TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
bangga sekaligus sedih


__ADS_3

beberapa hari kemudian rizda dan juga yang lainnya lagi istirahat, ketika sila berdiri ia langsung ditabrak oleh seseorang lelaki sehingga ia terduduk di lantai


sila sangat marah ia memperbaiki pakaiannya sambil menundukkan kepalanya perlahan lahan lalu bangun


"kalau jalan liat liat "ujar sila sangat kesal dan perlahan lahan mengangkat wajahnya ketika ia melihat laki laki itu ia terdiam sejenap


"kau,,"ujar sila dengan suara kaget sambil mengepal tangannya


ternyata laki laki itu mantan tercintanya yang tidak bisa ia lupakan selama bertahun tahun biarpun ia selingkuh dan meninggalkannya


"maaf, aku sengaja, HAHA"ujar lelaki itu dengan wajah perlahan lahan tertawa kearahnya ternyata ia bekerja di perusahaan yuhan menjadi menejer yang bernama angga, ia berada diperusahaan yuhan untuk menggantikan dahyun karena ia memiliki urusan lebih penting


"kau,,,"ujar sila wajah marah


"apa kau merindukanku, kita tidak bertemu selama 5 tahun dan kau sekarang menjadi petugas kebersihan, itu benar benar cocok denganmu "ujar Angga dengan suara mengejek sambil tertawa kecil kearahnya


"untuk apa aku merindukan laki laki brengsek sepertimu, benar aku sangat cocok disini dibanding bersama dirimu"ujar sila kearah laki laki itu dengan wajah marah rizda dan yang lainnya melihat mereka dari jarak jauh


" ada pertunjukan menarik yang akan datang" ujar rizda sambil memakan makanannya suri lalu ia menonton dengan serius perkelahian antara sila dan mantannya dan suri juga begitu


"aku tahu kau sedang berbohong dan sekarang kau tidak memiliki pacar ketika kau putus denganku kan, hanya saja aku sudah menikah dengannya aku kesini untuk menyampaikan kepadamu karena aku sudah sangat bahagia tanpamu"ujar Angga kearahnya membuat Suli terdiam kearahnya


"dan juga kau tidak pantas untukku karena ayahmu sudah bangkrut dan kau hanyalah babu di perusahaan ini sedangkan aku salah satu menejer diperusahaan terpopuler dan terbesar di negara ini kau tidak sebanding denganku perempuan jelek" ujar lelaki itu dengan suara mengejek lalu tersenyum jahat kearahnya


hanya saja sila mendengarkannya ia langsung tersenyum kearahnya membuat lelaki itu heran dan bingung


"aku bersyukur kalau ayahku bangkrut, kalau tidak, aku tidak pernah melihat sifat aslimu ini, ternyata kau benar benar pria brengsek" ujar sila dengan suara besar dan tersenyum tiba tiba mukanya ditampar Angga karena ia diejek dan wajahnya penuh emosi


"wow, aku tidak menyangka pertunjukannya semakin menarik"ujar ujar rizda sambil mengunyah makanannya dan melanjutkan menonton


"apa kita membantunya"ujar suri kearah rizda sambil mengunyah lalu menonton lagi


"nanti saja sampai puas menontonnya"ujar rizda karena ia masih dendam dengan sila yang sering mengganggunya


"apa kau bilang katakan sekali lagi"ujar lelaki itu dengan suara berteriak membuat mereka disekitarnya kaget dan pergi menjauh


selain rini karena ia adalah sahabat sila hanya saja ia tidak berani membantu sila karena takut, dan juga rizda yang sedang duduk santai sambil makan dan menontonnya bersama suri

__ADS_1


suri tersadar sisa mereka bertiga


"kita harus pergi dari sini, kalau tidak kita akan dapat masalah"ujar suri kearah rizda sambil mengunyah makanannya, sedangkan rizda sedang asyik menonton


"apa maksudmu, aku belum puas menonton, ini jauh lebih menarik dibandingkan sinetron yang ada ditv" ujar rizda sambil melihat mereka bertengkar lalu mengunyah makanannya


"oke" ujar suri dan mereka berdua melanjutkan menonton


"kenapa,apa kau tidak mendengarkannya, kau laki laki brengsek dan juga pecundang" ujar sila dengan suara keras dan lantang kearahnya membuat ia sangat marah dan ingin memukulnya hanya saja ia ditahan rizda dengan kuat dan Angga melepas tangannya ditangan rizda dengan paksa


"siapa kau, apa kau temannya, kalian sangatlah cocok berteman karena kalian semua disini sangatlah miskin,kampungan dan juga babu perusahaan ini"ujar Angga


tiba tiba rizda menamparnya dengan kuat


"maafkan aku, tanganku tadi sangat gatal"ujar rizda dengan wajah tersenyum polos kearah lelaki itu membuat lelaki itu marah dan menampar keras kearah rizda


