TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
ciuman pertama


__ADS_3

ketika rizda perlahan lahan mengangkatnya dengan hati hati kekasur dan membaringkannya tiba tiba hansung memeluk badannya membuat ia kaget dan terjatuh di atasnya


rizda matanya membulat lalu terdiam sejenap karena tanpa sengaja ia mencium bibir hansung ia terkejut karena itu adalah ciuman pertamanya lalu dengan cepat ia mengangkat wajahnya dan melepaskan tangannya hansung yang tidur lelap dengan berhati hati baru pergi kesamping


"apa yang aku lakukan tadi, apa begini rasanya mencium seseorang, bibirnya sangat manis " ujar rizda didalam hati sambil menyentuh mulutnya


perlahan lahan menutup matanya dan tertidur karena sebenarnya ia sangatlah mengantuk


keesokan paginya neneknya membuka pintu yang ia kunci dengan penuh berhati hati lalu ia melihat mereka berdua tidur bersama dan tersenyum kearahnya lalu menutup pintu dan tidak membangunkan mereka


"usahaku tidak sia sia" ujar neneknya sambil tertawa kecil dan meninggalkannya dengan langkah berhati hati


ketika itu hansung terbangun dan membuka matanya lalu terdiam karena ia sementara sedang memeluk rizda dengan erat yang ada disampingnya lagi tertidur


hansung menatap terus menerus rizda yang ada di pelukannya dan tersenyum


"kau sangat cantik" ujar hansung dengan suara lembut sambil memegang wajahnya


tanpa sadar hansung melihat bibir rizda yang begitu manis sehingga ia tergoda lalu perlahan lahan ia mendekatkan wajahnya untuk meraih bibir rizda lalu menutup matanya


"apa yang kau lakukan" ujar rizda yang membuka matanya hansung mendengarkan suara rizda lalu ia dengan cepat turun di ranjang dengan wajah malu


"aku tidak melakukan apa apa" ujar hansung menatap kearah lain karena ia sangatlah tegang membuat ia pergi meninggalkannya dikamar


"aku pergi dulu, aku ingin makan" ujar hansung dengan suara gugup


rizda sendiri dikamarnya dan terus melihat kearah hansung yang salah tingkah kepadanya ia tersenyum karena perilaku hansung sangatlah lucu baginya


ketika mereka makan bersama neneknya terus memperhatikan mereka berdua duduk bersama seperti pasangan yang sangat serasi lalu ia tersenyum


"apa yang kalian lakukan tadi malam" ujar neneknya


rizda terdesak karena mendengarkan neneknya dengan cepat hansung memberikan air minum kepadanya


"minumlah" ujar hansung


"terima kasih" ujar rizda langsung meminumnya selesai minum ia melihat hansung begitu lama karena


ia mengingat kejadian tadi malam bagaimana ia tidak sengaja menciumnya


"ada apa" ujar hansung kearah rizda yang terus memperhatikannya


rizdapun tersadar dengan cepat ia mengalihkan matanya ke makanannya lalu terdiam sambil memegang sendoknya


"apa tadi malam ada kejadian yang aku belum dengar" ujar neneknya tersenyum tipis kearah rizda karena tingkahnya sangat aneh


"apa nenek bicarakan, kami tidak melakukan apapun benarkan rizda?" ujar hansung kearah rizda lalu terdiam karena wajah rizda memerah seperti ada yang dia sembunyikan


"apa aku salah, apa aku melakukan sesuatu kepadamu tadi malam, kalau begitu aku minta maaf aku tidak tahu bagaimana aku bisa di kasur tadi malam padahal aku hanya tidur dikursi didekat kasurmu aku tidak sangka aku sudah terbangun ditempat tidurmu" ujar hansung dengan suara gugup dan menjelaskan semuanya

__ADS_1


"kalau begitu aku akan bertanggung jawab kepadamu" ujar hansung mencari kesempatan dengan suara gugup kearahnya


"bertanggung jawab" ujar rizda


"iya aku akan bertanggung jawab karena aku rasa aku sudah melakukan dari ekspresi wajahmu" ujar hansung


"tidak perlu, ini bukan salahmu tetapi ini salahku" ujar rizda dengan suara gugup


"aku minta maaf" ujar rizda menunduk kepalanya karena ia sangatlah malu dan wajahnya memerah


"apa yang kau lakukan dengan cucuku" ujar neneknya kearah rizda dengan wajah tersenyum manis kearah rizda


hansung menatapnya karena ia sangatlah penasaran apa yang terjadi tadi malam dengan wajah tersenyum jahat kearahnya


perlahan lahan rizda mengangkat wajahnya tetapi matanya masih melirik kebawah


"aku yang mengangkatnya keatas karena aku terbangun karena dia kedinginan baru ketika aku membaringkannya kau langsung memelukku jadi aku kaget lalu terjatuh dan tidak sengaja menciummu tadi malam" ujar rizda sambil memegang mulutnya


mereka berdua kaget ternyata rizda yang menaruhnya di ranjang dan mendengarkan pembicaraannya


