
Nisa tersenyum semringah begitu Ricky menyetujui ajakannya untuk berdansa bersama. Dia lalu menghampiri panitia untuk mendaftarkan diri. Waktu 15 menit sebagai batas pendaftaran telah usai. Kedua MC acara pun kembali mengeluarkan suara.
"15 menit sudah lewat teman-teman! Ternyata banyak juga yang tertarik mendaftar, ada 20 pasangan yang mendaftar! Di tengah aula sudah disediakan karpet kertas untuk setiap pasangan, dimohon untuk para peserta agar berdiri di atas karpet sesuai nomor peserta yang sudah diberikan oleh panitia!"
Semua peserta kompetisi dansa langsung menuju ke tengah aula seperti arahan sang MC acara, mereka semua juga berdiri sesuai nomor karpet masing-masing.
"Pasti keberuntunganku memang buruk, bisa-bisanya dapat nomor 13." gumam Nisa.
"Memangnya kenapa dengan nomor 13?" tanya Ricky.
"Angka 13 itu angka sial, mungkin ini pertanda kalau kita akan kalah." jawab Nisa dengan ekspresi cemberut.
"Itu cuma mitos, jangan dipercaya. Mitos itu bisa dipatahkan dengan penjelasan logika, semua angka itu sama, cuma yang membedakan adalah besar atau kecil nilainya. Percaya kepada takhayul bisa membawa efek buruk ke psikologis, seperti cenderung berpikir negatif. lihat saja sekarang, kita bahkan belum memulai tapi kamu sudah berpikir kalau kita akan kalah."
"Iya ... aku paham," ucap Nisa dengan nada malas.
Begitu semua peserta telah berada di tempat yang sesuai, MC acara kemudian kembali berkata, "Saya akan menjelaskan tentang peraturan kompetisi dansa ini." ucap Charlie.
"Setiap peserta sudah berdiri di atas karpet kertas, di karpet tersebut sudah ada motif yang bentuknya persegi yang jumlahnya ada 3 buah. Persegi paling besar yang mencakup semua persegi yang berwarna biru, panjang tiap sisinya adalah 1 meter. Persegi ini digunakan untuk ronde pertama, peserta yang berdansa tetapi menginjak bagian di luar persegi maka akan dinyatakan gugur! Lalu kotak persegi yang kedua untuk ronde selanjutnya yang warnanya pink, panjang sisinya adalah 60 sentimeter, peraturan tetap sama, tidak diperbolehkan keluar dari area persegi. Untuk ronde terakhir, persegi warna merah untuk babak final panjang sisinya hanya 30 sentimeter!"
"Seru, bukan? Semakin lama setiap pasangan akan menjadi semakin dekat karena ruang yang terbatas! Lalu juri untuk acara ini adalah saya dan Charlie, teman-teman tak perlu khawatir karena kami tak akan memihak siapa pun atau membeda-bedakan dari mana asal sekolah kalian. Tidak keluar dari persegi belum tentu menang, karena selama lagu diputar semua peserta yang berhenti menari maka akan didiskualifikasi dari kompetisi! Jadi kalian harus bertahan sampai lagu habis! Teman-teman bisa bersiap dari sekarang, karena lagu sebentar lagi akan diputar!" ucap Violet.
Semua peserta langsung bersiap, mereka tampak bahagia dan tidak sabar ingin segera memulai berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Tetapi hal itu jelas tak berlaku bagi Nisa dan Ricky. Jangankan semakin lama semakin dekat, bergandengan tangan saja mereka sudah salah tingkah.
Jarak antara kedua orang itu sekarang setengah meter. Nisa yang mulai gugup lalu menengok ke kanan kiri.
"Harusnya aku di rumah saja," gumam Nisa yang telah menyadari bahwa ini benar-benar pesta bertema valentine. Dia begitu karena melihat pasangan lain yang terlihat bahagia dan begitu mesra.
__ADS_1
Nisa lalu menatap ke arah Ricky. "Ehmm ... kita sungguhan mau berdansa?"
"Tentu saja! Ini permintaanmu sendiri dan ini sebagai pemenuhan kesepakatan kita. Aku sudah ikut serta sampai berdiri di sini, jadi tolong jangan buat masalah dengan tiba-tiba mengundurkan diri!" ucap Ricky dengan suara pelan namun penuh penekanan.
