TRyING TO GET IT

TRyING TO GET IT
masa lalu yang menyakitkan


__ADS_3

beberapa hari kemudian rizda ketiduran didalam kantor hansung melihatnya ia tidak membangunkannya karena ia tahu rizda sangatlah lelah dan membiarkannya tidur tidak lama kemudian rizda mengigau ketika tidur


"ibu,,,, ibu,,,, ibu"ujar rizda dengan suara menangis perlahan lahan ia mengeluarkan air matanya


ketika tidur hansung mendengarkannya sehingga ia melihatnya lalu mendekat dengan rizda seketika ia memegang tangannya dengan lembut untuk menenangkanya hanya saja rizda memegang erat tangan hansung


"kumohon sadarlah jangan tinggalkan aku ibu" ujar rizda dengan keras ia menangis tersedu sedu, tanpa sadar hansung langsung memeluknya untuk menenangkan rizda


"tenanglah, aku ada disini" ujar hansung sambil memeluk erat rizda tak lama kemudian rizda langsung tenang dan tidur kembali


perlahan lahan hansung melepaskan pelukannya dan memegang wajah rizda dengan lembut dengan wajah begitu khawatir kepadanya


beberapa menit kemudian rizda terbangun lalu ia melihat air matanya keluar jadi ia membersihkannya dengan kedua tangannya


"apa kau mimpikan" ujar hansung kearahnya


"iiiitttuu,,,,,iibbu,, ibuku"ujar rizda dengan ragu ragu memberitahukan Hansung


dia memberitahukan Hansung karena Hansung menatapnya dengan wajah penasaran dan khawatir kepadanya


"kenapa ibumu" ujar hansung dengan suara khawatir


rizda melihat hansung seketika ia mengingat kejadian 13 tahun yang lalu ternyata ia dan ibunya mengalami kecelakaan


rizda selamat karena ia dipeluk ibunya dengan erat sehingga ibunya terkena pecahan pecehan jendela untuk menyelamatkan putrinya dari benda tajam, pecahan itu tembus ke dada ibunya lalu mengeluarkan banyak darah yang mengalir ke wajah rizda dan juga tangannya


rizda melihat ibunya meninggal di depan matanya sendiri dengan tubuh membeku karena kejadian itu ia sampai sekarang selalu mimpi buruk


ketika rizda mengingat kejadian itu ia terdiam lama dengan wajah sedih sehingga hansung khawatir kepadanya


"aku lapar, temani aku untuk makan" ujar hansung dengan wajah dingin lalu pergi


rizda yang tadi melamun untuk memikir kejadian masa lalunya yang pahit ia tersadar karena mendengarkan suara hansung yang mengajaknya lalu ia mengikuti hansung pergi ke kafe yang terdekat


mereka berdua makan bersama hansung melihat rizda memakan dengan lahap dan kembali semangat ia tersenyum kearahnya secara diam diam


"apa kau tahu kedua orangtuaku meninggal ketika aku di luar negeri" ujar hansung dengan suara sedih rizda terhenti makan lalu melihat hansung


"aku pikir kau juga pernah merasakannya kehilangan orang tua" ujar hansung dengan wajah menunduk


"begitu ya pantas saja, aku tidak pernah melihat kedua orangtuamu, benar aku pernah mengalaminya", ujar rizda


"bagaimana kedua orangtuamu meninggal" ujar rizda dengan wajah penasaran


" mereka meninggal karena sakit" ujar hansung curhat kepada rizda ia baru pertama kali curhat kepada seseorang selain neneknya ia merasa lega


"bagaimana dirimu" ujar hansung kearahnya

__ADS_1


rizda hanya terdiam sambil menunduk lalu mengepal tangannya dengan kuat


"bicaralah, kalau sudah mengatakan dengan seseorang kau akan merasa lega sepertiku", ujar hansung ia tersenyum manis kearah rizda


"aku pernah mengalami kecelakaan mobil bersama ibuku waktu masih kecil, dia mengorbankan tubuhnya untuk melindungiku dia mati didepan mataku sendiri" ujar rizda


hansung mendengarkannya ia sangat sedih apa yang telah dialami rizda membuat ia sering mimpikan ibunya


",pantas saja kau menangis sambil menyebut ibumu dengan keras" ujar hansung


"apa aku mimpi ibuku tadi" ujar rizda


"tentu saja" ujar hansung


"oh gitu ya" ujar rizda


"aku ingin kau melupakan masa lalumu yang pahit itu karena masa lalu biarlah berlalu jangan sampai membuatmu menderita" ujar hansung kearahnya untuk menenangkan hati rizda


dari perkataannya Hansung rizda mulai membaik dan semangat lagi


"terima kasih bos" ujar rizda kearahnya dengan wajah tersenyum


"apa kau bilang , 'bos', aku ingin kau memanggilku,, Ha,,, Han" ujar hansung lama kelamaan wajah dinginnya berubah menjadi wajah imut


