TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
balas dendam


__ADS_3

mereka berdua duduk bersama melihat orang berlatih berenang untuk lomba, rizda Sadar ketika ia melihat Kevin terus menerus ternyata ia sangat tertarik dengan renang tetapi wajahnya sedikit sedih


"hei, apa kau tertarik, kau terus memperhatikan orang latihan renang?" ujar rizda kearah Kevin


"iya, aku sangat tertarik hanya saja aku tidak bisa melakukannya" ujar Kevin


"kenapa, jangan jangan kau tidak bisa berenang ya" ujar rizda suara mengejeknya


Kevin melihat tingkahnya rizda membuat ia sangat senang karena ia baru pertama kali berbicara dengan gadis ketika berhenti menjadi atletik renang


"bukan, aku mengalami kecelakaan diair membuatku sangat trauma dan tidak bisa menjadi atletik renang lagi"ujar Kevin sambil menatap orang latihan, rizda mendengarkannya ia langsung terdiam dan menatap Kevin yang melihat orang lagi latihan dari jarak jauh


"lagi,,begitu ya,kurasa kau kesini sebagai pembersih kolam ini karena kau tidak ingin meninggalkan atletik renang ini" ujar rizda dengan nada bertanya


hanya saja Kevin terdiam dan menunduk dengan wajah sedih, rizda melihat Kevin yang begitu sedih membuatnya ikutan sedih


"hei siapa namamu" ujar rizda


"Kevin framansyah" ujar Kevin


"Kevin, saya sarankan kau harus menghadapi rasa ketakutanmu itu karena kalau tidak kau akan terus dikuasai oleh rasa ketakutanmu membuatmu kehilangan segalanya yang kau inginkan"ujar rizda kearahnya memegang bahunya ketika kevin mendengarkannya ia terdiam


"aku tidak bisa melakukannya"ujar Kevin sambil memegang tangannya dengan kuat


"jangan takut aku tahu kau pasti bisa" ujar rizda memegang tangannya lalu kearahnya dengan senyuman manis untuk menyemangatinya membuat jantung Kevin berdetak kencang ketika rizda menyamangatinya dan memegang tangannya ia terdiam sejenap


"anu siapa namamu"ujar kevin dengan nada malu malu bertanya


"rizda" ujar rizda sambil melepaskan tangannya kembali


"rizda" ujar suri kearahnya dan rizda melihatnya


"aku harus pamit, nih topimu" ujar rizda memasang topi dikepala Kevin lalu pergi lagi lagi ia terdiam dan melihat terus menerus rizda sampai tidak kelihatan lalu ia tersenyum lebar


"kurasa aku sudah mencintai seseorang" ujar Kevin sambil memegang topinya


keesokan harinya rizda bekerja menjadi petugas kebersihan seperti biasanya ia memegang kain untuk ngelap dan semprot ia melakukannya dengan wajah tersenyum karena ia sudah lumayan terbiasa hanya saja ia mendengarkan suara orang marah di belakangnya ia berhenti lalu membalik badan ternyata itu adalah suri yang dimarahi menejer perusahaan itu ia bernama Rika ia gadis yang cantik ia dimarahi karena menjatuhkan minuman dingin


" kau tahu ini baju mahal"ujar Rika dengan penuh emosi sambil melihat baju hitam mengkilat kelihatan yang sangat mewah dan menunjuk suri didepan umum

__ADS_1


"maafkan aku" ujar suri sambil membersihkan pakaian menejer itu menggunakan lap dengan nada bersalah dan juga takut tetapi ia langsung didorong hingga terjatuh semua orang yang melihatnya yang sedang bekerja dan terdiam lalu menatapnya Rika pergi ke toilet dengan wajah sangatlah marah


rizda melihatnya ia menggenggam kuat lap itu dengan wajah marah karena sahabatnya dipermalukan didepan umum dan menatapnya sangat tajam


"dasar wanita rendahan"ujar Rika sambil berjalan menuju ke toilet


ketika ia ditoilet ia membersihkan pakaiannya dengan wajah kesal


"dasar anak miskin kau sudah mempermalukanku didepan umum" ujar Rika ia merasa dia sudah dipermalukan di depan umum hingga ia sangat marah


ketika ia ingin pergi ia membuka pintu keluar dan ia melihat di atas dia ada ember yang ingin terjatuh kearah dia lalu ia terdiam


"apa aku benar benar sial ini hari" ujar Rika kepalanya langsung dimasukin ember yang penuh tepung dan juga telur dan orang sekitarnya melihatnya langsung tertawa terbahak bahak sambil menutup hidungnya karena bau telur


"HAHAHA"ujar serentak karyawan sambil menunjuk kearahnya membuat Rika kesal lalu ia langsung melepaskan ember dikepalanya dan karyawan situ semuanya terdiam dan melihat kearah Rika hanya saja mereka lagi lagi tertawa kencang