"apa itu ciuman pertamamu?


bagaimana rasanya apa manis?


apa jantungmu berdebar kencang?"


ujar neneknya wajah bahagia mendengarkannya ia tidak sungkan bertanya kearah rizda hansung terdiam tetapi ia juga penasaran bagaimana reaksi rizda terhadapnya


"nek, ada apa denganku, aku tidak tahu dan yang dikatakan nenek semuanya benar" ujar rizda yang bingung


hansung mendengarkannya ia sangatlah bahagia karena rizda sudah menyukainya tanpa ia sadari


"dasar bocah kau sangatlah polos, itu tandanya kau mencintai cucuku" ujar neneknya kearah rizda


"itu menandakannya aku mencintainya," ujar rizda


"iya kapan kau merasakannya " ujar neneknya


"aku tidak tahu, aku rasa itu sudah lama aku pikir aku sakit" ujar rizda berwajah polos


"kalau begitu kau harus bertanggung jawab karena kau sudah melecehkanku" ujar hansung menatap kearahnya dengan wajah dingin untuk mencari kesempatan


"aku ingin kau tunangan denganku dan tidur bersamaku mulai hari ini" ujar hansung


"itu ide bagus, nak kau harus menerima cucuku karena kau juga mencintainya, anggap saja ini permintaanku padamu" ujar neneknya yang membujuk rizda


"baiklah, ini juga salahku aku harus bertanggung jawab, dan asalkan aku minta 2 permintaan apa boleh" ujar rizda


hansung mendengarkannya ia tersenyum dan sangatlah bahagia

__ADS_1


"apa aku akan mengabulkannya dan juga aku memiliki satu permintaan" ujar hansung kearahnya


"pertama aku ingin tunangan ini dirahasiakan karena aku harus menunggu persetujuan ayahku" ujar rizda


"yang kedua" ujar hansung


"aku tidak ingin berhubungan intim denganmu sebelum menikah" ujar rizda


"baiklah aku setuju" ujar hansung


"lalu apa permintaanmu" ujar rizda


"aku ingin kau mendengar semua perintahku" ujar hansung


"baiklah aku setuju" ujar rizda lalu makan makananya


hansung dan neneknya sangat bahagia karena rizda menerimanya


"kalau begitu jangan lama lama ya kalian harus menikah dan memberikanku cicit yang imut" ujar neneknya dengan wajah senang


"tenang saja nek, aku akan usahakan" ujar hansung sambil merangkul bahunya rizda dengan wajah bersemangat


rizda terdiam ketika mendengar neneknya dan hansung itu dan mereka makan bersama


.....tring...tring...tring.....


tiba tiba ponsel rizda berbunyi di meja lalu ia melihat itu nomor tidak dikenal ia mengangkatnya karena penasaran


"halo ini siapa?" ujar rizda


"halo anak kecil, kau sangatlah baik sekarang dan juga beruntung masih hidup ketika kau kecelakaan bersama ibumu" ujar orang misterius itu


rizda langsung terdiam


"kenapa, aku rasa kau sangatlah ketakutan, oh ya waktu kecelakaan kau pasti melihatku didepan mobil kan, sebenarnya aku tidak membunuhmu karena aku ingin kau menderita, dan juga ayahmu koma karena aku yang melakukanya" ujar orang misterius itu dengan suara tertawa lalu ia mematikan ponsel itu


"siapa dia" ujar hansung kearahnya dengan wajah santai


rizda berdiri dengan wajah menghayal lalu ia membantingkan hpnya kelantai dengan kuat sehingga hp itu hancur lalu ia terduduk di lantai dan wajah penuh ketakutan dan gemetaran


hansung langsung pergi kearahnya karena khawatir lalu memeluknya


"tidak apa apa ada aku disini" ujar hansung menenangkannya karena ia melihat tubuh rizda gemetaran sangat hebat


"minumlah" ujar neneknya sangat khawatir kepada rizda


tetapi rizda perlahan lahan mengeluarkan air matanya dan menangis hebat dipelukannya hansung


"tidak apa apa ada aku disini" ujar hansung mengatakannya dengan berkali kali untuk menenangkanya

__ADS_1


"dia membunuh ibuku dan juga karena dia ayahku koma hiks...hiks.." ujar rizda dengan suara tersedu sedu dan menagis


__ADS_2