus oleh Nenek Konnim. Tidak ada anak-anak yang bermain di tempat itu karena alat-alatnya sudah berkarat dan berlubang-lubang seolah-olah digerogoti serangga. Pelataran parkir juga selalu kosong, karena orang-orang yang bisa mengemudi tidak punya mobil. Satu-satunya bagian dari halaman depan yang bisa dimanfaatkan adalah kebunnya.
__ADS_1