
mereka berdua saling menatap dan rizda pergi kedepan hansung
"dia ingin membatu aku sudah memberitahukan resikonya" ujar rizda
" begitu ya" ujar rizda tersenyum kearah hansung karena ia mengetahui kalau hansung menyukainya
"bocah, apa hubungan kalian" ujar rizja mengarah kerizda
"dia sahabatku, dan jangan banyak tanya aku kesini hanya ingin mengetahui siapa yang ingin membunuhku" ujar rizda dengan suara santai dan penasaran
hansung mendengarkannya ia terkejut dan terus melihat rizda
" aku lihat kau sangatlah berubah, apa ayahmu melakukan sesuatu jadi dulunya bocah yang kekanak kanakan menjadi dewasa" ujar rizja kearah rizda dengan wajah tersenyum tipis
"aku tidak ingin membicarakan tentang pribadiku, kalau kau tidak bilang aku akan membunuhmu" ujar rizda
" baiklah, kemarilah" ujar rizja menunjukkan video kecelakaannya yang ada di leptop rizda dan hansung pergi karena penasaran
rizda melihat video itu lalu perlahan lahan ia mengingat kejadian itu tetapi masih buram ia memaksakan mengingat itu lalu ketika kecelakaan ia juga mengingat seorang lelaki turun dimobil yang didepan mobilnya yang kecelakaan perlahan lahan ia tersenyum puas lalu pergi tetapi ia belum mengingat wajahnya
"ada seseorang lelaki yang melihat mobilku yang kecelakaan baru ia tersenyum" ujar rizda dengan suara gemetaran sambil memegang kepalanya karena ia ingin memaksakan untuk mengingatnya
ketika mereka semua mendengarkannya langsung mengarah kepada rizda
"apa kau mengingatnya" ujar rizja
"jangan menanyakannya apa kau tidak liat ia memaksakan untuk mengingatnya" ujar hansung lalu ia pergi kearah rizda dan memegang tangdengan yang berada dimeja yang gemetaran dan satunya ia memegang tangannya di kepala rizda
"jangan memaksakan dirimu, suatu hari kau akan mengingatnya" ujar hansung kearah rizda kepalanya dan kepala rizda sangatlah dekat dan suara begitu lembut untuk menenangkanya
rizda menatapnya tiba tiba jantungnya berdetak kencang ketika ia melihat wajah hansung begitu dekat dengannya
"wajahmu terlalu dekat denganku apa boleh kau menjauh aku tidak nyaman" ujar rizda kearahnya dengan suara canggung
hansung tersadar lalu dengan cepat melepaskan tangannya dan menjauh dari rizda
" maafkan aku" ujar hansung
" tidak apa apa" ujar rizda
"ada 3 orang yang aku curigai" ujar rizja
rizda dan hansung mendengarkannya ia langsung mengarah kepadanya
"mental, jiwo dan Lufi" ujar rizja sambil mengasih berkasnya
__ADS_1
" kenapa dia ingin membunuh ibuku dan aku" ujar rizda
"ahli waris" ujar rizja dengan suara santai
beberapa menit kemudian rizda dan hansung berada di mobil, selama didalam hansung ingin mempertanyakan banyak hal tetapi dalam kondisi rizda saat ini dia tidak berani mengatakannya rizda orangnya sangatlah peka tentang banyak hal kecuali cinta
" kau pasti bingung kan, tanyakanlah aku akan menjawabnya dengan jujur" ujar rizda kearah hansung yang berada duduk disampingnya
hansung menyetir mobil itu lalu ia langsung singgah dipinggir jalan dan menanyakannya karena penasaran
"apa ayahmu belum meninggal" ujar hansung kearahnya
"belum" ujar rizda dengan jawaban yang sangat pendek
"kenapa kau ingin membohongiku dan siapa kau" ujar hansung kearahnya
hanya saja hansung memberikan pertanyaan yang begitu rizda hanya diam karena ayahnya tidak mengizinkannya untuk memberi tahu kepada seseorang identitas aslinya
"aku tidak bisa memberi tahukan kepada seseorang identitas asliku karena aku sudah berjanji kepada ayahku" ujar rizda menjelaskan kepada hansung alasan ia menyembunyikan identitasnya
"kalau dia apa dia sudah mengetahuinya" ujar hansung yang ia maksud adalah Kevin
"siapa" ujar rizda
"Kevin" ujar hansung
hansung mendengarkannya ia cukup senang karena Kevin belum mengetahui apa apa lalu ia juga lebih senang karena rizda sudah mulai terbuka dengannya
beberapa jam ini mereka seperti detektif menyelidiki identitas satu persatu seseorang seperti di foto tanpa ketahuan yang diberikan pamanya tanpa sadar mereka melakukan bersama dan semakin lebih akrab daripada dulu
tetapi mereka berdua tidak menemukan apa apa lalu istirahat dan duduk karena kecapean hansung pergi membelikan minuman dingin kepada rizda dan minum bersama
