
ketika itu rizda mendengarkan ia terdiam hansung terus melihatnya yang sedang kebingungan memilih
"pak Airin aku rasa dia harus memikirkan terlebih dahulu", ujar hansung sambil mengepalkan tangannya karena dia tidak mau rizda pergi dari perusahaannya
"yang dikatakan hansung benar, aku harus memikirkan secara matang, 3 hari aku akan memberitahukanmu" ujar rizda
"baiklah, tapi kesempatanmu hanya satu kali dalam hidupmu"ujar Airin dengan nada serius kearahnya, rizda hanya menatapnya sambil menggenggam tangannya dahyun melihat dari jarak jauh rizda yang lagi sementara bimbang memilih
hansung dan juga rizda sementara ada di mobil ketika selesai rapat hansung melirik terus kearah rizda yang sementara terdiam sambil melihat kaca pintu terbuka selama di perjalanan ke perusahaan han
ketika mereka sudah ada di dalam kantor dan sibuk lagi lagi hansung diam diam melirik rizda yang serius sedang bekerja hanya saja rizda sudah menyadari hansung terus meliriknya secara diam diam
"kau kenapa bos"ujar rizda sambil melihat kerahnya tiba tiba hansung terdiam dan mereka berdua saling menatap
"tidak, aku hanya penasaran apa kau menerimanya untuk mendapat gaji begitu banyak, aku rasa kau akan memilihnya"ujar hansung
rizda mendengarkannya ia terdiam lalu melihat berkasnya dengan wajah bingung, hansung melihatnya ia sedikit sedih tetapi tidak menunjukkan kesedihannya dengan wajah begitu dingin
"apa boleh aku kasih saran denganmu, aku ingin bilang kalau kau menerimanya karena uang aku rasa kau tidak cocok menjadi bos perusahaan"ujar hansung kearahnya
"apa maksudmu"ujar rizda langsung melihatnya
"aku ingin kau menerimanya karena benar benar kau menyukainya sesuai bakatmu, kau akan mengerti suatu hari nanti kalau kau tidak paham maksudku" ujar hansung sambil menatap berkasnya
......tring...tring......tring.........
tiba tiba suara hapenya rizda berbunyi ia melihat ternyata ayahnya lalu ia mengangkatnya dengan volume kecil supaya hansung tidak mendengarkannya
"ada apa?"ujar rizda dengan suara dingin supaya hansung yang ada didekatnya tidak mencurigainya
"aku ingin kau makan bersamaku di kafe yang pernah kita makan bersama dengan ibumu" ujar ayahnya
"baiklah" ujar rizda ia langsung menutup teleponnya lalu berdiri
"maaf bos aku ingin menemui temanku apa boleh"ujar rizda berdiri didepan hansung
"baiklah pergilah"ujar hansung
"terima kasih"ujar rizda lalu pergi
__ADS_1
hansung sedikit sedih karena rizda memanggilnya bos seperti orang asing baginya
ketika ia sudah dikafe ia memakai topi dan juga kecemata bertemu dengan ayahnya
"kau sedang apa memakai gituan" ujar dahyun melihatnya dengan wajah tersenyum
"ada apa mencariku" ujar rizda dengan suara dingin dan singkat kearah ayahnya
"kau sedikit berubah, itu juga bagus" ujar dahyun dengan wajah senang karena rizda perlahan lahan menjadi dewasa
"aku kesini untuk menanyaimu" ujar dahyun kearahnya dengan wajah serius
"apa ayah?" ujar rizda kearahnya
"apa kau menerimanya"ujar dahyun
"aku tidak tahu"ujar rizda
"gitu ya, aku pikir kau sudah memutuskannya" ujar dahyun
rizda terdiam sambil melihat es cokelat dimejanya dengan wajah sedih
dahyun kaget mendengarkannya ketika ia sedang minum air panas karena rizda sebelum diusir dari rumahnya ia sangatlah percaya diri atau dikatakan sangatlah sombong karena kejeniusannya
"hah, apa aku tidak salah dengar kau mengatakannya begitu atau kau hanya akting atau bercanda kepadaku supaya kau bisa pulang dari rumah"ujar dahyun
rizda langsung menatapnya dengan dingin setelah mendengarkannya
