
keesokan harinya rizda pergi ketempat perusahaannya lagi dia mengerjakan sambil memikirkan siapa yang membunuh ibunya dan menyuruh seorang untuk menikam keluarganya
sementara itu hansung terus menerus mengikuti secara diam diam, suri, dan 2 sahabatnya rizda pergi kerumahnya karena hansung sudah mengizinkan mereka libur untuk menyelidikinya
beberapa jam ia sudah memastikan mereka bertiga tidak mencurigakan sama sekali
tringg,,,,tring,,,,tring,,,
tiba tiba bunyi hape rizda ada suara panggilan ternyata itu dari hansung
"apa ada yang tidak beres kepada mereka bertiga" ujar rizda
"tidak ada, aku sudah memeriksa mereka berjam jam tetapi tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali" ujar hansung
"begitu ya" ujar rizda
"maafkan aku" ujar hansung merasa bersalah karena ia tidak menemukan apapun sama sekali
"tidak apa apa, terima kasih aku tutup ya soalnya pekerjaanku masih lumayan banyak" ujar rizda
"baiklah, jaga kesehatanmu" ujar hansung
rizda menutup teleponnya dan
ia meminum air putih untuk menjaga pikirannya yang lagi stres dan berfikir banyak tentang masalahnya
dan melanjutkan pekerjaannya seperti biasanya
,,,tringg,,,tring,,, trinng,,,
lagi dan lagi bunyi hape rizda ternyata itu adalah Kevin
"ada apa" ujar rizda
"aku ingin kau menontonku pertandingan tingkat nasional,apa bisa" ujar Kevin
"aku sedang sibuk" ujar rizda
"ayolah, aku mohon padamu ya, satu kali ini saja, kalau kau datang aku pasti akan menang" ujar Kevin memohon kepada rizda
"baiklah, dimana" ujar rizda lalu Kevin memberitahukan lokasinya kepada rizda lalu ia meninggalkan kantor
"aku ingin kau mengurusinya lagi" ujar rizda kearah Fajri
__ADS_1
"nona, kau kemana?" ujar Fajri
"aku ingin bertemu dengan temanku" ujar rizda
"baiklah" ujar Fajri
ketika itu rizda memakai mobil sendirian tetapi Fajri sangatlah khawatir kepada rizda tanpa sepengetahuannya orang tentara itu atau anak buahnya mengikuti Dari belakang
beberapa menit kemudian ia sampai dan Kevin Sudah terkenal pada masanya, Kevin melihatnya ia tersenyum dan pertandingan mulai
sedangkan rizda terus memperhatikan Kevin yang sedang bertanding dan seperti memikirkan sesuatu
tak lama kemudian Kevin menang dalam lomba atletik renang dan timnya bersorak sangatlah keras begitu juga vensnya
"kevin!" ujar serentak vensnya
"kau sangatlah tampan dan juga berbakat!" ujar vensnya dengan suara kencang kearah Kevin
"aku mencintaimu Kevin" ujar serentak vensnya
sehingga suasana disana sangatlah ramai lalu rizda membuat kode untuk Kevin kalau dia akan menunggunya dimobilnya karena disitu akan terganggu
ternyata Kevin sangatlah peka dan tersenyum lalu dengan cepat menggantikan bajunya dan pergi secara diam diam memakai topi dan maskernya ia melewati dari belakang menuju ketempat rizda
"masuklah, nanti aku yang akan mengantarmu" ujar rizda yang sedang memegang setir mobilnya
"terima kasih" ujar Kevin dengan wajah senang
didalam perjalanan
"kau sudah lumayan terkenal ya" ujar rizda
"ini berkat dirimu, terima kasih" ujar Kevin kearah rizda
"apa maksudmu, ini bukan berkatku tetapi itu dari kemampuan dirimu sendiri karena kau sudah bisa melepaskan rasa takutmu itu yang menguasaimu lalu" ujar rizda
"kau katakan itu cukup betul tetapi kalau bukan kau, aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri dan aku pikir aku akan terus dikuasai seumur hidupku" ujar Kevin
ketika mereka sudah sampai di rumah Kevin baru yaitu rumah begitu mewah
"apa ini benar rumahmu," ujar rizda
" tentu saja, karena aku kembali atletik renang dan dikontrak oleh orang yang sangat kaya" ujar kevin
__ADS_1
"begitu ya" ujar rizda
lalu mereka keluar mobil dan Kevin mengajak rizda kedalam rumahnya ternyata ketika ia masuk ayahnya ada disitu
"nak" ujar ayahnya
"aku mengajaknya makan apa boleh yah" ujar kevin
"tentu saja boleh" ujar ayahnya
"tidak perlu, aku harus pamit" ujar rizda
"ayolah, jangan sungkan gitu denganku, makanlah" ujar Kevin sambil menariknya ketempat duduk
"baiklah" ujar rizda ia pasrah karena ia tidak berani menolak mereka yang sangat tulus
mereka makan bersama seperti keluarga
,,,,tring,,,tring,,,,,,tring,,
tiba tiba hpnya rizda berbunyi
"ada apa?" ujar rizda ternyata itu adalah hansung
"dimana kau, aku sudah dikantormu tetapi aku tidak menemukanmu" ujar hansung
"aku sedang bersama Kevin" ujar rizda
"kalian sedang ngapain" ujar hansung ia sedikit kesal karena rizda bersama saingannya
"makan bersama di rumahnya" ujar rizda
"dimana alamatnya aku ingin makan bersama dengan kalian, karena aku sangat khawatir denganmu" ujar hansung mencari alasan karena ia sangatlah cemburu, tunangannya makan bersama saingan beratnya
lalu rizda mematikan ponselnya dan
engirim lokasinya
"siapa itu" ujar Kevin
"hansung, dia akan segara datang untuk makan bersama, apa boleh" ujar rizda
"tentu saja boleh" ujar ayahnya tetapi ia sedikit sedih karena melihat Kevin seperti tidak senang
__ADS_1