
...****************...
presedir dahyun melihat terus menerus Fajri dengan tatapan tajam membuat Fajri terdiam
lalu berkeringat dingin karena melihat bosnya
"kapan dia lakukan"ujar presedir dahyun
"kemarin"ujar fajri sambil menghela nafas dan tangannya gemetaran
sementara itu Angga bekerja seperti biasanya dikantor dengan wajah memerah dan masih jengkel kepada rizda dengan wajah kesal
"lihat saja nanti aku akan membunuhmu"ujar Angga sambil memegang wajahnya yang memerah ketika itu ada Rika datang menghampirinya iya adalah menejer utama presedir dahyun yang mengurus perusahaan utama sementara Angga hanya menejer biasa yang mengurus perusahaan yuhan yang lainnya
"menejer Angga, bos ingin menemuimu"ujar Rika ia langsung pergi meninggalkannya ketika Angga mendengarkannya lalu ia pergi sambil memperbaiki bajunya
ketika ia masuk ia melihat presedir dahyun sedang duduk dan menunduk kepalanya untuk menghormatinya hanya saja presedir dahyun tiba tiba membuangkan berkas dihadapannya dengan kasar penuh emosi kearahnya
Angga menunduk dan mengepal tangannya ia sangatlah bingung apa salahnya dan perlahan lahan ia memberanikan diri menatap ulang dan bertanya
"bos, apa salahku maafkan aku sudah lancang"ujar Angga kearahnya dengan suara gemetaran
"ada apa dengan wajahmu, kau habis berkelahi dengan siapa"ujar presedir dahyun sambil menatapnya mengalihkan pembicaraan
"aku,aku berkelahi dengan karyawan kecil diperusahaan Han"ujar Angga wajah tersenyum kearah presedir dahyun ia pikir bosnya sedang memperhatikannya
Fajri melihatnya hanya terdiam dan mengeluarkan banyak keringat diwajahnya
"perang dimulai"ujar fajri dengan suara kecil kearah mereka berdua
presedir dahyun melihat tingkahnya membuat ia emosi
"siapa namanya" ujar dahyun sambil mengepal tangannya dengan kuat di meja
"aku tidak tahu, tapi dia hanya karyawan kecil dan kampungan, aku sudah membalasnya, tidak usah peduli, aku baik baik saja kok"ujar Angga tersenyum kearahnya sambil memegang wajahnya ia berbohong karena ia tidak mau dipermalukan
tiba tiba presedir dahyun memukul mejanya dengan kuat membuat mereka berdua kaget dan ketakutan lalu ia berdiri dan berjalan kearah Angga
"bos ada apa"ujar Angga dengan wajah ketakutan
hanya saja dahyun langsung memukulnya dengan keras lalu ia menendangnya secara brutal untung saja Fajri langsung memegang dan menenangkan bosnya sehingga presedir dahyun berhenti
Fajri melihat Angga, ia melihat Angga sudah sangat kesakitan karena dihajar
"mulai hari ini kau dipecat"ujar presedir dahyun dan Angga heran karena ia tidak pernah membuat kesalahan besar sehingga dahyun marah kepadanya dan dipecat
"bos ada apa"ujar Angga menatap sambil memegang hidungnya yang sudah berdarah
"apa kau tahu identitas asli petugas kebersihan itu siapa"ujar fajri kearahnya
__ADS_1
"tidak, aku tidak tahu, emangnya dia siapa sebenarnya" ujar Angga dengan wajah penasaran dan kaget karena ia pikir identitasnya tidak sederhana
hanya saja Fajri langsung menunjukkan foto presedir dahyun dan juga rizda
"apa dia yang kau maksud"ujar fajri
Angga melihatnya secara teliti iapun kaget karena yang ia pukul anak kandung bosnya lalu ia terdiam
"apa kau sudah mengerti, kalau sudah pergilah dari sini" ujar fajri sambil menaruh foto presedir dahyun kembali
"bawa dia pergi ke perusahaan ini aku umumkan dia dipecat mulai hari ini jangan membiarkan aku melihatnya lagi dan juga kau harus merahasiakannya kalau tidak aku akan membunuhmu"ujar presedir dengan nada berteriak penuh emosi sambil menunjuknya dengan tatapan tajam
Fajri mendengarkan ia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengusir Angga secara tidak hormat
"Fajri, aku ingin kau menyuruh orang untuk menjaganya biarpun ia juga anak kandungku"ujar dahyun yang telah duduk kembali
"baiklah tuan" ujar fajri sambil menunduk kepala lalu ia pergi
diwaktu yang sama rizda dan juga suri sedang dihukum bosnya karena bosnya melihat mereka sedang berkelahi dengan menejer perusahaan yuhan mereka dihukum membersihkan gudang yang sudah lama tidak dipakai
suri dan juga Rini diam diam pergi membantu mereka berdua yang sedang dihukum sementara itu sila terus menerus menatap rizda sambil membersihkan buku yang penuh debu lalu ia membuang kalau ada yang rusak dan rizda menyadarinya sila terus menatapnya
"kau kenapa melihatku, Aku tahu aku begitu cantik sampai kau melihatku terus"ujar rizda sambil menatap buku dengan suara kecil
"hah, jangan kegegeran aku hanya melihat wajahmu apa masih sakit" ujar sila kearahnya
"tumben kau mengkhawatirkanku, tidak,, maaf membuatmu kecewa aku pikir kau menanyakan karena kau ingin menertawaiku lagi dasar munafik"ujar rizda mengejek sila
