
"orang aku cintai dia membunuhnya karena aku hiks..hiks..?ujar rizda
"tenanglah..tenanglah.." ujar hansung memeluk rizda dengan kuat
beberapa menit kemudian rizda tertidur dan hansung menggendongnya pergi ke kamarnya dan menyelimuti dengan lembut lagi lagi ia tergoda dengan tidurnya rizda yang begitu imut lalu ia mencium pipinya dan juga keningnya
.......tring...tring........tring.....
tiba tiba hpnya berdering ia sedikit kesal karena ia ingin lama lama dengan rizda lalu ia mengangkatnya
"ada apa" ujar hansung suara dingin
"bos, kau ada meeting ini hari yang sangat penting" ujar jin
" aku akan kesana" ujar hansung
lalu ia menutup telfonnya lalu ia melihat rizda yang sedang tertidur
"aku harus pergi sebentar, tunggu aku" ujar hansung dengan wajah tersenyum lalu meninggalkannya
hansung ingin pamit dengan neneknya
"nek, aku pergi ya, jaga calon istriku ya nek" ujar hansung kearahnya
"apa maksudmu, aku menjaganya tanpa kau bilang karena dia lebih berharga daripada dirimu" ujar neneknya
"nenek" ujar hansung
" baiklah jaga kesehatanmu hati hati di jalan ya" ujar neneknya langsung mengantarnya ke luar
sorenya hari kemudian rizda terbangun dan ia melihat matanya begitu bengkak lalu menenangkan dirinya karena masih mengingat orang yang menelfonnya lalu pergi keluar kamar untuk mandi
selesai mandi ia juga sangatlah lapar karena pagi sampai sore iya tertidur pulas karena menangis sehingga ia pergi menuju ke dapur ketika sudah memakai baju dan menyiapkan makanan karena ia pikir hansung juga akan segera pulang neneknya melihat rizda sudah baikan ia tersenyum di belakang rizda yang asik menyiapkan makanan
beberapa menit kemudian rizda sudah menyiapkan makanan diatas meja dan hansung juga sudah datang dari bekerja
"makanlah" ujar rizda tersenyum kearah hansung yang baru saja masuk sehingga hansung kembali semangat karena ia diperhatikan oleh orang ia cintai
ketika mereka semua duduk
"maaf kalau masakanku kurang enak soalnya aku baru belajar masak beberapa bulan ini" ujar rizda yang nggak percaya diri kearah hansung dan neneknya
"apa maksudmu, ini sangatlah enak" ujar hansung yang menikmati masakannya rizda
"iya kau baru belajar memasak dan masakanmu sangat enak seperti masakanku waktu kayak usiamu dulu" ujar neneknya dengan lahap memakannya
__ADS_1
"benarkah?" ujar rizda
dan mereka berdua mengangguk kepala
membuat rizda tersenyum manis dan senang mendengarkannya lalu memakan makanannya dengan lahap dan hansung melihatnya ia sangatlah senang karena rizda baik baik saja dan menerimanya lalu ia tersadar
"Riz, ada yang ingin kuberikan padamu, aku tidak tahu apa kau menyukainya" ujar hansung rizda terhenti makan
"apa?" ujar rizda
lalu hansung memberikan sebuah kotak kepadanya dan rizda mengambilnya karena penasaran
lalu ia membukanya ternyata cincin emas yang sangat mewah rizda terdiam
"apa ini untukku?" ujar rizda matanya membinar ketika melihat cincin itu
"iya, ini cincin tunangannya kita apa kau menyukainya?" ujar hansung dengan suara gugup
"wow, ini sangatlah mewah gajiku 5 bulan pasti belum bisa kubeli, aku sangat menyukainya, apa aku boleh memakainya?" ujar rizda ia sudah melupakan identitas aslinya
lalu hansung mengambil cincin itu baru memegang tangan rizda ia memasangkannya dengan lembut, rizda melirik hansung yang sedang memasangkannya cincin wajah hansung sangatlah mempesona jadi rizda terus melihatnya tak lama kemudian ia sadar ketika hansung selesai memasangkannya
"sekarang kau lagi memasangkan cincin untukku baru kita resmi menjadi tunangan" ujar hansung memberikan cincin itu dan tangannya
"baiklah" ujar rizda dengan suara gugup lalu perlahan lahan ia memasukkan cincin dijarinya
