
...****************...
Ketika rizda pergi dari situ, bapak itu melihat dari jarak jauh dan seseorang laki laki menghampirinya ternyata itu adalah hansung
" terima kasih sudah membantuku, ambilah" ujar hansung
ia mengasih uang kepada bapak itu lalu pergi ternyata hansung menyuruhnya untuk membantu rizda karena ingin balas Budi kepadanya yang telah membantu neneknya untuk menyebrang
beberapa jam kemudian rizda pergi kerumah pemilik rumah sewaan yang terakhir untuk melihat sewaan rumahnya, mau tidak mau rizda langsung membayarnya karena hari mulai gelap, ia berkunjung dan melihat bersama pemilik rumah itu
sebelum pemilik rumah itu pergi ia mengatakan kepada rizda
'' rumah itu sangatlah bagus, kau tidak akan kecewa dengan rumah sewaan ku" ujar ibu pemilik rumah itu dengan wajah tersenyum kepadanya membuat rizda tidak sabar lagi memasuki rumah itu
ternyata.............
ketika rizda membuka rumah barunya ia terdiam karena melihat rumahnya sekarang sangatlah berdebu dan berantakan dan juga di atap dapur ada genteng yang telah bocor dan membuat air hujan mengalir kelantai karena tidak ada yang pernah menyewa rumah ini selama bertahun tahun
"ahh,,,,, dia menipuku ,,,,,,tidak apa apa jangan putus asa, ayo mulai beres beresnya" ujar rizda menyemangati dirinya sendiri dengan wajah semangat
ia perlahan lahan membereskannya kotoran dan debu yang ada di kamarnya, ruang tamu dan juga memperbaiki atap bocor membuat ia kebasahan karena atap itu ada air hujan
dan ia tergelincir di atap itu membuat atap itu hancur lalu ia terjatuh membuat dapurnya berantakan dan basah
rizda terbaring dan menatap langit dan melihat bintang dan lalu ia mengingat kenang kenangan masa kecilnya bersama ibunya yang selalu ada disampingnya
__ADS_1
lalu perlahan lahan ia tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri dan ia bangkit dan mulai berfikir karena ia membenci menyerah sehingga ia tidak putus asa lalu dengan menggunakan akalnya dan kejeniusannya ia ia melakukannya dengan baik hanya saja ia sangatlah basah tetapi ia tidak peduli dan terus memperbaiki atap dapurnya
beberapa menit kemudian ia berhasil dan terbaring dilantainya karena ia sangatlah kecapean dan tersenyum kearah atap yang baru ia buat dengan tubuh yang lemas
"aku berhasil" ujar rizda dan ia bangkit dan membersihkan badannya, ia biasanya mandi memakai kolam kecil dan air hangat
tetapi ketika sekarang ia mandi hanya menggunakan ember kecil dan agak kotor dan air mandi itu begitu dingin membuatnya ia kedinginan karena belum terbiasa
" aku tahu" ujar rizda yang memakai ulang bajunya dan memikirkan cara karena ia sudah tidak sanggup mandi air begitu dingin
ketika itu ia memiliki ide dengan memasak air dan mencampurkan air dinginnya itu membuat ia kembali mandi air panas buatannya
diwaktu yang berbeda ternyata bapak itu adalah ayah dari Kevin framansyah ia seorang atletik renang frofesional diusianya 18 tahun
"ayah,,,kita dari mana?" ujar Kevin kearahnya dengan baju begitu lusuh dan rambut berantakan ternyata ia sekarang menjadi kerja paruh waktu
ayahnya melihat karena ia merasa bersalah terhadap Kevin karena dia tidak bisa membiayai untuk melanjutkan perguruan tinggi padahal Kevin dulu sangatlah populer dan membanggakan dan juga lumayan pintar
"nak, maafkan aku, karena aku tidak berguna kau terkena imbasnya" ujar ayahnya dengan wajah sedih dan merasa bersalah
"apa maksudmu ayah, ayah sudah melakukan terbaik untukku lihat saja nanti aku akan populer seperti dulu dan juga terkenal" ujar Kevin dengan suara tersenyum kearahnya
membuat ayahnya tersenyum perlahan kearahnya
"terima kasih, kau benar benar anakku yang baik, aku selalu bangga kepadamu" ujar ayahnya
__ADS_1
ia tidak mau ayahnya merasa bersalah karena dirinya ia juga bersyukur karena ada yang menjaganya dan merawatnya dan ia hanya memiliki seorang ayah dan ibunya telah meninggalkannya sejak kecil ketika usianya 5 tahunan karena ada kesalahpahaman dengan ayahnya
keesokan harinya rizda mencari pekerjaan kemana mana tetapi beberapa jam ini ia belum menemukannya membuat ia sangatlah kelelahan membuatnya hampir putus asa hanya saja ia mendapatkan koran yang berisi tentang
" lowongan pekerjaan menjadi petugas kebersihan sore ini jam 3 di perusahaan Han"
ia mau tidak mau melakukannya dan melihat jam tangannya ternyata ini sudah jam 2. 45 menit membuat ia berlari sangat kencang
ketika ia sudah sampai di perusahaan Han ia melihat koran itu dengan wajah penuh keringat dan kelelahan
"lantai 3 , tempat berkumpul penerimaan petugas baru" ujar rizda dan ia menghela nafas dan berlari terus, ketika itu ia melihat lift
tanpa pikir panjang ia berhentikan lift itu dan ia melihat seseorang ternyata itu adalah hansung ia melihatnya terus menerus karena ketampanannya dan terdiam dan hansung melihatnya dan mereka terus menatap
dan beberapa detik rizda tersadar dan masuk
"maafkan aku yang telah memberhentikan liftnya, karena aku sangat buru buru senior" ujar rizda ia tidak tahu hansung adalah bos besar di perusahaan ini tetapi hansung hanya diam
"siapa namamu, aku ingin akrab denganmu aku rasa kau bisa mengajariku nanti ketika aku bekerja mohon bimbinganmu ya" ujar rizda dan liftnya terbuka
tiba tiba rizda menepuk pundaknya dengan lumayan kuat membuat hansung kaget, rizda melihatnya dengan wajah tersenyum kearahnya membuat hansung menatapnya tidak bisa memarahinya
rizda lalu pergi berjalan dengan cepat meninggalkan hansung dilift dan hansung melihatnya dari lift yang Yanng semakin jauh terus menerus
dan perlahan lahan Hansung tanpa sadar tersenyum kearahnya dan liftnya tertutup
__ADS_1