
hansung dan juga rizda saling menatap didepan neneknya
"kau, orang yang ada di lift itu kan"ujar rizda kearahnya tetapi hansung hanya cuek kepadanya lalu ia pergi duduk disamping neneknya
"nak, apa kalian sudah bertemu, duduklah,ceritakan bagaimana kau bertemu dengan cucuku"ujar neneknya sambil menyuruh rizda duduk, tanpa segan ia duduk didepan nenek dan hansung
"dia cucumu nek, aku bertemu dengannya ketika aku melamar kerja diperusahaan Han, aku ketemu di lift ketika aku buru buru melamar kerja untung saja kakak senior ini memperbolehkan aku masuk, kalau tidak mungkin aku tidak akan di terima"ujar rizda yang asik menceritakan kejadian pertama kali mereka bertemu dilift
dan pengantar makanan sudah datang dan rizda langsung makan dengan lahap tanpa peduli orang orang disekitarnya nenek melihat rizda ketawa kecil karena tingkahnya dan juga hansung melihatnya lalu terdiam karena rizda yang asyik makan dengan lahap
"berapa semuanya"ujar hansung kearah pengantar makanan itu
"maaf ini sudah dibayar dengan nona itu"ujar pengantar makanan itu sambil tangannya menunjuk kearah rizda yang sedang makan lalu ia berpamit dan pergi
hansung dan nenek itu melihat rizda ketika ia mendengarkan pengantar makanan itu membuat nenek tersenyum tipis dan ikut makan
"kenapa kau pesan tiga mangkok padahal aku belum datang," ujar hansung dengan suara dingin ia barusan bersuara kearah rizda membuat rizda berhenti karena suaranya begitu merdu bagi dia dan rizda tersadar kembali
"aku memesan tiga, sebenarnya,,,, aku ingin dua mangkok karena aku sangat lapar, kau datang jadi aku memberikanmu saja"ujar rizda suara begitu kecil dengan wajah begitu polos kearah mereka berdua
lalu ia tidak ragu ragu melanjutkan makan makanannya lagi dengan lahap
neneknya mendengarkan lagi lagi ia tertawa kecil kearahnya melihat tingkah lakunya begitu baik hati
dan mereka bertiga makan dengan lahap ketika selesai rizda ingin berdiri dan pamit kearah mereka berdua
"aku sudah selesai makan" ujar rizda ketika ia ingin pergi
hansung bersuara kearahnya dengan suara santai kearah rizda yang sedang berdiri yang mau keluar
"aku akan menggantikan uangmu, berapa,,, katakanlah,," ujar hansung sambil memeriksa dompetnya di kantong celananya
__ADS_1
beberapa menit kemudian Hansung tidak menemukan dompetnya sehingga ia menggeledah semua kantong celananya dan juga bajunya
ternyata ia lupa dompetnya di perusahaan karena terburu buru ingin bergegas menemui neneknya
meninggalkan dompetnya tanpa ia sadari
rizda melihat hansung seperti mencari dompetnya ia tersenyum kearah hansung
"tidak usah, aku ikhlas kok, aku senang karena kalian menerimaku makan bersamamu, dah nenek, kak senior aku pergi dulu ya"ujar rizda suara santai kearahnya dan pergi dengan wajah tersenyum lebar
hansung melihatnya terus menerus sampai rizda tidak kelihatan
"apa kau tertarik dengannya, dia sangatlah baik dan aku rasa dia belum mengetahui kalau kau bos perusahaan itu"ujar neneknya kearah hansung
"tertarik, aku rasa itu tidak mungkin" ujar hansung mengelak neneknya, tapi neneknya mengetahui hansung mulai jatuh cinta kepada rizda tanpa ia sadari membuat ia tersenyum lebar
