
ketika mereka pergi kerumah orang itu dengan kecepatan tinggi
beberapa menit kemudian mereka sampai dan memparkirkan mobil agak jauh dari rumah target lalu mereka turun hanya saja target keluar dan mengancam nyawa anak kecil karena ia mengetahui dari awal kalau polisi sedang kemari
"jangan berdekat, kalau tidak anak ini akan kubunuh" ujar target itu sambil membawa pistol kearah anak itu
"hitsss hiiitss" ujar gadis itu berusia 5 tahun ia menangis kencang dan ketakutan
"dia anak yang hilang" ujar Reem kearah rizda dengan suara membisik
"mundur" ujar rizda lalu mereka masuk di mobil dan pergi dari situ
dengan cepat ia membawa anak itu masuk ke dalam mobilnya lalu pergi
beberapa menit kemudian ia merasa ia aman sehingga ia membuka pintu lalu mendorong anak itu keluar sehingga terjatuh dijalan lalu ia pergi
ia tidak menyadari bahwa rizda yang menyetir mobil itu sangat berhati hati mengikutinya dari belakang
"aku ingin kau membawa anak itu kerumah sakit" ujar rizda menelfon pengawalnya itu
"baik nona" ujar tentara itu lalu 1 mobil itu pergi kerumah sakit untuk menuruti perintah dari rizda
"nanti saya saja nyetir, aku lumayan hebat nyetirnya" ujar Reem
"kau lumayan hebat tetapi aku sudah hebat menyetirnya" ujar rizda sehingga Reem terdiam
"kalau begitu tunjukan aku keahlianmu, nanti aku menilainya" ujar Reem karena ia tidak mempercayai perkataan rizda dan meremehkannya karena ia melihat rizda hanya seorang gadis lugu dan cantik
ternyata mobilnya rizda sudah di upgrade ketika ia ingin berdekat ia mengubah warna mobilnya supaya tidak ketahuan dan melaju kearah tersangka itu sehingga Reem kaget dan melirik rizda
" ada apa dengan mobilnya ? dan apa dia manusia, dia,,, seperti robot " ujar Reem karena yuxin sangatlah jenius dan terus menatap mobilnya rizda yang berubah warna
lalu menghampiri mobil itu hanya saja target itu menyadarinya karena instingnya sangatlah kuat jadi ketika mobil ingin berdekat dengannya ia melajukan mobilnya
"apa kita ketahuan" ujar Reem
"peganglah yang ada di dekatmu, jangan berisik" ujar rizda yang semakin meningkatkan kecepatan untuk menangkap target itu
"baiklah, karena hatiku sekarang tidak enak mendengarkan omongan mu yang tadi" ujar reem dengan suara terbata bata dan mempersiapkan diri
tak lama kemudian ia dengan melaju cepat mengejarnya dan menyelip banyak mobil yang ada didepannya tanpa mempedulikan nyawanya
"aku ingin kau memakai jalan pintas ,kita berpisah disini" ujar rizda sambil memegang telingannya sebelah kiri dengan nada santai
sedangkan Reem sangatlah tertekan dan ketakutan karena mereka seperti melakukan pembalap hanya bedanya pembalap memakai baju keamanan sedangkan mereka hanya memakai baju polisi atau biasa
"bisakah kau pelan pelan, kalau kau ingin bunuh diri jangan mengajakku" ujar Reem dengan suara terbata bata sambil memegang tali diatasnya dengan tangan gemetaran
"apa kau sudah mengakui kehebatanku" ujar rizda sambil meliriknya
"jangan melirikku lihatlah kedepan, nyawaku cuman satu" ujar Reem dengan wajah panik
rizda melihat tingkahnya yang begitu lucu menurutnya lalu tersenyum tipis
"apa kau masih bisa tersenyum, dalam situasi sekarang ini" ujar Reem yang memarahi rizda karena panik
__ADS_1
"kau membuatku panik" ujar Reem
"dasar berisik" ujar rizda dengan wajah kesal karena ia mengganggu konsentrasinya
lalu ia sengaja untuk menambahkan kecepatan karena ia menyukai melihatnya ketika ketakutan dan mengejar mobil itu
dan lampu merah target itu langsung menyebrang begitu juga rizda sehingga polisi mengejar mereka berdua
"yaalllah lindungi aku, aku memohon padamu, selamatkan aku" ujar Reem dengan wajah pasrah dan berserah diri kepada tuhannya
polisi memanggil mobil mereka berdua hanya saja mereka cuek dan menambahkan kecepatan, lalu rizda melihat peta ternyata mobil itu ingin pergi ke dermaga untuk kabur
"apa kalian sampai" ujar rizda menghubungi semua pengawal
"kami sudah sampai dan bersiap" ujar semua pengawal tentara itu lalu memblok semua jalan
lalu rizda memainkan heandphonenya yang sedang tergantung didepannya
"apa kau gila!!" ujar reem dengan suara tegas dan takut
" ka,,,kau masih sempat bermain, aku merasakan kau seperti bukan manusia" ujar Reem
tetapi rizda hanya berdiam dan cuek kepada Reem yang sedang cerewet tak lama kemudian ia video call dengan targetnya ternyata ia sementara i meretas heandphone target itu sehingga target itu terkejut dan ingin mematikannya hanya saja dengan keahlian rizda ia tidak bisa mematikannya
"kenapa! apa kau terkejut" ujar rizda dengan suara mengejek
Reem melihat rizda dengan wajah sedikit kagum dan banyaknya ia sangatlah panik karena rizda menyetir mobilnya sambil melirik video call itu
"apa kau inginkan" ujar target itu
