
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
tak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi dan menatap dahyun dan hansung
" jangan khawatir, dia baik baik saja" ternyata ruang operasi berjalan dengan lancar membuat Hansung dengan ayahnya sangatlah bahagia
"hanya saja ia tidak sadarkan diri, aku tidak tahu kapan dia akan sadar,, paling cepat dia akan sadar bertahun tahun dan bisa juga selamanya dia tidak sadarkan diri lagi,, maafkan aku " ujar dokter itu
"apa maksudmu, tidak sadarkan selamanya?" ujar dahyun ia tadinya senang menjadi murung ketika mendengarkan itu
lalu dokter itu langsung meninggalkan mereka berdua
hansung dan dahyun memasuki ruangan rizda yang sedang terbaring di ruangan itu dengan keadaan koma lalu mereka terdiam
"nak,,, kumohon sadarlah, kumohon sadarlah!!" ujar dahyun menangis tersedu sedu
" paman" ujar hansung
" aku yakin, dia akan selamat," ujar hansung menangis yang sedang memeluk dahyun untuk menenangkannya
2 tahun kemudian
seperti biasanya, hansung ada di perusahaannya untuk mengelolahnya
semenjak rizda di rawat kerumah sakit, hansung tidak pernah lagi tersenyum sedikit pun dan semakin dingin karena ia merasa bersalah kejadian 2 tahun yang lalu
malam harinya hansung pulang dan ingin beristirahat hanya saja ibunya dengan cepat menghampirinya dan membawakan baju untuknya
" pakailah, kita akan pergi ke suatu tempat" ujar neneknya
" kemana? ini sudah malam, aku mengantuk" ujar hansung yang langsung menolak neneknya
" ayolah" ujar neneknya membujuk cucunya
" ada apa, kenapa nenek membelikan baju,, apa ada acara" ujar hansung melihat baju begitu bagus dengan suara tidak semangat
" kau akan menyukainya , satu kali ini saja, kau megikutiku, aku mohon kepadamu " ujar neneknya
" baiklah, aku akan pergi kalau begitu aku memakainya" ujar hansung bergegas dengan jalan begitu lesuh karena ia terpaksa mengikuti keinginan neneknya
ketika mereka berhenti ternyata mereka ada di kafe lalu neneknya pergi ke dalam membuat Hansung masuk ke dalam kafe itu juga dengan terpaksa
ketika masuk hansung melihat dari jarak jauh menatap gadis yang sedang duduk meminum susu seperti ia kenAli lalu terkejut sehingga itu ia terdiam
"diaa,,," ujar hansung lalu berjalan kearahnya
ternyata itu adalah rizda membuat Hansung terdiam dan sangat senang lalu terus menatapnya karena ia sedikit tidak mempercayai apa yang ia lihat
" rizda" ujar hansung
Hansung tersadar bahwa rizda seperti tidak mengenalinya
" paman, ada apa dengannya" ujar hansung kearah dahyun
"maafkan aku, aku tidak mengenalimu" ujar rizda
" tidak apa apa, aku senang kau sudah sadar, bagaimana kabarmu apa baik baik saja sekarang " ujar hansung yang memegang badannya rizda untuk memeriksanya
__ADS_1
lalu menatap rizda, dan iapun tersadar
" maafkan aku, aku bertindak berlebihan" ujar hansung ia sedikit bersalah tetapi senang
"aku baik baik saja, terima kasih sudah mengkhawatirkanku" ujar rizda tersenyum kearahnya
" jangan cuman ngobrol, ayo kita makan bersama" ujar dahyun yang mengambil makanannya
lalu mereka berempat makan makanan dengan lahap
" rizda" ujar dahyun
" iya, ayah, ada apa?" ujar rizda
" sebenarnya, dia adalah tunanganmu, hansung yang ayah ceritakan kepadamu" ujar dahyun
rizda, hansung dan neneknya terdiam lalu berhenti makan
"sebenarnya, kalian akan menikah, hanya saja kau mengalami kecelakaan membuat pernikahan itu ditunda, aku ingin kalian menikah, apa kau bersedia " ujar dahyun dengan serius menatap rizda
" paman kurasa jangan terburu buru, karena ia tidak melupakan se,,," ujar hansung lalu dipotong oleh rizda
" baiklah, aku bersedia" ujar rizda tanpa ragu mengatakannya lalu memakan makanannya membuat mereka terdiam