"hmm,, baiklah, Han,," ujar rizda kearahnya hansung mendengarkan ia sangatlah senang karena mereka berdua mulai akrab satu sama lain


"apa kau menyukai perempuan itu" ujar ayahnya


"iya ayah" ujar Kevin dengan suara kecil sambil melihat adegan mereka berdua


ayahnya mendengarnya lalu menarik tangannya pergi kearah rizda dan hansung


"apa ayah lakukan" ujar Kevin tetapi ayahnya tidak peduli lalu tersenyum


rizda dan hansung melihat Kevin dan ayahnya ada didepan mereka rizda melihat ayahnya Kevin


"paman" ujar rizda kearah ayahnya Kevin


"apa kau mengenal ayahku" ujar Kevin tersenyum kearah rizda


"tentu saja dia pernah menolongku, paman terima kasih ya" ujar rizda membungkuk badanya untuk menghormatinya, ayahnya Kevin melihat hansung, lalu hansung memberikan kode untuknya, untuk menutupi kejadian sebenarnya


" tidak apa apa jangan sungkan" ujar ayahnya kevin dengan wajah tersenyum atau namanya gio framansyah


"oh ya kalian ngapain kesini"ujar rizda


"kami hanya jalan jalan seperti dirimu, aku penasaran apa kalian berdua pacaran" ujar gio

__ADS_1


rizda terdiam ketika ia mendengarkan pembicaraan gio


"apa paman katakan dia bosku diperusahaan dan aku dan dia tidak ada hubungan sama sekali kan han" ujar rizda dengan wajah polos kearah hansung Kevin mendengarkannya ia sangatlah senang hanya saja hansung mengepal tangannya dengan kuat


"iya aku bukan pasangan tetapi sahabat" ujar hansung tersenyum paksa hanya saja Kevin dan ayahnya melihat wajah hansung dan ia tidak mempercayai perkataan hansung kalau ia hanya mengaggap sahabat semata


Kevin dan hansung melihat dengan tatapan tajam dan dingin seperti sedang bertengkar tanpa sepengatahuan rizda


"Riz apa kau ingin bermain denganku" ujar Kevin dengan wajah ramah


"baiklah"ujar rizda mereka bermain lalu hansung pergi ketengah mereka berdua


"aku ikut" ujar hansung kearah Kevin dengan wajah dingin


"ikutlah semakin banyak orang semakin bagus" ujar rizda


hansung dan Kevin saling bertatap dingin dan memegang busur mainan untuk bermain memanah untuk memperlihatkan kemampuan mereka dengan rizda


"bagaimana kita melihat siapa yang berhak mendapatkannya" ujar Kevin kearah hansung dengan suara kecil


"baiklah, siapa yang kalah harus mengalah untuk mengejarnya apa kau mau"ujar hansung dengan tatapan dingin sambil melihat rizda yang sedang bersama gio


"baiklah aku setuju" ujar Kevin tersenyum kearahnya


sedangkan rizda dan juga gio hanya di samping mereka untuk menonton


beberapa jam kemudian hansung dan Kevin sudah banyak melakukan pertandingan


seperti, memanah, basket, tinju dan lain lain tetapi mereka seri sampai berkeringat lalu berdesah karena sungguh sungguh mereka berdua tidak mau mengalah demi mengejar rizda tetapi tanpa sadar mereka semakin akrab karena itu


"kenapa mereka berduel tanpa henti sampai 3 jam melakukannya" ujar rizda sambil melihat jam


gio mendengarkan rizda yang begitu polos lalu tersenyum


"kalau antara mereka berdua yang kau ingin nikahi siapa yang kau pilih" ujar gio kearah rizda hanya saja rizda ketika mendengar itu ia terdiam


"apa maksudmu, jangan Ngada Ngada ya" ujar rizda tetapi rizda terus menerus memikirkan apa yang dia bilang gio tetapi gio menyadari kalau rizda sedang memikirkan apa yang dia maksud


"aku rasa kau sangat pusing untuk memilih tetapi kalau kau memilih antara mereka berdua mungkin kehidupanmu sangat bahagia karena mereka berdua kelihatan tulus dan orang yang baik" ujar gio


"tulus" gumam rizda dengan suara halus sambil melihat mereka berdua


sisi lain ternyata orang misterius itu lagi lagi sedang mengikuti rizda memakai jubah dengan wajahnya ditutupi oleh topi lalu perlahan lahan ia tersenyum jahat kearah rizda


ketika itu gio menyadari seperti ada orang yang mengintip dari belakang ia berbalik melihat orang dibelakang tetapi tidak ada satupun orang yang ada dibelakang mereka


ternyata orang misterius itu menyadari lalu bersembunyi dibalik dinding

__ADS_1


__ADS_2