"selamat kalian berdua ya" ujar neneknya
lalu mereka melanjutkan makan makanannya ketika selesai rizda mengantar piring untuk dicuci dan hansung membantu rizda mengangkat piring ke tempat cuci piring dan rizda melihat hansung ketika ia mencuci piring
"mandilah sebelum tengah malam, itu tidak baik untuk kesehatanmu" ujar rizda kearahnya hansung
"baiklah sayang" ujar hansung langsung mencium kening rizda lalu dengan cepat ia pergi membuat rizda terdiam karena ia terkejut
"sayang?" ujar rizda memegang alisnya yang hansung cium lalu tanpa sadar dia tersenyum
tak lama kemudian ia tersadar kembali
"apa yang aku lakukan" sahut didalam hati rizda sambil menggelengkan kepalanya dan melanjutkan mencuci piring
ketika tengah malam mereka tidur bersama, rizda tidak bisa tidur karena lagi lagi ia bermimpi buruk dan terbangun dengan wajah berkeringat dan terduduk membuat hansung terbangun
"ada apa,apa kau tidak bisa tidur" ujar hansung kearah rizda
"aku mimpi buruk, maafkan aku sudah membangunkanmu" ujar rizda perlahan lahan berbaring kembali
__ADS_1
"tidak apa apa" ujar hansung dan ia mendekat dengan rizda
"apa yang kau lakukan?" ujar rizda dengan suara gugup tetapi hansung tidak menggubrisnya dan memeluk rizda dengan erat
"tidurlah aku ada disampingmu" ujar hansung tersenyum kearah rizda
dan rizda memberanikan dirinya ia juga mendekat dipelukan hansung dan tangan satunya hansung ia menggunakannya seperti bantal karena ia merasa nyaman sehingga wajah hansung dan wajahnya sangatlah dekat dan rizda tertidur karena ia sangatlah mengantuk hansung tersenyum kearahnya dan memeluk erat rizda
"tidur nyenyak sayang" ujar rizda lagi lagi ia mencium didekat bibirnya rizda dengan senyuman nakal
pagi hari kemudian rizda terbangun duluan dan ia melihat wajah hansung yang sedang tertidur ia tersenyum dan perlahan lahan menyentuh wajah hansung dengan lembut ia tertawa kecil
ia terhenti karena melihat bibir hansung ia mengingat rasanya ketika ia mencium bibirnya yang ia tidak sengaja dan perlahan lahan ia ingin meraih bibirnya sambil memegang wajahnya hansung dan menutup matanya,
hansung terbangun dan membuka matanya dan ia melihat rizda ingin menyiumnya jadi ia juga menutup matanya tetapi rizda berhenti dan hidungnya mengenai hidungnya hansung,
rizda terhenti karena masih ragu ragu dan membuka matanya hanya saja hansung langsung menciumnya membuat rizda terdiam lalu hansung melepaskannya
"apa kau ingin mencobanya lagi" ujar hansung kearah rizda membisikkan dengan suara menggodanya di telinganya dan menciumnya kembali
rizda perlahan lahan membalasnya dan menutup matanya mereka melakukannya sangat lama
ketika makan bersama
"aku ingin pergi ke perusahaan yuhan, karena itu juga tanggung jawabku sebagai ahli waris kelak apa kalian mengizinkan aku?" ujar rizda kearah hansung dan neneknya
"pergilah, untuk apa aku melarangmu lakukanlah sesukamu tetapi ketika kau pergi aku yang akan mengantarmu" ujar hansung tersenyum kearahnya dan rizda tersenyum kearahnya dan melanjutkan makanannya
sesampainya di perusahaan yuhan rizda ingin membuka pintu tetapi hansung menguncinya
"kenapa kau menguncinya" ujar rizda kearahnya
"kau melupakan sesuatu" ujar hansung
"apa,aku pikir tidak ada" ujar rizda
"kau melupakan mencium tunanganmu" ujar hansung
"kau" ujar rizda
"lakukan atau kau tidak bisa turun" ujar hansung tiba tiba rizda mencium pipinya membuat hansung terdiam
"apa aku bisa turun" ujar rizda
"baiklah" ujar hansung
__ADS_1
lalu rizda membuka pintu dan keluar di mobil hansung terus melihatnya dan memegang pipinya yang bekas rizda lalu tersenyum dan tertawa kecil karena rizda sangat mematuhi apa yang ia inginkan