"Ayo sini!" Ricky tiba-tiba memegang pinggang Nisa dan mendekatkan tubuhnya.
"Hah?!" Nisa ternganga, dia kaget karena begitu dekat dengan Ricky.
"Kamu benar-benar bisa dansa, kan? Kalau bisa maka lakukan sungguh-sungguh!"
"Bisa kok, emm tapi ... nanti agar kita kelihatan kompak, tolong pandu aku!" pinta Nisa dengan wajah tersipu.
"Heh, baiklah. Ngomong-ngomong ada kemajuan juga, kamu sekarang bisa mengucapkan kata tolong pada seseorang." Ricky terkekeh.
"Humph, jangan mengejekku!"
Tangan mereka yang saling menggenggam diangkat setinggi dan sejajar dengan mata Nisa. Di luar dugaan dari Nisa, dia sedikit terkejut saat Ricky menggenggam erat tangannya.
"Jangan terlalu erat," bisik Nisa.
"Ini untuk menyeimbangkan tubuh, akan sangat memalukan jika kita tersingkir di ronde pertama. Jadi diam saja dan ikuti aku!" ucap Ricky.
Suara musik intro lagu dansa mulai terdengar, lagu romantis yang dipilih untuk kompetisi dansa ini adalah lagu yang berjudul A Whole New World.
🎶🎶
I can show you the world .. Shining, shimmering, splendid .. Tell me, princess, now when did You last let your heart decide? .. I can open your eyes .. Take you wonder by wonder .. Over, sideways and under .. On a magic carpet ride
__ADS_1
A whole new world .. A new fantastic point of view .. No one to tell us, "No" .. Or where to go .. Or say we're only dreaming .. A whole new world .. A dazzling place I never knew .. But when I'm way up here .. It's crystal clear .. That now I'm in a whole new world with you .. Now I'm in a whole new world with you ...
🎶🎶
Mereka berdua mulai menyesuaikan langkah kaki mereka dengan irama musik, Nisa juga memutar tubuhnya sesuai dengan irama musik yang temponya semakin cepat. Peserta yang lain pun sama, mereka juga berdansa dengan baik, bahkan tidak canggung seperti Nisa dan Ricky.
Mendadak musik berhenti yang menandakan ronde pertama selesai. MC acara pun kembali bersuara. "Pasangan nomor 7, 11, 15 dan 20 tereliminasi karena keluar dari persegi! Pasangan nomor 2 tereliminasi karena terlambat memulai dansa!"
Mereka yang nomornya disebutkan oleh MC langsung menepi dari lantai dansa, tetapi ada juga di antara mereka yang diam-diam merajuk ataupun menyalahkan pasangannya masing-masing karena telah membuat kesalahan.
Babak pertama berhasil menyisakan 15 pasang peserta. Tanpa menunggu lagi babak kedua langsung dimulai. Mereka yang tersisa langsung melangkah lebih dekat lagi dan memastikan bahwa kaki mereka tidak keluar dari persegi.
Musik kembali dinyalakan. Kali ini Ricky mengucapkan sesuatu kepada Nisa dengan berbisik di telinganya, "Rangkul leherku!"
"A-apa?!" Nisa terkesiap sekaligus merasa geli karena Ricky begitu dekat dengan telinganya, terlebih lagi dia juga menganggap bahwa merangkul leher merupakan sebuah tindakan yang intim.
"Lakukan saja, agar memastikan kalau kaki kita tetap dalam area persegi!"
"Baiklah," Nisa lalu pasrah dan melingkarkan tangannya pada leher Ricky.
Namun tiba-tiba saja kedua tangan Ricky merangkul pinggang Nisa dan juga lebih mendekatkan dirinya lagi. Seketika Nisa menjadi makin gugup.
"Jangan kaku atau kita akan tereliminasi, tetaplah sesuaikan langkahmu denganku!" bisik Ricky.
"..." Nisa mengangguk pelan.
Ronde kedua ini Nisa berdansa tanpa melakukan gerakan berputar karena mencari aman. Tetapi dia justru melangkah dan sambil berputar di tempat dengan Ricky secara beriringan.
__ADS_1
Musik kembali berhenti yang artinya babak kedua telah berakhir. Charlie sang MC lalu berkata, "Selamat kepada pasangan nomor 6, 8, 13 dan 19. Kalian berempat lolos ke babak final! Yang lainnya tereliminasi karena keluar dari persegi!"