"apa kau bilang? kau menerimaku?" ujar hansung seperti tidak mempercayainya
lalu rizda mengangguk kepalanya menandakan di dia setuju dengannya
keesokan harinya Rizda pergi ke perusahaan Han untuk mengunjungi hansung hanya saja dia menabrak seseorang ternyata itu adalah suri
" maafkan aku, amafkan aku" ujar suri langsung menunduk kepalanya
suri mendengarkan itu ia langsung mengangkat kepalanya karena suara itu familiar baginya lalu menatap rizda
" rizda, apa itu benar benar kau" ujar suri dengan agresif menyentuhnya dan memeluknya karena ia merindukan sahabatnya , hanya saja asisten pribadi rizda langsung mendorongnya dan ia hampir jatuh
" dasar, tukang kebersihan, berani beraninya kau menyentuh nonaku, dia anak satu satunya perusahaan yuhan, rizda yuhan " ujar asisten itu
" kenapa kau mendorongnya" ujar rizda kearah asistennya membuat asistennya terdiam karena rizda sedikit
lalu mendekat dengan suri
" maafkan aku, akuu " ujar suri ia kaget ternyata identitas rizda sangatlah tinggi dan sedikit gugup
"apa kau mengenalku?" ujar rizda kearah suri
"rizda" ujar hansung menghampiri kearah mereka berdua
"suri" ujar hansung
"kau mengenalnya" ujar rizda
" iya, aku menfennya, dahulu, dia sahabatmu" ujar hansung
"sahabat" ujar rizda
'" iya" ujar hansung
__ADS_1
" maafkan rizda , sebenarnya dia baru saja sembuh dan dia lupakan" ujar hansung menjelaskan kepada suri membuat suri kaget
" maafkan aku, karena aku tidak mengingatmu" ujar rizda dengan wajah tersenyum tipis
" tidak apa apa , aku baik baik saja" ujar suri
" ayo, aku ingin pergi ke suatu tempat" ujar hansung kearah rizda dan merangkul bahunya
"maaf kami pergi ya" ujar rizda lalu mereka pergi..
suri langsung pergi menghampiri semua anggota kebersihan dan menyampaikan bahwa rizda adalah anak tunggal di perusahaan yuhan membuat semuanya kaget
dan langsung mengecek identitasnya rizda lewat headphone
tak lama kemudian mereka langsung kaget histeri dan ada yang mimisan dan pingsan karena mereka menemukan foto rizda bersama keluarganya
"apa ini masuk akal" ujar mereka serentak dengan nada kaget
disisi lain hansung dan rizda pergi kesebuah pemakaman dimana pemakaman itu iyalah Kevin framansyah
" dia siapa? apa dia temanmu" ujar rizda sambil menatap foto Kevin
" dia adalah orang yang berani, karena dia, kau masih hidup" ujar hansung
membuat rizda terdiam
" apa dia yang menyelamatkanku" ujar rizda
" iya itu benar, aku terlambat, kalau bukan dia menahan peluru itu, kurasa aku tidak bisa menemuimu" ujar hansung ia menceritakan semuanya
" benarkah?" ujar rizda dengan wajah sedik dan merasa bersalah karena ia tidak mengingat sama sekali
" sebelum ia meninggal, ia pernah menyuruhku untuk menjagamu dengan baik selamanya" ujar hansung kearah rizda
ternyata 2 tahun lalu sebelum kevin meninggal ia bertemu dengan hansung di laut dan berkata
'' apa kau benar benar menyukainya" ujar Kevin kearah hansung
" benar, aku benar benar menyukainya , kenapa? apa kau ingin mengalah kepadaku dan membiarkan dia ada di sisiku?" ujar hansung sambil menatap laut
"iya, aku akan memberikan dia kepadamu" ujar kevin
membuat Hansung terdiam ia seperti tidak mempercayainya
"asalkan, kau harus berjanji kepadaku, bahwa kau akan menjaganya selamanya " ujar kevin tersenyum kearah hansung
" apa maksudmu, biar kau tidak menyuruhku aku akan menjaganya dengan baik* ujar hansung dengan wajah tersenyim
hansung tersenyum mengingat kejadian itu
" Kevin, terima kasih karena kau menjaganya dari sana, jangan khawatir aku akan menjaganya dari sini" ujar hansung lalu memeluk erat rizda
''ayo kita pulang" ujar hansung
" baiklah" ujar rizda
lalu mereka pulang .
__ADS_1
dan ceritapun tamaatt ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,.
terima kasih sudah menontonnya