TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
kenapa? kenapa kau membunuhnya!!


__ADS_3

ketika mereka keluar dari rumah sakit mereka berdua jalan jalan


" apa kau senang, dia baik baik saja" ujar hansung kearahnya


"aku senang, terima kasih sudah menemaniku" ujar rizda


"kalau kau minta bantuan, datanglah kepadaku, aku akan membantumu" ujar hansung sambil memegang kedua tangan rizda dengan wajah tersenyum


"baiklah" ujar rizda dengan tertawa kecil


" aku akan mengantarmu ke perusahaan kurasa kau banyak kerjaan" ujar rizda


"tidak apa apa, aku akan menemanimu ini hari " ujar hansung


" jangan Malas malasan, kau harus mengenai perusahaanmu dengan serius, karena kau akan menjadi suamiku nanti" ujar rizda dengan membisikkan ke telinganya hansung


membuat Hansung terdiam


" apa,, apa kau menerimaku?" ujar hansung


rizda tersenyum dengan manis


hansung sangat senang langsung memeluk rizda dengan erat karena ia seperti tidak mempercayainya


" baiklah aku akan bekerja, tunggu aku, aku akan melamarmu besok" ujar hansung langsung pergi sambil melambaikan tangannya dengan wajah ceria dan menjauhi rizda


" besok?," ujar rizda tadinya tersenyum perlahan lahan wajahnya sedih


dan rizda berjalan kaki sambil melihat melihat pemandangan yang begitu indah


ppplllaaakkk!!!


tiba tiba ada yang memukul rizda dengan kuat dari belakang menggunakan besi membuat rizda terjatuh lalu menatap orang itu dan tidak sadarkan diri lalu dibawa ke dalam mobil


sssssstttttthhhhhh


ia menyirami rizda dengan air begitu kotor oleh mereka, rizda menatap mereka, dan melihat kedua tangannya diikat Ternyata mereka ada 8 preman


dan preman yang menyiraminya tersenyum tipis melihat rizda


" bos, dia sudah terbangun" ujar anak buahnya


ternyata bosnya adalah ayah dari Kevin framansyah


" kita, bertemu lagi anak kecil" ujar gio


" ternyata,,, itu benar benar kau dasar brengsek!!" ujar rizda dengan suara lantang

__ADS_1


anak buahnya mendengarkannya langsung menghajarnya habis habisan, ia terus ditendang dan dipukuli membuat rizda tidak berkutik, dan ketika ia di tendang mulutnya mengeluarkan darah begitu banyak


gio melihatnya langsung menghentikan anak buahnya membuat anak buahnya terhenti


lalu gio berjongkok dan memegang wajah rizda


" apa maksudmu dari perkataanmu tadi, anak kecil" ujar gio


"ukh,,ukh,, kenapa? kenapa kau membunuh ibuku, dasar brengsek!!" ujar rizda dengan suara begitu kesal dan menatapnya dengan tatapan menakutkan


" lepaskan aku!! aku,,, aku akan membunuhmu!! " ujar rizda


rizda dengan. sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan karena ia tidak bisa mengendalikan emosinya, membuatnya begitu liar dan menakutkan, hanya saja ikatanya terlalu kuat membuat tangannya berdarah, tetapi ia tidak mempedulikannya sama sekali


gio melihar rizda, yang telah dikuasai oleh kemarahan ia menjauhi rizda dan tersenyum


" pantas saja , anakku menyukaimu" ujar gio


" jawab aku!! brengsek,. kenapa, kenapa kau membunuhnya" ujar rizda dengan penuh emosi


" karena aku mencintainya, hanya saja dia mencintai orang lain, yaitu ayahmu,, karena ayahmu,,,, aku tidak bisa mendapatkannya" ujar gio dengan suara begitu kesal


" kau mencintainya,,,,, lalu kenapa kau membunuhnya dasar brengsek " ujar rizda


" aku membunuhnya karena dia tidak memilihku, dan aku tidak mau dia dimiliki dengan orang lain sehingga itu aku membunuhnya, HAHAHA,,,," ujar gio dengan suara begitu keras dan tertawa terbahak bahak


tanpa mereka sadar ikatan rizda terbuka dan rizda berlari kearah gio untuk memukulnya dengan kuat


hanya saja anak buahnya menendang rizda dari samping membuat rizda terjatuh kelantai dengan kuat