"maafkan aku tanganku juga tiba tiba gatal"ujar Angga menatap rizda dengan senyuman jahat membuat wajah rizda merah karena kekuatan lelaki itu kuat


"Angga ya" ujar rizda sambil melihat kartu identitas Angga lalu ia menatap wajah Angga dengan tatapan tajam sambil memegang wajahnya


"kenapa, apa sakit"ujar Angga tersenyum kearahnya ia langsung dipukul oleh rizda dibagikan perutnya dengan keras membuat lelaki itu kesakitan


"dasar perempuan ******"ujar Angga dan memukul rizda tetapi rizda langsung menendangnya dengan kuat ternyata rizda sudah belajar kungfu dari ayahnya, dengan mudah ia menghabisi Angga tanpa ampun membuat Angga babak belur ia berhenti ketika angga sudah babak belur


mereka bertiga sangatlah terkejut melihat rizda yang mengalahkan Angga dengan mudah


"sebenarnya siapa dia,apa dia pernah menjadi anggota geng gangster, ia sangatlah menakutkan"ujar Rini


"wow, dia benar benar keren"ujar suri sambil makan makananya dan menghampiri rizda


"pergi dari sini sebelum aku membunuhmu"ujar rizda dengan suara serius dan menatapnya


Angga mendengar itu iya langsung pergi dengan wajah babak belur


"awas saja nanti aku akan membunuhmu"ujar Angga sambil memegang wajahnya dan banyak karyawan melihatnya dan tertawa kearahnya


ternyata ada seseorang melihatnya dari jarak jauh dengan wajah tersenyum ternyata itu adalah Fajri yang memberikan uang kepada rizda karena diusir

__ADS_1


"Angga" ujar fajri lalu ia meninggalkan perusahaan han


keesokan harinya di perusahaan yuhan dahyun yuhan atau ayahnya rizda sedang duduk mengerjakan sesuatu ternyata selama ini sangat menghawatirkan anaknya karena ia tidak tahu keberadaannya sampai sekarang


ketika itu dahyun melihat Fajri yang baru saja datang kekantor


"kau dari mana saja satu hari ini"ujar dahyun karena ia barusan melihatnya membuat ia penasaran sambil meliriknya sangat tajam


"aku baru saja dari perusahaan han, sebenarnya aku sudah bertemu dengan anakmu tetapi dia"ujar fajri dengan suara gugup


ketika dahyun mendengarkannya ia sangat senang tetapi ia tidak menunjukkannya


"kenapa dia" ujar dahyun kearahnya


"dia, dia bekerja diperusahaan Han"ujar fajri dengan suara gugup


"perusahaan han, dia sebagai apa aku pikir dia sudah menjadi orang hebat diperusahaan itu" ujar dahyun sambil minum kopi yang sudah disiapkan


"sebenarnya dia hanya menjadi petugas kebersihan"ujar fajri dengan suara kecil


dahyun yang sementara minum ia mendengarkannya lalu ia membuangkan air dimulutnya, Fajri melihatnya dengan wajah panik karena anak satu satunya bekerja menjadi petugas kebersihan


hanya saja Fajri melihat dahyun terdiam


"bos ada apa denganmu, kalau begitu aku akan membawanya kesini"ujar fajri lalu pergi keluar


"berhenti, jangan membawanya kesini" ujar dahyun membuat Fajri terhenti lalu berbalik dan mereka saling menatap satu sama lain


"jangan membawanya kesini, tidak apa apa biarkanlah dia saja aku pikir itu juga bagus"ujar dahyun dengan perasaan bercampur aduk karena ia merasa bangga kepada anaknya bekerja untuk melatihnya merasa sedikit sedih karena anaknya bekerja menjadi petugas kebersihan yang diremehkan banyak orang tetapi Fajri tidak mengerti apa yang dilakukan bosnya dan terdiam


"kau belum paham juga ya, aku membiarkannya karena aku ingin dia berusaha menghadapi ketika ia lagi sendirian dan merubah perilakunya menjadi dewasa" ujar dahyun ketika Fajri mendengarkannya ia sudah paham dengan tingkah bosnya dan tersenyum dan ia tersadar


'"bos ada ingin kuberitahukan kepadamu"ujar fajri dengan suara serius


"ada apa tumben kau serius"ujar dahyun sambil memainkan leptopnya


"sebenarnya kemarin aku melihat rizda ditampar oleh menejermu yang bernama angga"ujar fajri kearahnya ,seketika itu dahyun terdiam dan menatap tajam Fajri

__ADS_1


"apa kau bilang" ujar dahyun suara serius kearahnya


__ADS_2