"wajahnya sangatlah lucu"ujar karyawan itu dengan suara mengejek membuat Rika tambah kesal kepada mereka


"apa yang kalian tertawakan" ujar Rika dengan suara berteriak kearah mereka semua membuat orang yang ada disitu terdiam karena ia mengenal suara itu dan Rika perlahan lahan membersihkan wajahnya


"menejer" ujar karyawan situ dengan suara gugup dan mereka pergi dengan cepat


"aaawwhhhh"ujar Rika langsung memegang kakinya kesakitan


"siapa yang melakukannya aku akan membunuhmu dasar brengsek"ujar Rika berteriak sangat keras dengan wajah marah


sementara itu Rizda dan suri minum bersama suri melihat rizda tersenyum sendiri perlahan lahan membuat ia melihat terus kearahnya dengan wajah bingung sambil minum


suri perlahan lahan menyentuh dahinya rizda lalu ia menyentuh dahinya dengan wajah begitu polos


"sama, aku pikir dia sakit, apa dia jangan jangan sudah gila "ujar suri menatapnya rizda mendengarkannya tetapi ia tidak peduli dan terus tertawa dan menghayal lalu tertawa lagi


"apa kau tahu menejer Rika yang sombong itu tadi aku melihat memakai mataku sendiri ia dijatuhkan ember yang penuh tepung dan telur"ujar karyawan mereka ada berdua dengan wajah tersenyum jahat mereka ada di depan rizda dan suri membuat mereka berdua mendengarkan karyawan itu


"aku sangat penasaran siapa yang berani ngerjainnya, aku akui dia sangat berani"ujar karyawan salah satunya dengan wajah tertawa kecil sambil memegang mulutnya dan melirik temannya


"sudahlah mungkin itu balasannya , kalau dia dengar mungkin kita akan celaka"ujar karyawan itu dan menepuk pundak temannya lalu mereka pergi


ketika mereka pergi rizda mendengarkannya membuat ia tertawa sendiri dengan suara kencang sambil memukul suri

__ADS_1


"awh, apa yang kau lakukan"ujar suri kearahnya karena kesakitan gara gara rizda, lalu rizda berhenti dan menatap suri dengan diam beberapa detik saja ia tertawa terbahak bahak lagi dan memukul kencang suri membuat ia kehabisan nafas


"apa sudah puas memukulku"ujar suri kearahnya dengan wajah marah kepadanya


"sudah,sudah, maafkan aku jangan marah gitu dong"ujar rizda sambil menyubit pipinya dengan menggunakan kedua tangannya ia melakukannya sangatlah lembut


"tersenyumlah kau kelihatan jelek sekali kalau sedang marah"ujar rizda membujuknya


rizda tersenyum kembali


" sudahlah jangan membujukku lagi,kalau begitu kenapa kau ketawa begitu sampai aku pikir kau sudah gila"ujar suri kearahnya dengan penasaran dan terus menatapnya


"apa kau dengar karyawan tadi itu"ujar rizda tersenyum kearahnya


"apa hubungannya dengan mereka kau tertawa sebelum mereka gosip"ujar suri


suri langsung terdiam dan ia menyadari


"jangan jangan kau yang melakukannya"ujar rizda


"kau sudah berkembang sobat"ujar rizda


membuat suri kaget


"apa kau gila bagaimana kau nanti dipecat atau ia mengganggumu terus"ujar suri dengan suara khawatir kearah rizda


"tenang saja, dia tidak tahu kok, aku hanya memberi pelajaran untuk dia, karena dia sudah mempermalukanmu di depan umum" ujar rizda sambil merangkul bahu suri dengan wajah tersenyum kearahnya


"kau melakukannya demi aku, padahal aku rasa aku juga bersalah kepadannya"ujar suri menunduk kepalanya


"hei apa kau masih berfikir aku anak kecil yang tidak tahu yang mana salah dan benar, dengarlah aku tahu kau bersalah sudah menjatuhkan air minum kearahnya tetapi ia tidak seharusnya mendorongmu, apalagi kau adalah sahabatku" ujar rizda


suri mendengarkan rizda terdiam lalu ia memeluknya membuat rizda kaget dan diam


"kau kenapa"ujar rizda


"aku belum pernah berteman sepertimu,aku sangat bersyukur terima kasih, aku sangat senang mendengarkannya"ujar suri dengan suara kecil dan wajahnya seketika senang ketika ia memeluk rizda ia merasa kehangatan dan juga tenang, rizda mendengarkannya ia tersenyum dan memeluknya


beberapa menit kemudian

__ADS_1


"sudahlah, aku juga senang berteman denganmu"ujar rizda dan suri melepaskan pelukannya dan menatap rizda dengan senyuman yang ingin menangis karena bahagia bisa bersama rizda


__ADS_2