"apa kau tahu kenapa aku sering mengganggumu"ujar sila ia berhenti membersihkan lalu terdiam
"aku tahu karena aku miskin dan anak kampungan"ujar rizda
"bukan, aku sering mengganggumu karena kau sangatlah cantik membuatku tidak percaya kau hanyalah orang biasa, sebenarnya aku sangat membenci orang cantik karenanya"ujar sila
rizda mendengarkannya ia terdiam
"hah, apa karena laki laki brengsek itu ia memilih gadis cantik dari mu dan kau ditinggalkannya" ujar rizda dengan suara santai
"bisa katakan juga gitu sebenarnya 5 tahun yang lalu pas kami masih pacaran dia miskin aku sudah menyukainya sejak lama dan juga ayahku membantunya sampai ia bisa sukses kayak gitu aku sangat jengkel karena ia memutuskanku demi wanita cantik dan juga ketika ayahku bangkrut"ujar sila menceritakan masa lalunya
" jadi kau membenci gadis cantik karena itu, aku rasa pikiranmu sangatlah konyol"ujar rizda suara kecil sambil mengerjakan pekerjaannya
"benar,kau benar aku benar benar sangat konyol"ujar sila sambil menatap buku yang ada didepannya
"aku rasa kau masih menyukainya dan menunggunya selama ini, jangan mengelak aku melihat dari matamu karena mata orang tidak bisa berbohong"ujar rizda kearahnya
"kau benar, aku masih mencintainya aku ingin melupakannya tetapi aku tidak bisa melakukannya padahal ia selingkuh di depanku" ujar sila
"hah,aku barusan melihat orang sepertimu"ujar rizda
__ADS_1
"benar aku sangat konyol daripada orang lain"ujar sila dengan wajah sedih hanya saja rizda langsung menyentuh pundaknya
"tidak, kau salah menanggapiku, aku bilang kau sangatlah setia dari orang manapun, dan juga sangat baik dan tidak pernah membenci orang yang telah membuatmu menderita,aku sedikit takjub denganmu" ujar rizda menatap sila dan perlahan lahan ia langsung menurunkan tangannya sementara itu sila terdiam ketika mendengarkannya
"aku ingin kau melupakan orang yang telah membuatmu menderita ingatlah kau harus mencintaimu diri sendiri karena kau lebih berharga dibandingkan dia"ujar rizda dengan suara santai sambil mengerjakan sesuatu
sila mendengarkannya ia terdiam karena ia sangat terharu dengan rizda karena ia masih mau mempedulikanya padahal dia sering mengganggunya
sila langsung mengambil buku yang ingin rizda angkat, rizda terkejut karena ia sangat kaget dan menatap sila
"apa yang kau lakukan"ujar rizda
"istirahatlah nanti aku yang mengerjakannya, anggap saja aku minta maaf karena kelakuanku selama ini"ujar sila tersenyum kearahnya
"iya nanti kami yang mengerjakannya"ujar suri sambil merangkul bahunya Rini lalu mereka berdua tersenyum kearahnya
"apa yakin kalian bisa melakukannya tanpaku"ujar rizda kearah mereka semua dan mereka langsung mengangguk kepala
"baiklah, anak buah semangat ya mengerjakannya bosmu ingin tidur " ujar rizda dan ia melihat ada kursi panjang disitu lalu ia tidur dengan santai, sedangkan mereka kembali mengerjakannya
beberapa jam kemudian mereka bertiga sudah selesai mengerjakanya mereka semua baring dengan tubuh begitu berkeringat sambil berdesah karena ia sangatlah lelah lalu sila melihat ada air minum di atas kepalanya dan ia melihat ternyata itu adalah rizda
"minumlah, kau hauskan sobat"ujar rizda membuat sila tersenyum manis kearahnya
"terima kasih"ujar sila dan ia mengambilnya karena kehausan begitu juga yang lain rizda membeli air minum untuk mereka semua
beberapa hari kemudian ketika rizda sedang cuti ia jalan jalan memakai sepeda barunya yang ia beli pakai uangnya sendiri dengan wajah tersenyum ia melihat nenek yang pernah ia tolong sedang duduk sendirian di pinggir jalan
lalu rizda menghampiri nenek itu
"nek, kita lagi nunggu seseorang"ujar rizda langsung duduk disampingnya
"kau,, makasih ya sudah membantuku dan aku lagi nunggu cucuku"ujar nenek itu kearah rizda dengan wajah tersenyum
"aku temani ya"ujar rizda kearahnya
"siapa namamu"ujar nenek itu
"aku rizda yuhan"ujar rizda nenek itu terdiam dan menatap rizda lama
"siapa ayahmu"ujar nenek itu dengan wajah penasaran
"dah,,,,,,meninggal"ujar rizda ia hampir keceplosan
tetapi nenek itu tersenyum ternyata ia sudah mengetahui identitas asli rizda tetapi ia tidak menanyakan karena ia pikir ia sengaja untuk menutupi identitasnya
nenek itu melihat cafe yang ada disampingnya
"nak, aku lapar ayo kita makan disana, nanti aku yang traktir kan"ujar nenek itu kearah rizda dengan membujuk
__ADS_1
"baiklah, tapi aku ingin bayar sendiri makananku"ujar rizda sambil memegang nenek itu lalu mereka berjalan menuju cafe yang ada disampingnya
ketika rizda sementara berpesan makanan hansung datang dan menghampiri neneknya yang lagi duduk ketika itu rizda datang kearahnya dari samping mereka berdua saling menatap dan terdiam