Travel Destination

Travel Destination
Air Hujan


__ADS_3

Kedua anak itu berkeliaran sekeliling pulau. Di ujung sebelah sana dari tempat burungburung puffin, sebelum sampai ke tebing terjal yang terdapat di sisi satu lagi dari


Pulau itu, terdapat semacam lembah kecil. Di tempat itu tumbuh beberapa batang pohon Yang kerdil serta semak padang.


“Ini tempat yang cocok sekali,” kata Dinah senang. “Di sini kita bisa memasang tenda


Dengan aman, terlindung dari gangguan angin. Dari sini kita juga bisa memperhatikan


Kehidupan burung-burung puffin, mandi ke laut kapan saja kita mau lalu semuanya sudah


Bosan, kita juga bisa mendatangi pulau-pulau lain dengan perahu klotok.”


“Memang hidup yang serba nikmat,” kata Desi sambil tertawa. “Tapi sekarang ada


Air atau tidak di sini?”


Di pulau itu sama sekali tidak ada sungai. Tapi kemudian Dinah menemukan sesuatu


Sebagai penggantinya. Setidak-tidaknya begitulah diharapkan olehnya.


“Coba lihat ini!” serunya pada Desi. “Di tengah batu besar ini ada cekungan yang


Penuh berisi air. Aku sudah mencicipnya. Sama sekali tidak asin rasanya.”


Desi datang bersama Jaki. Dinah meraup air dalam cekungan itu lalu meminumnya. Rasanya tawar.


“Air hujan,” katanya puas. “Sekarang semua sudah terjamin. Asal saja cekungan ini tidak

__ADS_1


Kering apabila hawa panas terus seperti sekarang. Yuk kita kembali saja dulu ke


Perahu dan mengambil barang-barang kita. Sekarang kita harus kerja keras sebentar.”


“Kita tunggu saja dulu di sini,” kata Jaki yang saat itu tiba bersama Kikuk.


“Kurasa Saat ini Rill dan Dani sedang membawa perahu kita ke teluk yang di sana itu. Kalau Mereka sudah tiba,


kita datangi mereka untuk mengatakan bahwa kita sudah menemukan


Tempat yang baik untuk berkemah. Setelah itu kita bantu mereka mengangkut barang barang Kemari.”


Tidak lama kemudian perahu klotok masuk ke teluk dengan Rill dan Dani di atasnya.


Sesampai di tepi, Rill meloncat turun lalu membenamkan jangkar jauh ke atas pantai.


“Kami baru saja tiba!” serunya. “Kalian sudah menemukan tempat yang baik untuk Perkemahan kita?”


Beberapa saat kemudian ia sudah naik ke atas bersama Dani. Ia senang melihat lembah Kecil yang ditemukan Dinah.


“Ini benar-benar cocok!” kata Rill.


“Yah kalau begitu sekarang saja kita ambil Barang-barang yang kita perlukan dari perahu.”


Selama beberapa waktu mereka sibuk mondar-mandir dari teluk ke lembah, mengangkut


Barang barang. Ternyata mereka tidak memerlukan waktu selama yang mereka duga untuk Itu.

__ADS_1


Itu disebabkan karena mereka berlima. Kikuk juga ikut membantu.


Burung itu Mengangkut pasak pengokoh tali tenda. Kikuk sebenarnya melakukan hal itu untuk pamer Terhadap burung-burung puffin.


Burung-burung itu memperhatikannya dengan serius Sementara Kikuk terbang di depan mereka dengan pasak tenda di paruhnya yang besar dan Melengkung.


“Rrrrr,” seru Kikuk dengan suara burung puffin.


“Kau ini Cuma mau pamer saja sebenarnya, Kikuk,” kata Jaki memarahi.


“Dasar burung sok-sok an!”


“Rrrrr,” kata Kikuk. Dijatuhkannya pasak tenda yang sedang diangkutnya ke atas kepala Jaki.


Asyik sekali mereka berlima mengatur tempat kediaman yang baru. Rill berbagi tenda Dengan Jaki dan Dani.


Sedang Dinah setenda dengan Desi. Anak itu menemukan batu Yang menonjol di belakang tenda-tenda.


Di bawah bagian yang menonjol terdapat rongga Yang cukup lapang dan kering.


“Cocok sekali sebagai tempat penyimpanan barang,” kata Desi dengan bangga. “Jaki!


Kemarikan kaleng-kaleng makanan itu serta pakaian kita di sini cukup banyak tempat Untuk apa saja. Wah akan asyik kediaman kita di sini!”


...Bersambung...


...

__ADS_1


__ADS_2