
beberapa menit kemudian hansung datang dan mereka berkumpul sehingga suasana disana terlihat sangat damai tetapi sebenarnya seperti sedang bertempur merebut wilayah
"selamat ya sudah menjadi atletik renang terkenal"ujar rizda tersenyum kearah Kevin
" terima kasih,, ini juga karena kau, aku kembali menjadi atletik yang aku inginkan" ujar Kevin dengan wajah tersenyum
mereka berdua sangatlah akrab sehingga hansung dilupakan
"ekhmm !! ekhmm,, ekhmm" ujar hansung dengan begitu keras karena kesal melihat rizda begitu akrab dengan rivalnya
sehingga rizda, Kevin, dan ayahnya Kevin lalu menatap hansung dengan wajah kaget
"kau kenapa?" ujar rizda yang memandang hansung yang berada di sampingnya
"aku tidak apa apa" ujar hansung ia menutupi kecemburuannya dengan cara bersuara dingin
"dasar aneh" gumam rizda ia tidak menyadari kalau hansung cemburu karena ia masih sangatlah polos atau tidak peka
hansung mendengarkannya ia sedikit kesal dengan rizda yang begitu polos lalu melirik Kevin dengan tatapan mematikan, Kevin melihatnya dan memandang hansung dengan wajah tersenyum dan mereka lama saling memandang
tiba tiba ada seseorang gadis datang yang baru saja mandi ternyata itu adalah adik angkat Kevin dan menuju kearah mereka umurnya sekitar 18 tahunan dia memiliki rambut pendek tetapi ia sangatlah imut dan cantik
dan ia menunduk untuk menghormati mereka berempat ia sangatlah sopan, etika dan memiliki pikiran dewasa dan peka
"dia siapa?" ujar rizda yang menatap gadis kecil itu
"dia anak angkatku, namanya Karin framansyah, sini, duduklah" ujar ayahnya kevin sambil membersihkan tempat duduk yang kosong untuk anak angkatnya
lalu ia perlahan lahan duduk diantara rizda dan juga Kevin
"kak dia siapa?" ujar Karin yang memandang rizda dengan suara lembut
__ADS_1
"ini temanku namanya rizda" ujar Kevin
"begitu ya" ujar Karin
dan ia memperkenalkan dirinya dengan rizda begitu juga rizda mereka berdua dengan ramah memperkenalkan diri masing masing
" kau tidak menanyakan siapa aku? aku adalah,,," ujar hansung dengan pedenya memberitahukan kepada Karin
"tidak, kau tidak penting" ujar Karin dengan suara datar kearah hansung sehingga hansung terpotong dalam pembicaraannya ketika memperkenalkan dirinya lalu terdiam
mereka bertiga mendengarkannya dan tertawa terbahak bahak lalu mengejek hansung sehingga hansung semakin emosi, dia ingin marah
hanya saja dia menutupinya karena ia tidak mau imagenya hancur didepan orang dia cintai, yaitu rizda dan ia masih bersikap tenang seperti biasanya seolah olah tidak terjadi apa apa
hansung melanjutkan makan makanannya
tak lama kemudian Kevin sadar di jari tangannya rizda dan hansung memiliki cincin yang sama
membuat rizda terhenti makan dan terdiam sejenap lalu melihat Kevin
"iya, kami berdua sudah pacaran" ujar hansung langsung merangkul bahunya rizda
"aku tidak menanyakanmu! " ujar Kevin memandang Hansung dengan wajah dingin tetapi Hansung memangangnya dengan wajah tersenyum jahat kepadanya dan mereka saling memandang
''Riz,,,, apa betul yang dia bilang olehnya" ujar Kevin menoleh kearah rizda untuk memastikannya kembali karena ia tidak mempercayai perkataan Hansung
"iya, yang dibilang hansung itu benar, kami berdua sudah pacaran" ujar rizda tersenyum kearah Kevin ia mengatakannya sambil melahap makanan yang ada didepannya
hansung mendengarkannya ia sangat senang karena rizda mengakuinya dan lebih senang lagi kata kata rizda bisa menyadarkan Kevin bahwa rizda adalah miliknya
hanya saja hayalan hansung tidak sama dengan kenyataannya
__ADS_1
"begitu ya, tapi aku tidak akan menyerah dan terus mendapatkanmu" sahut didalam hatinya Kevin dengan suara kesal karena ia sangatlah mencintai rizda membuatnya ia tidak mau mengalah dengan hansung begitu saja
tetapi rizda menatap mereka berdua yang saling menatap membuat rizda sedikit bingung dan tidak di mengerti karena perilaku mereka
hansung terus menerus menatap Kevin dan memegang gelas dengan erat sambil mengeluarkan tatapannya lebih dingin daripada biasanya karena ia mengetahui bahwa Kevin tidak akan menyerah begitu saja untuk mendapatkan rizda
lalu karena kesal ia menarik rizda keluar dari rumah itu, dan membawanya ke dalam mobil, rizda melihat hansung begitu marah sehingga ia tidak berani menolaknya dan mengikutinya masuk kedalam mobil, karena hansung kalau marah ia sangat menakutkan seperti singa yang sedang kelaparan
disisi lain Kevin melihat mereka berdua yang masuk kedalam mobil dan sedikit iri kepada hansung, Karin melihat Kevin yang begitu sedih ia menghampirinya dan menatap jendela dimana mobil hansung perlahan lahan ingin keluar dan menjauh dari rumahnya
"apa kau menyukai kak rizda?" ujar Karin sambil melihat Kevin
Kevin mendengarkannya ia sedikit sedih sambil memegang erat dibawah jendela untuk menahan emosinya yang begitu cemburu
Karin melihat wajah dan tubuh Kevin ia sudah mengerti dan sudah diberikan jawaban oleh kakaknya tanpa diberitahukan karena Karin sangatlah peka
ketika di dalam mobil rizda tidak mengerti kenapa Hansung tiba tiba marah, dia penasaran tetapi dia tidak menanyakannya dan terus melihat Hansung yang lagi nyetir mobil sampai di depan rumah Hansung, lalu mereka keluar dari mobil
" masuklah" ujar ujar Hansung kepada rizda, rizda tidak menolaknya dan mengikuti perintahnya
" apa yang kita lakukan disini" ujar rizda sambil melihat rumah Hansung
'' aku lapar,, aku ingin kau membuat makanan untukku," ujar Hansung dan ia pergi ke kamarnya untuk pergi membersihkan badan dan meninggalkan rizda seorang diri di luar
'' baiklah'' ujar rizda lalu ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanannya
Hansung melihat rizda dari jarak jauh yang lagi membuat makanan lalu tersenyum tipis karena rizda lebih penurut kepadanya sekarang membuat ia bahagia
Hansung tersadar rizda lebih cantik dan elegan daripada biasanya ketika melihatnya begitu lama
beberapa menit kemudian mereka berdua memakan makanannya dengan lahap seperti sudah menjadi pasangan suami istri sah pada umumnya
__ADS_1