
ketika rizda keluar orang itu tersenyum kearahnya dan bunuh diri menggunakan senjata tajam yang ada diperutnya lalu polisinya dan rizda kaget dan memeriksanya
"apa yang kau lakukan paman" ujar rizda
"aku ingin menembuskan dosaku terhadap keluargamu, karena aku dulu juga sahabat dari ayahmu dan juga ibumu, aku percaya kau bisa mengatasinya" ujar orang itu membisikkan telinga rizda
dengan wajah tersenyum sehingga rizda terdiam sejenap lalu orang itu langsung dibawa kerumah sakit oleh polisi itu dan ia melihatnya dari belakang
malamnya pun tiba rizda sedang menyiapkan makanan di meja makan karena ia pulang cepat daripada hansung
neneknya dan hansung menikmati masakan rizda perlahan lahan makanannya semakin enak
"sayang ini sangat enak" ujar hansung kearahnya lalu terdiam karena melihat rizda seperti ada masalah
"kau kenapa" ujar hansung
"tidak apa apa" ujar rizda ia tersadar kembali baru ia langsung makan makanannya
"tidak usah peduli dia, dia mungkin hanya kecapean dari pulang kerja kan sayang" ujar nenek itu tersenyum kearah rizda
"iya nek" ujar rizda ia tidak mau memberitahukan kepada neneknya karena ia tidak mau mengkhawatirkannya
hansung sudah mengetahui sifat rizda jadi ia merasa ada yang salah kepadanya dan tidak bertanya lagi kepadanya
ketika selesai rizda seperti biasanya mencuci piring tetapi lagi lagi ia memikirkan apa yang dibilang orang itu dan tangannya perlahan lahan gemetar karena takut
rizda ia tidak sadar bahwa hansung melihatnya dari samping karena ia sedang menghayal
hansung memeluknya dari belakang dengan erat sambil menggunakan wajah sangat manja
"apa yang sedang kau pikir sayang" ujar hansung suara begitu lembut dan kepalanya disela sela lehernya rizda
"apa yang kau lakukan, lepaskan!" ujar rizda karena ia terkejut
"aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau memberitahukan apa masalahmu" ujar hansung
tetapi rizda hanya terdiam begitu lama karena ia tidak mau hansung mengalami masalah karena dia
sedangkan neneknya melihatnya dari luar tersenyum kearah mereka berdua
"mereka sangatlah romantis" ujar neneknya lalu meninggalkan mereka berdua dengan wajah senang
"terserah kau" ujar rizda lalu ia mencuci piring dengan tubuh dipeluk oleh hansung
"kau tidak memberi tahukan kepadaku, aku semakin penasaran" ujar hansung
__ADS_1
"penasaran saja, apa peduliku" ujar rizda suara begitu dingin
"kalau tidak kau memberitahukan kepadaku, aku akan memaksamu" ujar hansung sambil menghembuskan nafasnya ketelinganya rizda dengan wajah nakal
"memaksaku, aku akan membunuhmu!" ujar rizda
"membunuhku, itu tidak mungkin karena kau mencintaiku" ujar hansung
rizda mendengarkannya lalu menoleh kepada hansung hanya saja hansung langsung menciumnya tanpa berhenti lalu menikmati bibir rizda yang begitu manis
matanya rizda melebar hanya saja ia bingung karena ia tidak bisa memukulnya bahkan menolak ciuman dari hansung itu
hansung melepas ciumannya
"apa kau menikmatinya" ujar hansung dengan wajah nakal
"kau,,," ujar rizda terhenti karena hansung menciumnya lalu menggendongnya kekamar dan membaringkannya di ranjang
lalu hansung mengunci pintu dan mematikan lampu dan perlahan lahan kearah rizda
"apa yang kau lakukan, apa kau gila" ujar rizda
"aku tidak gila , tenang saja aku akan bertanggung jawab" ujar hansung berbaring disamping rizda
"kumohon jangan lakukan, hikss ,hikss" ujar rizda dengan tubuh gemetaran sambil mengeluarkan air matanya
hansung mengelus kepalanya dan merasa bersalah
"maafkan aku, aku hanya menakutimu karena aku ingin tahu apa masalahmu" ujar hansung
"maafkan aku" ujar hansung ia mengatakannya berkali kali sampai rizda tenang
ketika rizda tenang dan ia melihat hansung yang ada disampingnya lalu ia memeluknya dan menangis histeri perlahan lahan hansung memeluknya juga
"ceritakanlah, apa masalahmu, kita bersama sama melewatinya" ujar hansung tersenyum kearah rizda yang sedang menangis tanpa alasan
"aku, aku takut dia akan melukaimu" ujar rizda dengan erat memeluk badan hansung
hansung mendengarkannya ia sedikit senang
"katakanlah" ujar hansung
"aku sudah menangkap orang menyakiti ayahku, hanya saja dia masih mempunyai bos dan ia bunuh diri, dan ia mengatakan hal aneh kepadaku" ujar rizda dengan suara tersedu sedu
"apa yang dia katakan sayang" ujar hansung ia tidak segan mengatakan sayang kepada rizda karena rizda sudah membukakan hatinya kepadanya
__ADS_1
"dia bilang orang terdekatku, dan belum mengetahui identitasku, yang membunuh ibuku karena persoalan pribadi mereka, aku tidak tau persoalan pribadi mereka, aku tidak tau siapa yang harus ku curiga, dan aku hanya mempercayaimu seorang karena aku sudah menganggapmu seperti keluargaku sendiri" ujar rizda ia mengatakan banyak hal dan menceritakan kepada hansung
lalu hansung memegang wajahnya rizda lalu ia mendekatkan wajahnya dengan wajahnya rizda
"tidurlah, aku akan membantumu besok, jagalah kesehatanmu" ujar hansung yang sedang khawatir dan menenangkannya dengannya
"aku tidak bisa tidur, aku ingin kau menyanyikan lagu untukku apa kau bisa" ujar rizda
"baiklah" ujar hansung tersenyum kearahnya dan memeluk erat kepadanya
(JUDUL AMIN PALING SERIUS )
(kalau nda salah)
Aku tau kamu lahir dari
Cantik utuh cahaya rembulan
Sedang aku dari badai
Marah riuh yang berisik
Juga banyak hal-hal yang sedih
Tapi menurut aku kamu
cemerlang
Mampu melahirkan bintang
bintang
Menurutku ini juga
karena hebatnya badaimu
Juga karena lembutnya tuturmu
hansung mengulangi terus menerus dengan suara begitu lembut dan menepuk belakangnya rizda dengan kasih sayang
tak lama kemudian rizda tidur dengan nyenyak lalu wajahnya semakin mendekat dengan hansung
hansung melihatnya ia merasa tenang karena rizda sudah tidur
"tidurlah sayang" ujar hansung lalu mencium keningnya dengan lembut perlahan lahan ia juga tidur
__ADS_1