"apa aku terlihat hanya bercanda maupun akting semata" ujar rizda dengan suara begitu dingin dan menggunakan wajah menakutkan kearahnya membuat ayahnya terdiam
"oke, oke, aku percaya, aku hanya ingin bertanya kenapa kau mengatakan itu"ujar dahyun kearahnya sambil tersenyum terpaksa lalu berkeringat dingin
"selama ini aku sadar aku hanya mementingkan diriku, kejeniusanku dan juga aku bimbang memilih tempat kerjaku atau mengikuti orang itu hanya karena uang saja" ujar rizda
ayahnya mendengarkannya lagi lagi ia tersenyum karena selama ini ia melakukan begitu tepat untuk merubah perilakunya
"aku rasa kau sudah menemui apa yang kau inginkan, nak dengarlah didalam hatimu apa yang ingin kau lakukan,,, lakukanlah ikutilah kata hatimu" ujar dahyun menesehati rizda
ketika rizda mendengarkan ayahnya ia menyadari sesuatu lalu menatap ayahnya
__ADS_1
"terima kasih ayah"ujar rizda senang dan pergi buru buru tanpa pamit membuat dahyun kaget lalu menatapnya dari jarak jauh
"aku pikir anakku memiliki dua kepribadian"ujar dahyun sambil menggelengkan kepalanya
2 hari kemudian rizda dan Airin sedang bersama di kafe terkenal
"bagaimana apa kau menerimanya" ujar airin kearahnya rizda
"maafkan aku, aku tidak menerimanya karena aku sangatlah setia tentang pekerjaan mereka sudah menerimaku dan mendidikku apa adanya sampai aku sudah hampir sukses seperti ini, dan biarpun kau memberiku triliun satu Minggu aku akan menolaknya" ujar rizda kearah Airin sambil bersuara dingin
"kau benar benar menarik, aku sudah tau kau kesini untuk menolakku sebenarnya aku hanya mengujimu tadi kalau kau menerimanya kau tidak pantas di perusahaanku biarpun menjadi petugas kebersihan atau karyawan kecil, aku kesini hanya ingin kau menjadi anak angkatku lalu kita bekerjasama dengan bosmu" ujar Airin dengan wajah tersenyum
"anak angkat" ujar rizda lalu Airin mengangguk kepalanya
"apa manfaat bagi ku kalau aku menjadi anak angkatku"ujar rizda
"sebenarnya istri dan putri satu satuku meninggal dunia baru saja aku ingin kau menggantikannya dan menjadi ahli waris perusahaanku Ying" ujar Airin
"kenapa kau mempercayaiku padahal aku bukan siapa siapamu" ujar rizda
"aku yakin jika itu ditanganmu perusahaan ying akan semakin maju dan juga aku tidak memiliki ahli waris selain dirimu karena ketika aku bertemu denganmu kau bukanlah orang biasa semata" ujar airin
"benarkah,, kalau begitu aku setuju karena itu sangatlah berharga bagiku dan ini kesempatanku untuk memulai karir dan juga aku ingin mempunyai syarat apa kau mau melakukannya" ujar rizda kearahnya
"apa syaratnya, aku akan mengabulkannya" ujar Airin
"aku ingin kau merahasiakannya dan aku akan menjadi ahli waris diperusahaanmu ketika kau pensiun atau meninggal apa kau mau" ujar rizda
"baiklah" ujar Airin setuju permintaan rizda
di sisi lain ada seseorang misterius yang ada disamping rizda agak jauh ia menggunakan topi dan juga masker untuk menutupi dan mendengarkan pembicaraannya
"kau benar benar hebat anak kecil" ujar orang itu sambil melihat rizda lalu perlahan lahan pergi meninggalkan mereka
diwaktu yang sama tempat yang berbeda hansung bekerja tetapi tidak konsentrasi karena memikir rizda apakah ia meninggalkan kantor ini
tiba tiba rizda datang hansung melihatnya sedikit kaget kearahnya
lalu perlahan lahan rizda duduk di sampingnya mulai bekerja kembali hansung melihat tingkahnya dan menebaknya kalau ia tidak jadi meninggalkannya membuat ia sedikit senang dan mulai bekerja dengan penuh konsentrasi
__ADS_1