
"Hari ini kami baru saja mengalami kekecewaan besar biar itu saja yang kuceritakan dulu."
"Berceritalah," kata Rill dengan nada lega. karena Kikuk sudah tidak bertengger lagi di bahunya.
"Kurasa Anda tidak tahu, tapi kami semua baru saja sembuh dari penyakit Covid yang parah," kata Jaki.
"Itu sebabnya kami belum kembali ke sekolah. Nah oleh Pak Dokter
kami disuruh bepergian ke salah satu tempat untuk mendapat pergantian Suasana. Lalu Bibi Am memutuskan kami boleh ikut dengan suatu ekspedisi omitologi bersama Dr. Jono
serta rombongannya ke daerah pesisir dan kepulauan lepas pantai di Madura Utara Anda tahu, kan ke tempat-tempat yang hanya dihuni oleh burung-burung."
"Ya, aku tahu tempat itu," kata Rill yang mendengarkan dengan penuh perhatian.
"Nah, lalu hari ini Dr. Jono mengalami kecelakaan, sambung Jaki. "Jadi kami tidak bisa pergi karena tidak ada yang menemani. Nah - kenapa tidak Anda saja yang menemani kami menyamar sebagai pengamat burung?
Kami akan bisa menikmati Petualangan yang menyenangkan sekali, dan Anda dapat pergi ke tempat yang tak dikenal tanpa ada yang tahu!
__ADS_1
Lalu Anda tinggal di sana saja sementara waktu jika masih ingin bersembunyi ketika kami harus kembali kemari !"
Selama beberapa saat kamar itu sunyi. Anak-anak menahan napas, menunggu jawaban Rill.
Bahkan Kikuk pun seolah-olah ikut mendengar dengan gelisah.
"Entahlah aku tidak tahu, kata Rill kemudian. "Menurutku, rasanya dengan begitu aku
terlalu mempergunakan kalian sebagai kedok! Lalu jika musuh-musuhku berhasil mengetahui muslihat itu, keadaannya akan sama-sama gawat bagi kita semua. Bagiku gawat, dan juga bagi kalian.
Anak-anak malah menjadi semakin bersemangat dan mendesak karena tidak puas dengan jawaban Rill yang menolak gagasan bagus itu.
Semua tidak mau ketinggalan berbicara.
"Kami kecewa sekali jika ternyata kami tidak jadi pergi, dan kelihatannya ini merupakan kemungkinan baik lagi pula, kan hanya untuk dua minggu setidaknya
bagi kami. Setelah itu kami harus kembali bersekolah."
__ADS_1
"Anda paling jago kalau disuruh menyamar. Dengan mudah saja Anda pasti bisa menjelma menjadi ahli ornitologi bertampang serius, memandang ke kejauhan untuk mengamat-amati burung terbang sambil menyandang teropong .... "Takkan ada yang tahu. Kita akan benar-benar aman di pesisir utara sana, di tengah daerah liar dan terpencil bersama Anda. Bayangkan saja bulan Juli di atas sana air laut yang biru tua, burung-burung membubung dan melayang, rumput laut bertebaran di mana-mana .... "
"Anda pasti aman di sana, Rill. Takkan ada yang tahu dan tak ada yang bisa mencari Anda di tempat begitu. Dan kami pun ingin sekali berlibur dengan cara demikian.
Kami semua merasa hambar setelah berbaring sekian lama karena penyakit Covid."
"Sssst jangan keras-keras," bisik Rill. "Aku masih harus berunding dulu dengan ibu kalian meski aku sendiri sudah setuju.
Gagasan itu hebat dan kurasa takkan
terlintas dalam pikiran siapa pun juga bahwa aku akan pergi dengan terang-terangan seperti itu. Dan terus terang saja, liburan bersama kalian berempat dan Kikuk juga,
tentunya tepat, itulah yang kuperlukan saat ini."
"Wah, Rill kurasa Anda pasti akan melakukannya!" kata Desi. Ia merangkul Rill dengan gembira. "Senang rasa hatiku. Hari yang menyebalkan ini ternyata berakhir dengan menyenangkan!"
...Bersambung.... ...
__ADS_1