sore hari kemudian Angga yang sudah dipecat diperusahaan impiannya padahal ia baru saja di naikin jabatannya sekarang Angga mencari pekerjaan tetapi ia juga belum dapat dan ia terus mencari karena istrinya mengetahui lalu ia dimarahi ketika dijalanan ia berjalan dengan wajah murung tanpa ia sengaja ia melihat istrinya bersama laki laki lain dengan menggunakan mobil mewah ia melihatnya dari jarak jauh lalu ia bersembunyi hampir saja istrinya melihatnya ternyata istrinya selingkuh darinya membuat ia marah ia lagi lagi ngintip istrinya menuju hotel lalu mengikutinya dari belakang tanpa diketahui istrinya
"113"ujar Angga suara kecil
lalu pergi mencari kamar itu sambil berlari ia menemukannya dan pintu itu mereka tidak menguncinya
lalu Angga membuka perlahan lahan pintu itu ia terdiam karena istrinya dan selingkuhannya melakukan yang seharusnya mereka tidak lakukan
Angga melihatnya sangat emosi sambil mengepalkan tangannya lalu ia pergi masuk dengan cepat membuat mereka berdua terhenti dan laki laki itu melirik kearahnya sedangkan istrinya tidak kaget sedikitpun karena ia sadar dan ia sengaja untuk tidak menguncikan pintu supaya Angga melihatnya
"kau siapa" ujar laki laki itu sambil melihatnya lalu ia hanya langsung memukul laki laki itu dengan penuh emosi ia memukulnya dengan keras terus menerus laki laki itu
"hentikan"ujar istrinya dan mendorong Angga lalu ia memeluk selingkuhannya
"kenapa kau membela laki laki brengsek ini padahal aku suamimu"ujar Angga suara berteriak kearah mereka berdua
__ADS_1
"kalau begitu kita cerai saja !!! aku tidak ingin hidup bersamamu lagi, karena kau sangatlah miskin sekarang, sadarlah!! mana mungkin saya menyukaimu"ujar istrinya suara serius kearahnya sambil memeluk selingkuhannya
Angga mendengarkannya
"baiklah kita cerai !!! "ujar Angga langsung pergi karena ia sangatlah emosi ia tidak mau memukul istrinya karena ia masih mencintainya dan meninggalkan mereka
malam pun tiba ia sedang minum minum banyak di bar karena ia menyesal sudah meninggalkan sila demi wanita cantik yang ingin hartanya saja
"kenapa,,,,kenapa,,,aku begitu bodoh untuk mencintai wanita jahat itu,,,, apa ini balasannya karena aku selingkuhi sila"ujar Angga menangis histeri
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,"ujar Angga menangis keras dengan wajah begitu mabuk lalu beberapa menit saja ia langsung pingsan Dibar itu
keesokan harinya rizda lagi lagi diajak oleh suri pergi ke tempat latihan pacarnya
ketika sampai rizda melihat Kevin yang sedang menatap air di kolam renang dengan tatapan begitu sedih
"suri aku ingin pergi dengan temanku"ujar rizda sambil menunjuk Kevin suri melihatnya dan mengangguk kepala lalu rizda menghampiri Kevin berdiri berada didekat kolam
"apa kau masih takut"ujar rizda Kevin mendengarkan suara rizda ia langsung sadar dan menatapnya
"kapan kau kesini"ujar Kevin kearah rizda
"barusan tadi, aku pikir kau mendengarkannya"ujar rizda
"begitu ya" ujar Kevin sambil menatap kolam itu dengan wajah begitu sedih
rizda melihat Kevin begitu sedih lalu ia mempunyai ide dan ia memegang tangan Kevin secara tiba tiba membuat kevin kaget dan hampir jatuh lalu ia kearah rizda dan terdiam
''apa kau gila'' ujar Kevin dengan nada kaget, dan sedikit kesal karena ia sedikit tergelincir ke kolam
"bagaimana aku menemanimu dan membantumu? untuk menghilangkan rasa takut di dalam dirimu"ujar rizda
__ADS_1
dengan suara lembut kearahnya sambil tersenyum manis kearahnya membuat Kevin yang kesal tadi , terdiam dan melihat terus kearah rizda