
Lampu jalan yang rusak berkedip dan berderak. Do-kyeong berlari sebisanya, selama kakinya masih bisa menginjak tanah. Ketika mendadak mendengar bunyi klakson panjang dari mobil yang melesat lewat, Do-kyeong baru menyadari bahwa ia sedang berdiri di tengah-tengah jalan empat lajur. Ia memandang berkeliling, memandang sejauh mungkin, lalu bergegas menyeberangi jalan. Setelah ia tiba di trotoar, kakinya terasa lemah dan ia jatuh berlutut.
Celana katun tipisnya robek di bagian lutut kanan akibat bergesekan dengan permukaan trotoar yang kasar, membuat kulitnya sendiri ikut robek. Darah merah membasahi celananya yang berwarna gading. Do-kyeong menangkup lutut dengan dua tangan dan menempelkan kening ke punggung tangan. Setelah beberapa saat, ia mengangkat kepala dan tangannya dari lutut, Benang-benang dari celananya yang robek kini menempel di lukanya. Ia berusaha menyingkirkan benang-benang itu dari lukanya dengan ujung jari. Darah kering yang menempel ke benang itu ikut terlepas, membuat darah segar kembali mengalir. Do-kyeong mengertakkan gigi, tapi erangan tetap meluncur dari tenggorokannya.
__ADS_1
Saat itulah Do-kyeong kembali teringat pada Su. Bibir Su yang panas dan kering menempel di bagian belakang lehernya. Bulu kuduknya meremang. Do-kyeong mengusap tengkuknya dan menatap ke arah taman di seberang jalan. Su pasti masih ada di sana. Jalan menuju taman itu sempit, curam, dan sulit dilewati. Setibanya di sana juga tidak ada pemandangan yang bisa dinikmati, tidak ada yang bisa dilakukan, dan tidak ada siapa pun. Mereka menyukai suasananya, karena itulah mereka sering mengunjungi taman itu. Do-kyeong meninggalkan Su di sana dan kabur seorang diri.
Mereka harus membersihkan supermarket. Kalau ditanya kenapa supermarketnya harus dibersihkan pada hari Sabtu, di saat seharusnya banyak pembeli berdatangan, jawabannya adalah supermarket itu sudah tutup. Konon, supermarket itu ditutup karena kontrak perpanjangan sewanya bermasalah. Tempat itu sejak awal memang tidak dibersihkan dengan teliti. Semua kulkas yang ada sudah dimatikan, tetapi isinya dibiarkan begitu saja. Sayuran dan buah-buahan membusuk, bahkan kotak-kotak susu menggembung dan pecah akibat pembusukan, yang membuat isinya menyembur ke mana-mana. Bau daging busuk tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Lantai tertutup jamur, berbagai jenis serangga, dan kotoran cair. Seorang karyawan baru dalam tim langsung muntah begitu memasuki supermarket.
__ADS_1
Ia menjejalkan kantong itu ke tangan Jin-kyeong dan berkata, “Ketika masih seusiamu, aku juga tidak bisa melakukan hal ini. Tapi, ini bukan sesuatu yang memalukan. Ini pekerjaan yang menghasilkan uang. Kita harus menghasilkan banyak uang. Terus membanting tulang demi menghasilkan uang. Dengan begitu, kita setidaknya bisa mendapat status L2. Ini, bawa ini pulang dan minumlah di rumah.”
Ada dua kategori penduduk di Town, yaitu L dan L2. Penduduk yang termasuk kategori L disebut “L” atau “Warga”. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan ekonomi tertentu dan memiliki pengetahuan serta keahlian yang dibutuhkan di Town. Seorang anak di bawah umur bisa dianggap sebagai Warga apabila ia adalah anak kandung Warga atau anak yang berada di bawah perwalian Warga.
__ADS_1