malampun tiba dahyun pulang dari kerjanya ia sangatlah kelelahan dan mengunci rumahnya ketika dahyun pergi ke kamarnya ia ditikam seseorang yang memakai jubah lalu pergi lewat jendela karena Fajri datang untuk memberikan sesuatu ketika Fajri melihat bosnya ada dilantai dan mengeluarkan banyak darah mengalir keluar dengan cepat ia pergi kebosnya karena khawatir
"bos, bos, bos" ujar fajri dengan panik ia menelpon ambulans dan polisi baru melihat jendela terbuka lalu pergi melihat jendela itu tetapi pelakunya sudah pergi jauh
beberapa menit kemudian dahyun dibawa ke ruang UGD untuk dioperasi ketika selesai ia mengalami koma dan tidak sadarkan diri
keesokan harinya rizda dan hansung seperti biasanya ia bekerja diperusahaan Han tiba tiba ada yang mendobrak pintu dengan kuat mereka berdua kaget ternyata itu adalah Fajri
"kau adalah asisten presedir dahyun kenapa kau ada disini" ujar hansung kearahnya lalu Fajri kearah rizda perlahan lahan dengan kegemetaran lalu sujud kearahnya
" ada apa mencariku" ujar rizda
"nona, ayahmu sekarang ada diruang UGD dia ditikam seseorang tadi malam, maafkan aku tidak bisa menjaganya" ujar fajri
__ADS_1
rizda dan hansung mendengarkannya ia terdiam dan terkejut
"nona" ujar hansung dengan wajah penasaran
lalu dengan cepat rizda pergi keluar menuju rumah sakit hansung mengikutinya dan membawanya kerumah sakit
tiba dirumah sakit mereka pergi keruang dahyun dan rizda melihatnya terdiam karena ayahnya belum sadarkan diri dan koma disisi lain hansung terkejut ternyata identitas asli rizda adalah anak dari perusahaan terbesar dan terkenal
"kau pasti terkejutkan, nona diusir oleh ayahnya untuk memperbaiki dirinya dan mandiri, jangan menyalahkannya karena merahasiakannya" ujar Fajri kearah hansung
" begitu ya" ujar hansung lalu ia memegang bahu rizda yang lagi terdiam tanpa sadar ia langsung memeluk rizda dan erat
" menangislah" ujar hansung perlahan lahan rizda menangis dengan kuat dan histeri karena melihat kondisi ayahnya Fajri melihat mereka berdua lalu meninggalkan mereka
beberapa menit kemudian rizda sudah tenang dipelukan hansung lalu hansung melihatnya perlahan lahan melepaskannya dari pelukannya mereka saling bertatapan
"terima kasih" ujar rizda dengan suara gugup
"tidak perlu sungkan" ujar hansung
ketika tengah malam rizda tertidur hansung diam diam mengantarkannya dirumahnya karena khawatir akan keselamatannya
lalu ketika sampai ia menggendong rizda kekamarnya dengan hari hati dan memberikan selimut dengan hangat kearahnya ia memberanikan diri untuk mencium kening rizda dengan penuh kasih sayang
hansung tak sadar kalau ia diperhatikan neneknya yang ada dibelakangnya
"kenapa dia" ujar nenek itu tiba tiba bersuara hansung yang lagi mencium rizda dengan lama ia terkejut karena neneknya
"nek, bisakah dia bermalam disini, aku khawatir dengan keselamatannya" ujar hansung kearah neneknya
"keselamatan, apa maksudmu" ujar neneknya sedang panik
lalu hansung menjelaskan perlahan lahan kepada neneknya jadi neneknya mengerti lalu tersenyum
"tidak apa apa, aku juga senang dia bermalam disini, jangan lupa ya kalau jadian kalian harus langsung menikah supaya aku sering melihatnya" ujar nenek itu karena ia sudah menyukai krakter rizda dari dulu
"baiklah nek" ujar hansung
"kalau begitu jaga dia ini malam" ujar neneknya langsung menguncinya dari luar dengan wajah tersenyum
"nek apa yang kau lakukan" ujar hansung langsung menelpon neneknya
"aku lakukan demi dirimu, kau harus cepat menikah dengannya lalu buatlah cucu untukku" ujar neneknya lalu ia menutup telefon
hansung perlahan lahan mendekat dengan rizda lalu ia duduk disampingnya karena ia tidak mau tidur dengannya karena ia takut akan melakukan kesalahan besar dan tertidur disampingnya rizda
__ADS_1
ketika hansung tidur rizda perlahan lahan membuka matanya ternyata selama ini rizda tidaklah tidur dan mendengarkan semua
percakapannya dengan neneknya lalu ia tersenyum dan memegang wajahnya hansung dengan lembut lalu rizda tidak tega melihatnya tidur dikursi padahal cuacanya sangat dingin sehingga ia dengan hati hati membawa hansung kekasur