TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
ternyata


__ADS_3

i"ayah ada apa" ujar Kevin sambil mendekat kearah gio yang sementara melihat dibelakangnya lalu ia membalik kearah Kevin


"tidak apa apa" ujar gio tersenyum karena ia tidak mau mereka bertiga khawatir


"apa kalian puas bermain?" ujar rizda kearah mereka berdua dengan suara dingin khasnya


"sudah"ujar hansung dan juga kevin menjawab dengan serentak kearahnya tanpa sadar mereka berdua saling merangkul bahu dan tersenyum kearahnya


rizda melihat tingkah mereka berdua sangatlah aneh jadi ia membalik badan dan pergi lalu mengajak gio atau ayahnya Kevin ketika rizda membalik badan ia tersenyum tipis karena melihat tingkahnya mereka berdua sangatlah lucu


ketika rizda menjauh dari mereka berdua lalu mereka melirik satu sama lain merekapun sadar dan cepat mereka melepaskan tangannya lalu dengan serentak membersihkan tangannya dengan wajah jijik khas milik mereka berdua masing masing


"terima kasih tanpamu anakku bisa menjadi atletik renang lagi" ujar gio kearah rizda


"tidak perlu sungkan, aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri" ujar rizda


"kakak, apa kau hanya menganggap dia sebagai kakak ya" ujar gio


"tentu saja, aku dan dia sangatlah akrab jadi kuanggap sebagai kakak" ujar rizda dengan menggunakan wajah polosnya


"kalau hansung kau menganggap seperti apa" ujar gio


"kalau dia aku juga anggap ia kakak" ujar rizda


"kenapa kau menganggap kakak" ujar gio kearah rizda


"aku memahami yang kau bilang kepadaku, kalau aku mendapatkan mereka salah satu dari mereka berdua aku akan bahagia jadi aku menganggap kakak kepada mereka berdua sehingga aku bisa mendapatkan sekaligus mereka berdua aku pikir aku akan beruntung dan mereka sangat baik kepadaku apa aku benar"ujar rizda kearah depan


gio mendengarkannya lalu melihat rizda dari samping membuat ia tertawa kecil karena rizda belum paham apa itu cinta sehingga ia salah mengartiartikan yang dia maksud kepadanya


rizda tidak sengaja melihat orang misterius itu dan orang misterius itu melihatnya mereka berdua saling bertatapan cukup lama dan terdiam hansung melihat rizda


"apa yang kau lihat"ujar hansung sambil melihat apa yang ia lihat ternyata orang itu sudah pergi


"tidak apa apa"ujar rizda ia langsung pergi dengan tangan mengepal


hansung melihat perilaku rizda sangatlah aneh tetapi hansung memilih diam karena ia tidak tahu apa yang ia lihat tadi lalu dengan cepat ia pergi ke samping rizda karena khawatir

__ADS_1


Kevin melihatnya ia menyangka hansung mencari kesempatan jadi ia tidak mau kalah darinya jadi ia kesamping rizda juga dan menatap hansung dengan senyuman jahat kearahnya sedangkan hansung melihat kearah Kevin dengan wajah dingin tatapannya sangatlah tajam kearahnya


sedangkan rizda yang berada ditengah sangatlah terganggu melihat tingkah mereka berdua seperti berkelahi secara diam diam atau seperti tom and jerry


ayahnya kevin melihatnya dari belakang ia tersenyum melihat tingkah mereka bertiga


keesokan harinya rizda pergi kesuatu tempat yang sepi karena ia menyadari orang tadi malam mengikutinya dan ia bertemu dengan orang misterius yang memakai jubah, topi dan masker yang kemarin di belakangnya perlahan lahan ia mendekat tetapi dengan keberaniannya rizda tidak mundur


" siapa kau ?kenapa kau mengikutiku terus" ujar rizda kearahnya dengan wajah dingin dan tatapan tajam


ketika itu orang misterius membuka jubahnya ternyata seorang laki laki usia 35 tahunan dan tersenyum kearahnya


"kau semakin hebat bocah tanpa sadar aku pikir aku salah orang rizda yuhan" ujar orang misterius itu tersenyum kearahnya


rizda mendengar ia terkejut karena orang itu mengetahui identitas aslinya dan mengepal tangannya


"aku bertanya denganmu lagi siapa kau?"ujar rizda dengan nada serius dan dengan berani mencekram kerak leher bajunya


"kau akan tahu siapa diriku ketika kau mengingat semuanya, karena ketika kau kecelakaan kau mengalami lupa ingatan kan bocah?" ujar orang misterius itu dengan nada tersenyum jahat