"aku menginginkan kau menyerahkan diri " ujar rizda dengan suara serius
"semua jalan sudah ku blok dan dibelakang ada polisi yang handal yang sedang mengejar kita" ujar rizda
"kalau begitu,kau melanggar peraturan juga dan dipenjara, aku pikir kau adalah polisi ternyata kau hanyalah polisi kawe" ujar target itu sambil mengejeknya
"apa kau bilang" ujar Reem ia sedikit kesal telah mendengarkannya
"dipenjara? benar aku bukan polisi tetapi pengawalku adalah tentara frofesional, apa mereka akan mempenjarakanku, mereka tidak berani karena aku bukan orang biasa" ujar rizda dengan suara santai kearah target itu
sehingga mereka berdua terkejut
"apa aku mempercayainya" ujar target itu
lalu ia terkejut karena mobilnya ditembak oleh pengawalnya sehingga ia membelokkan pemudinya karena tidak seimbang lalu menabrak tiang listrik dengan cepat ia ditangkap didalam mobil itu
rizda terhenti begitu juga polisi yang mengikutinya, polisi itu kaget dan turun kearah kecelakaan itu dan mobilnya rizda
"apa kau sudah mempercayaiku" ujar rizda
"sial,,"ujar target itu lalu dia ditangkap
"turunlah, kalian sudah melanggar lalu lintas" ujar polisi itu
lalu pengawalnya atau tentara itu datang kearah polisi itu untuk menjelaskannya kepadanya sehingga mereka berdua bebas dari penjara
__ADS_1
sedangkan Reem ketika sudah berhenti dengan cepat ia keluar dan memuntahkan yang ada didalam perutnya karena mabuk di buat rizda
"kau hampir membuatku mati karena serangan jantung" ujar Reem berdesah sambil menunjuk rizda yang masih didalam mobil itu dengan wajah kesal
ternyata rizda tanpa Reem sadari kakinya sangatlah bergetar dan tangannya langsung bergetar juga ketika mereka berhenti karena ia juga merasa takut bagaimanapun juga ia seorang manusia yang takut mati
"baiklah" ujar rizda kearah Reem
"apa kau gila aku tidak mau denganmu" ujar Reem dengan wajah kesal
"kau yang menyetir apa kau sudah puas" ujar rizda lalu ia turun dan pergi ke belakang lalu duduk dengan santai sambil mendengarkan lagu untuk menghilangkan rasa takutnya
"baiklah" ujar Reem ia menyetujuinya karena dia yang menyetirnya dan mereka pergi ke kantor polisi dan mengikuti pengawalnya yang membawa target itu dari belakang
ketika itu ia sedang diselediki dan rizda melihatnya dari jarak jauh tanpa mengoleh sedikit pun hanya saja target itu tidak mau berbicara dan terus menunduk polisi itu sudah tidak tahan lagi dan memukul meja itu dengan keras
sambil memarahinya hanya saja ia tidak merespon sama sekali dan mengabaikan polisi itu dan seperti memikirkan sesuatu
lalu pamannya tidak tahan lagi dan ia menggantikan temannya yang sedang menyelidikinya lalu ia merekamnya
"kenapa kau tidak menjawabnya" ujar pamannya itu, hanya saja ia lagi lagi dicuekin
"apa kau sedang diancam seseorang" ujar pamannya karena wajahnya seperti sedikit khawatir lalu target itu mendengarkannya lalu tangannya gemetaran rizda melihatnya dari jarak jauh sambil menatapnya dengan wajah dingin
"katakanlah, kalau kau mengatakannya dengan jujur nyawamu akan baik baik saja" ujar pamannya yang membujuk orang itu
sehingga orang itu menatapnya dengan wajah ada harapan
" apa benar yang kau katakan" ujar orang itu
"itu benar" ujar pamannya
"tetapi aku ingin dia melakukannya" ujar orang itu sambil menunjuk rizda dan semua orang menatap rizda
" dia,,,, kenapa harus dia?,,, aku,,,,, baiklah " ujar pamannya yang sedikit khawatir tapi mau tidak mau ia menurutinya dan membiarkan rizda masuk dan rizda tanpa rasa takut ia memasuki ruang interogasi lalu duduk dihadapannya
"aku ingin kalian mematikan pembicaraan kami berdua" ujar orang itu mengarah pamannya yang ada diluar, mau tidak mau mereka mematikannya dengan terpaksa
beberapa menit kemudian tempat itu sunyi dan mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan suara serius
"kau sangat mirip dengan ibumu" ujar orang itu sambil melihat rizda dengan lama
"kau mengenalnya, aku penasaran kenapa bosmu ingin membunuhnya" ujar rizda dengan wajah serius
"tetapi akhlakmu seperti ayahmu dan kejeniusanmu mengalahkan mereka berdua" ujar orang itu yang mengalihkan pembicaraan
tetapi rizda hanya menatapnya dengan wajah sinis kearah orang itu
"baiklah, dia ingin membunuh ibumu dan juga keluargamu soal pribadinya" ujar orang itu
" siapa dia?" ujar rizda
"dia orang baru baru kau temui, hanya saja ia belum tahu identitas aslimu sekarang sehingga itu kau dan dia lumayan akrab" ujar orang itu kearah rizda
rizda mendengarkannya ia terkejut dan tidak mempercayainya sambil mengepal tangannya
__ADS_1
"aku hanya itu yang kuberitahukan kepadamu, karena aku tidak ingin mengkhianatinya karena ia juga akrab denganku" ujar orang itu
"kalau begitu terima kasih, aku bisa mencarinya sendiri" ujar rizda lalu keluar