" dasar wanita ******" sahut anak buahnya dan ingin menghajar rizda tetapi rizda tidak mau menyerah dan menghajar mereka dengan cara brutal


" aku harus bertahan, menahan mereka, sampai mereka datang" gumam rizda lalu ia mengambil tongkat dan melawan mereka tanpa henti dan menekan tombol jamnya untuk memberikan sinyal kepada pamanya


ternyata itu semua adalah rencananya rizda dari dia memberikan fotonya kepada gio, diculik sampai membuat gio mengaku perbuatannya


di waktu lain, hansung dan lainnya segera berangkat


hansung mengetahuinya karena ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan pamanya dengan yang lain yang berada di ruang tersembunyi, mau tidak mau pamanya dan hansung bekerja sama untuk mencarinya membuatnya ia ikut terlibat dan mencari rizda bersama pamanya


" aku menemukan sinyalnya, dia dalam bahaya " ujar pamannya


BUMMNN,,,BUMMNN,,,,,BUMMNN,,,


hansung mendengarkan pamanya disamping ia menyetir dengan kecepatan tinggi dan mengikuti petunjuk yang diberikan rizda


pamannya langaung menghubungi polisi dan juga anak buahnya

__ADS_1


" aku mohon bertahanlah!!, aku mohon kepadamu,,,,, aku,,,aku sudah berjanji kepadamu, besok aku akan melamarmu,,, setelah kita menikah, aku akan membahagiakanmu" ujar hansung dengan suara marah dan sedih


seketika ia mengingat kenangannya bersama rizda membuatnya frustasi


dan tancap gas


di sisi lain rizda tidak tahan lagi dan terjatuh dan mengatur nafas


" apa,,, apa aku akan mati" gumam rizda dan perlahan lahan penglihatannya kabur lalu tidak sadarkan diri


gio mengeluarkan pistol kearah rizda lalu membaknya


DOORRR!!!,,,,,,,


hanya saja rizda tidak mengenainya


karena seseorang berdiri didepan rizda itu adalah Kevin, Kevin menghadangnya membuat peluru itu mengenai ditubuhnya


ternyata Kevin sudah mengetahui ia menculik rizda dan mengetahui semua perbuatan ayahnya membuatnya ia bergegas dan mencari rizda satu hari


"Kevin" ujar ayahnya dan ia menjatuhkan pistolnya


" ayah '' ujar Kevin lalu terjatuh


ketika Kevin terjatuh ia melihat rizda yang sedang sekarat lalu ingin meraihnya perlahan lahan dan memeluknya dengan erat


" maafkan aku,, maafkan ayahku,,, jangan takut aku,, aku akan menyelamatkanmu,, kumohon buka matamu,, buka matamu,,, rizdaaa!!" ujar Kevin ia menangis karena ia melihat rizda mengeluarkan darah dan tak sadarkan diri atas perbuatan ayahnya yang selama ini ayah yang ia banggakan dan seketika Kevin mengingat semua kenang kenangan bersama rizda


"aku,,,, aku mencintaimu,, rizda" ujar kevin dan perlahan lahan ia menutup matanya dan tak sadarkan diri


lalu suara tembakan muncul ternyata itu adalah hansung beserta polisi , polisi itu langsung menangkap gio beserta anak buahnya hansung langsung berlari kearah mereka berdua


"rizda,Kevin,,,,, bangunlah kalian berdua !!" ujar hansung


"ku mohon buka matamu, maafkan aku,, aku terlambat!!" ujar hansung ia merasa bersalah karena tidak datang cepat dan menangis histeri di badan rizda


hansung melihat tangannya rizda bergerak perlahan lahan


"paman, bawa dia, dia masih hidup" ujar hansung bergegas


dan rizda dibawa oleh ambulance menuju kerumah sakit terdekat dengan cepat


mereka membawanya keruang UGD untuk mengoperasinya


dan hansung menunggunya dari luar Berjam jam dan juga ayahnya rizda datang ketika mendapatkan kabar


" bagaimana keadaannya ?" ujar dahyun

__ADS_1


tetapi hansung diam dan menatap ruang operasi. itu dengan wajah menangis


" aku mohon padamu, sadarlah " ujar hansung didalam hatinya dan mengepal tangannya begitu juga dahyun


__ADS_2