"apa kau inginkan dariku sampai kau menyelidiki tahap sampai situ" ujar rizda dengan suara berteriak


"kenapa kau ingin aku bantu padahal aku tidak mengenalmu" ujar rizda


"tentu saja karena kau memiliki iq tinggi dan juga orang yang ingin kupenjarakan orang yang ingin membunuhmu"ujar orang misterius itu


"apa maksudmu? dan siapa kau?" ujar rizda dengan wajah kebingungan dan melepaskan tangannya


"apa kau tahu ketika waktu masih kecil kau dan ibumu mengalami kecelakaan itu adalah perbuatan seseorang dan kau akan tahu siapa aku? " ujar orang misterius itu


"kalau kau ingin ikut bergabung denganku pergilah ke alamat ini, dan juga aku tidak akan membocorkan identitas aslimu lalu aku harap kau tidak memberi tahu kepada siapa siapa, kalau tidak mereka juga akan terancam" ujar orang misterius itu sambil memegang tangan rizda lalu memberikan sepucuk surat ke alamatnya lalu pergi rizda terdiam ditempat dan melihat surat itu


ketika rizda kekantor ia hanya terdiam terus menerus dan memikirkan yang di bicarakan orang aneh itu dan berfikir keras lalu ia memegang kepalanya dan memaksanya untuk mengingat siapa laki laki itu dan memikir siapa yang ingin membunuhnya karena ia rasa ia tidak pernah menyinggung orang ketika masih kecil atau ibunya


.......tok ..tok...tok........


suara bunyi di meja rizda ternyata hansung melakukannya ia dari tadi melihat rizda dengan berperilaku yang sangat aneh rizda melihatnya perlahan lahan dan mereka berdua saling bertatapan satu sama lain

__ADS_1


"kau kenapa" ujar hansung dengan suara lembut


"tidak apa apa" ujar rizda langsung melihat berkasnya hansung menyadari lagi lagi rizda berperilaku aneh


"aku rasa kau memiliki masalah, apa masalahmu? katakan apa ada yang bisa aku bantu" ujar hansung kearah rizda sebenarnya rizda ingin mengatakan yang sebenarnya tetapi ia langsung mengingat resiko orang yang akan membatunya akan mati


"tidak apa apa aku baik baik saja" ujar rizda dengan suara begitu dingin untuk merahasiakan masalahnya yang sekarang karena ia tidak mau karena dia ia terluka


tetapi hansung tidak mempercayai percakapan rizda dengannya dan merasa sangat khawatir


"katakanlah aku sahabatmu, aku tidak ingin kau terluka aku rasa kau memiliki masalah begitu rumit" ujar hansung ia berbohong kalau ia hanya menganggap rizda sahabatnya supaya ia diterima


"percayalah padaku, aku akan melakukan semua perintah mu asalkan kau membicarakan apa yang sedang kau pikirkan" ujar hansung membujuknya membuat rizda terdiam karena hansung benar benar serius dalam menanggapinya


"kalau ini menyangkut nyawamu apa kau bersedia membantuku" ujar rizda suara serius kearahnya dan memberikan kesempatan satu kali


"iya aku melakukannya asalkan demi dirimu karena aku menanggapmu orang penting bagiku" ujar hansung


"orang terpenting" ujar rizda kearah hansung yang keceplosan


"maksudku kau adalah sahabat satu satuku aku tidak mau aku kehilanganmu" ujar hansung dengan suara gugup untung saja rizda orangnya begitu polos dan mempercayainya


"ikuti aku" ujar rizda langsung menarik tangan hansung tanpa segan hansung melihat rizda memegang tangannya ia tersenyum dan mereka pergi kesuatu tempat


beberapa menit kemudian mereka sampai melihat seperti rumah kosong lalu melihat surat itu memiliki kata sandi mereka berdua memecahkan kata sandi itu hanya beberapa menit


lalu perlahan lahan pintu rahasia terbuka membuat mereka sedikit kaget, mereka tidak mau membuang buang waktu sehingga itu mereka mempersiapkan diri lalu mereka masuk


dan melihat ada 5 orang ternyata orang misterius ialah ketua kelompok itu sebenarnya ia mantan detektif hebat ia adalah adik kandung ibunya rizda


ketika rizda melihat wajah orang itu ia perlahan lahan mengingat masa lalunya bersama pamanya


"paman" ujar rizda dengan tanpa sadar kearahnya


"kau sudah mengingatku bocah kecil" ujar orang itu ia bernama risjan dia perlahan lahan tersenyum


"dimana ini?"ujar hansung

__ADS_1


"siapa kau" ujar risjan


__ADS_2