
...****************...
rizda sampai tempat berkumpulnya anak baru menjadi petugas kebersihan
"maaf aku terlambat" ujar rizda suara kelelahan sambil membersihkan keringatnya dengan pakaian yang sangat berantakan membuat semua orang sekitar menatapnya, karena ia sangatlah terlambat dan mereka pergi ia ditatap oleh kepala yang mengurus yang bernama aulia petugas kebersihan diperusahaan itu
"tidak apa apa, aku juga butuh tinggal satu orang"ujar aulia yang menatapnya dengan suara santai
"benarkah" ujar rizda menatapnya dengan wajah tersenyum karena ia diterima
"iya, tapi lain kali aku tidak mau kau terlambat seperti ini mengerti"ujar aulia kearahnya dengan suara serius membuat ia terdiam
"baiklah" ujar rizda dengan suara begitu gugup
"ambilah, aku lihat dari penampilanmu kau sangat butuh pekerjaan ini jadi baju ini gratis untukmu, pakailah dan pergi ke lantai 2" ujar aulia memberikan tas yang berisi pakaian tugas kebersihan mereka dengan secara gratis karena ia pikir rizda sangatlah miskin
rizda mengambil tas yang diberikannya lalu ia dengan cepat pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya ketika selesai ia pergi kelantai 2 untuk bekerja bersama petugas lainnya
beberapa menit kemudian ternyata banyak tidak menyukainya karena mereka pikir rizda anak miskin dan kampungan membuat ia sering diejek dan dihina, sementara itu bos yang mengurus dia yang bernama gina ia juga tidak menyukainya membuat ia sering menyuruhnya ketimbang yang lainnya
"anak baru!! setelah itu kau bersihkan toilet semua itu baru kau,,, bisa istirahat" ujar gina dengan suara berteriak kearahnya sambil menunjuk toilet yang sangat kotor dan bau lalu gina pergi meninggalkanya dan orang sekitarnya tersenyum jahat kearahnya dan menertawainya ia bernama sila dan juga Anisa yang sedang berdiri agak dekat denganya
"semangat anak kampung bersihkan toilet bau itu"ujar sila yang mengejeknya sambil memegang hidungnya karena toilet itu sangatlah bau dan ketawa bersama Anisa yang ada disampingnya
sila tidak menyukai orang yang cantik lebih darinya karena pacarnya direbut karena kecantikannya
rizda melihatnya ia menggenggam alat pel ditangannya dengan erat dan menatap mereka dengan penuh kesal mau tidak mau ia harus mengerjakannya lalu ia pergi membersihkan semua toilet yang sangat kotor dan bau itu
beberapa menit kemudian ia sudah selesai membersihkannya membuatnya ia sangatlah kelelahan dan berkeringat, rizda sementara duduk dan sambil menghela nafas terus menerus
"ah ada apa ini, aku anak orang terkaya di negara ini, kenapa bisa menjadi karyawan menjadi petugas kebersihan, ini sangatlah konyol" ujar rizda dengan suara sangat kecapean dan membersihkan keringatnya karena ia baru pertama kali kerja menjadi petugas kebersihan untuk mengerjakan hal berat padahal dia orang kaya dan dimanjakan ibunya yang telah meninggal dunia ketika masih kecil dan ketika rizda melihat keatas ada air minum di dekat kepalanya dan melirik disampingnya ternyata itu adalah suri
__ADS_1
"aku tahu kau sedang haus, minumlah" ujar suri kearahnya dengan wajah senang membuat rizda tidak sungkan kearahnya lalu mengambilnya dan meminumnya dengan cepat karena ia sangat kehausan
tiba tiba sila dan Anisa datang
"Kalian sangat serasi dan cocok bersahabat karena kalian anak kampungan dan juga begitu miskin" ujar sila kearah mereka berdua lalu Anisa dan dia menertawainya dengan kuat
hanya saja rizda cuek kepadanya dan menghiraukannya lalu menggenggam tangannya suri
"ayo kita minum air dingin, tiba tiba aku merasakan panas disini" ujar rizda yang menyindir mereka dihadapannya lalu pergi
membuat sila emosi karena ia diejek oleh rizda
" apa kau bilang wanita rendahan" ujar sila dengan suara marah ia membalik dan ia ingin menghampiri rizda untuk membalasnya
