TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
pulangnya dari luar negeri


__ADS_3

...


****************...


hai teman teman sebelum kita mulai aku ingin kita mengenali wajah tokoh pemeran utamanya supaya bisa kita hayati ya


RIZDA YUHAN



HANSUNG



KEVIN FRAMANSYAH



ada seorang yang bernama rizda yuhan ia memiliki ayah CEO perusahaan terbesar dan terkenal yaitu perusahaan yuhan


perusahaan yuhan adalah perusahaan terkaya nomor 1 di negaranya, cabang perusahaan mereka ada dimana mana


rizda berusia 20 tahun ia seorang anak CEO satu satunya, ia baru saja pulang beberapa hari ia tidak pernah pergi perusahaan karena ia butuh kesenangan dari pulang luar negeri setelah bersekolah selama bertahun tahun dia sangatlah cerdas membuat ia bersekolah dengan cepat dan lulus terbaik tingkat internasional diluar negeri hanya saja sifatnya sangatlah usil dan kekanak kanakan


karena ketika kecil ia dimanja oleh ibunya tetapi ia baik hati membuat ayahnya ingin merubah tingkahnya itu menjadi dewasa dan menjadi ahli waris perusahaannya


ketika dijalanan rizda jalan jalan dengan menggunakan sepedanya dengan wajah ceria


"akhirnya aku bisa kembali" ujar rizda dengan suara senang ia tiba tiba berhenti karena melihat nenek tua dipinggir jalan yang ingin menyebrang dijalanan yang banyak kendaraan lalu ia turun dari sepedannya dan memegang nenek tua itu


"nek, aku bantu yah" ujar rizda dengan wajah senyum lebar kearah nenek itu


nenek itu merasa nyaman dengan rizda dengan wajah rizda dan mereka berdua menyebrang jalan dengan selamat ketika sampai


"makasih nak"ujar nenek itu dengan wajah tersenyum dan memegang tangan rizda


tiba tiba hp rizda berbunyi di kantong bajunya


"maaf nek tunggu ya" ujar rizda membuat nenek itu melepas tangannya

__ADS_1


rizda melihat ternyata telepon dari ayahnya ia melihat tetapi tidak mengangkatnya dan menaruh di kantongnya kembali


"nek, maaf ya aku tidak bisa mengantarmu, aku memiliki urusan mendadak, hati hati ya nek" ujar rizda menatap nenek itu dengan wajah tersenyum dan berbalik lalu berlari dengan cepat untuk mengambil sepedanya lalu pergi dengan wajah panik


nenek itu melihat dari jarak jauh dengan wajah tersenyum tiba tiba seorang lelaki tampan menghampiri nenek itu ia bernama hansung ternyata itu adalah neneknya


hansung seorang CEO termuda dan memiliki perusahaan Han ke 2 dia sangatlah tampan hanya saja sikapnya sangatlah dingin tetapi perhatian usianya 24 tahun


" nek, dia siapa" ujar hansung


"aku tidak tahu tapi ia sangat baik hati dan ramah ia membantuku tadi" ujar nenek itu


" apa nenek baik baik saja, maafkan aku, aku lama" ujar hansung kearah neneknya karena merasa bersalah telah meninggalkan neneknya lama karena nenek itu satu satunya keluarganya sekarang


" jangan merasa bersalah aku tahu kau sedang bekerja, aku tidak apa apa" ujar neneknya dan hansung membawanya di dalam mobil yang begitu mewah


ketika rizda kerumahnya ia membuka pintu perlahan lahan dan melihat ayahnya sedang bekerja diruang tamu ia diam diam masuk


supaya ayahnya tidak melihatnya tetapi ketika tiga langkah ayahnya tiba tiba melihatnya dengan tatapan tajam dan melihatnya rizda berhenti lalu tersenyum kearah ayahnya


"ayah,,, apa kabar ayah" ujar rizda dengan wajah tersenyum kepada ayahnya


ternyata ia pulang dari luar negeri belum pernah menginjak kakinya dirumahnya dan perusahaan untuk bertemu ayahnya


"jangan berpura pura, selama berhari hari ini kau pergi kemana saja" ujar dahyun atau ayahnya ia mengetahui anaknya pulang dari awal tanpa sepengetahuannya dengan tatapan dingin


"aku,,lagi jalan jalan yah" ujar rizda tersenyum dengan wajah panik karena ayahnya mengetahuinya ia pulang cepat sambil


tangan kirinya mengelus kepalanya


"baiklah aku tidak permasalahkannya" ujar dahyun


"benarkah" ujar rizda dengan suara senang karena ayahnya tidak marah


"dan juga ada ingin kuberitahukan kepadamu" ujar ayahnya dengan serius kepadanya


"ada apa ayah, tumben serius gitu" ujar rizda menuju kearah ayahnya dan berdiri dihadapan ayahnya