"tenanglah jangan gegabah kau bisa membalasnya nanti" ujar Anisa dan menahan kuat sila dan menenangkannya karena orang semua di sekitarnya melihat mereka berdua
hansung ternyata melihat tingkah rizda tadi membuat ia sangat tertarik kepadanya
"siapa namanya"ujar hansung kearah asisten pribadinya yang bernama jin usianya 30 tahun dan bekerja menjadi asisten sudah lama ketika ia masih berusia 7 tahun dengan ayahnya dan mengarah ke rizda
"petugas kebersihan"ujar hansung dengan tersenyum tipis lalu pergi, jin melihatnya ia belum pernah melihat hansung tersenyum kembali selama orang tuanya meninggal dunia dan ia mengikuti hansung keruangnya
waktu yang sama tempat yang berbeda Kevin tempat latihan renang ia sementara menjadi petugas kebersihan dan menutupi kalau ia pernah terkenal atletik renang karena ia masih trauma karena kejadian dulu
Kevin hanya bisa melihat dari jarak jauh ketika orang lain latihan berenang dengan wajah sedih ia menggunakan topi untuk menutupi kesedihannya ketika ia melihat mereka latihan mereka selesai
ia seperti biasanya membersihkan tempat itu
dan ia melihat kolam yang sementara membersihkan tempatnya itu dan terus menatap membuatnya ia terdiam lama dan teman petugas kebersihannya melihatnya
"kau kenapa" ujar salah satu temannya yang berada didekatnya sambil menepuk bahunya membuat Kevin sadar kembali
__ADS_1
" tidak, aku tidak apa apa" ujar Kevin lalu ia membersihkan tempat itu kembali
"dasar aneh" ujar karyawan itu melihat tingkahnya dan meninggalkannya membersihkan tempat lain
sementara itu rizda dan juga suri pulang dari pekerjaannya, suri mengajak rizda pergi ketempat renang untuk melihat pacarnya suri yang bernama Irfan untuk latihan renangnya
"Irfan" ujar suri dibelakangnya sambil melambaikan tangannya dengan wajah tersenyum Irfan membalik yang sedang minum, ia telihat tingkah pacarnya membuat ia merasa sangat senang lalu menghampirinya dengan wajah tersenyum
"kau sudah pulang dari pekerjaanmu sayang" ujar Irfan sambil menghelus kepalanya
"iya sayang, aku ingin melihatmu sedang latihan, ambilah aku membawakanmu ini" ujar suri memberikan lap keringat yang kecil mereka berdua sangat romantis sehingga rizda dilupakan di sampingnya
"apa kau mengajakku hanya untuk melihat kalian berdua itu sangat menjijikan" ujar rizda
suri tersadar dan tersenyum kearahnya
"maafkan aku, oh ya ini sahabatku namanya rizda dan ini pacarku bernama Irfan " ujar suri untuk memperkenalkan diri mereka berdua dan mereka berdua saling memperkenalkan diri masing masing
"aku dengar bulan depan kalian ada pertandingan ya jadi aku kesini untuk menyemangati mu sayang" ujar suri
" iya, terima kasih sayang" ujar Irfan
"aku pergi dulu untuk latihan sayang" ujar Irfan lalu ia mencium dahinya dengan penuh lembut lalu pergi lagi lagi mereka romantis dihadapan rizda yang sedang bersama mereka
"Riz aku kesana dulu ya untuk menyemangatinya apa kau mau ikut" ujar suri
"tidak, aku duduk disini saja, aku tidak mau melihat kalian berdua lagi dan melupakanku sendirian" ujar rizda sambil melipatkan tangannya sambil menatap suri membuat suri merasa bersalah
"selesai ini aku yang traktir ya, jangan marah, dah aku pergi dulu" ujar suri menjauhinya dengan wajah tersenyum pergi melihat orang yang sedang berlatih renang
beberapa menit kemudian ketika rizda sangatlah panas dan duduk ia melihat Kevin dengan wajah ditutupi topinya dan terus melihat kearah yang sedang berlatih, dan ia terus melihat Kevin dengan wajah tersenyum jahat dan menghampiri Kevin
__ADS_1
"aku ambil topimu ntar ku kembalikan" ujar rizda tidak sungkan mengambil topinya membuat Kevin terkejut dan ia memegang tangannya dan ingin marah tetapi ketika ia melihatnya rizda senyuman manis kearahnya membuat Kevin tidak berkutik dan terus menatapnya iapun tersadar
"pakailah, kau harus mengembalikannya" ujar Kevin perlahan lahan melepaskan tangannya