"aku ingin kau menghilangkan sifatmu itu yang sekarang ini" ujar dahyun menatapnya dengan suara santai kearahnya

__ADS_1


"untuk apa ayah, aku menyukai sifatku sekarang ini" ujar rizda dengan wajah polos membuat ayahnya kesal


" tetapi aku tidak menyukai sifatmu, kalau kau melakukannya aku akan menyerahkan sepenuhnya perusahaan kepadamu" ujar dahyun sambil menghela nafas untuk sabar


"apa maksudmu yah, perusahaan ini akan menjadi milikku juga ketika kau mati" ujar rizda menjawabnya dengan cerdas sambil menggunakan wajah begitu polos, membuat ayahnya begitu kesal mendengarkannya


" bawa dia keluar dari hadapanku sekarang juga" ujar dahyun dengan suara emosi kearahnya tiba tiba 3 pengawalnya masuk dan menarik rizda


"ayah apa salahku, suruh mereka berhenti dan juga aku anak satu satumu" ujar rizda dengan suara berteriak karena ia dipegang anak buahnya


"berhenti" ujar ayahnya karena ia memberikan satu kali kesempatan membuat pengawalnya berhenti tetapi ia masih dipegang erat tangan rizda


" nak, kalau kau tidak mengubah sifatmu suatu hari perusahaan yang dibangun kakek kakek dan kakekmu hancur, aku sudah bersusah payah untuk mengembangkan perusahaan ini aku tidak mau kau yang menghancurkan perusahaan ini apa kau mengerti" ujar, dahyun sambil menghela nafas dan bersifat sabar ia pikir dengan menasehatinya anaknya mengerti


"ayah ada apa denganmu aku rasa sifatku lebih bagus daripada ayah dan juga aku sangatlah jenius ayah, mungkin aku lebih jenius daripada ayah juga" ujar rizda kearah ayahnya lagi lagi dengan wajah polos dan tidak merasa bersalah kepadanya membuat ayahnya tidak tahan lagi dengan tingkah anaknya


ayahnya berdiri dan membanting leptop yang ada di dekatnya lalu menginjaknya untuk melampiaskan amarahnya sampai hancur, ketika itu ia melihat anaknya


"ambil hpnya dan juga dompetnya, usir dia dari rumah ini jangan membiarkanku melihatnya lagi sebelum ia memperbaiki tingkahnya" ujar dahyun dengan suara marah


rizda terdiam dan pengawalnya langsung mengambil hpnya rizda dan dompetnya berisi tanda pengenalnya dan ia mendorongnya keluar dari rumah


ketika rizda diusir dari rumahnya sendiri tiba tiba ada salah satu pengawal itu memanjat pagar ternyata ia bernama Fajri usia 39 asisten pribadi ayahnya


"nona, maafkan ayahmu, ayahmu melakukan itu untuk dirimu, hanya ini yang bisa ku bantu, aku ingin kau baik baik saja" ujar fajri mengasih uang kepadanya lalu ia pergi karena ayahnya rizda mencarinya


" terima kasih" ujar rizda ia sangat bingung kepada ayahnya ia merasa dirinya tidak memiliki kesalahan kepada ayahnya


dan ia melihat uang itu Dan sambil berjalan


"kenapa galak sekali, aku baru saja sampai diluar negeri nasibku memang buruk" ujar rizda Dan ia berhenti berjalan sambil menunduk kepalanya ketika ia mengangkat kepalanya ia malah tersenyum dan terlihat sangat senang


" yeyy, aku bisa bebas dengan kakek tua Bangka itu, hidupku akan bebas" ujar rizda berjalan sambil melompat


beberapa jam kemudian ia duduk di taman kota uangnya hampir habis dan tidak cukup untuk menyewa rumah dan juga hujan mau turun


" apa ini masuk akal, aku anak satu satu orang terkaya dan juga jenius kenapa hanya menyewa rumah saja susah, apakah aku harus kembali pulang, tidak, aku tidak akan kembali karena kakek tua Bangka itu sudah mengusirku dengan galak" ujar rizda suara begitu kesal


tiba tiba seorang bapak bapak datang kearahnya dan mengasih uang kepadanya dan payung dan ia melihat orang itu dan bapak itu kearahnya dengan wajah tersenyum

__ADS_1


"ambillah aku rasa kau membutuhkannya" ujar bapak bapak itu lalu pergi


" terima kasih" ujar rizda dengan wajah senang dan mengalambaikan tangannya kearah bapak itu dan ia juga pergi untuk menyewa rumah


__ADS_2