Tumber Line

Tumber Line
Chapter 1


__ADS_3

Mersya Aurenia Putri murid pindahan dari sekolah High school di london. Gadis yang suka berbahasa inggris dan...sudah banyak memenangkan olimpiade berbahasa inggris di London sudah banyak meraih meraih piala, medali emas maupun perak. Dan satu lagi putri semata wayang dari Indah Aurenia dan Sandy Aureland. Hari ini hari perdana Echa masuk ke sekolah SMA Garuda Jaya.


Tok...tok...tok...


Bunyi ketukan pintu di depan ruangan kepala sekolah. Echa gadis itu berdiri sambil menunggu sahutan dari dalam ruangan kepala sekolah tersebut.


"Masuk" kepala sekolah menyuruh Echa untuk masuk ke dalam ruangan tersebut. Setelah Echa mendapat kan izin dari kepala sekolah. Echa masuk dengan sopan.


"Permisi pak saya murid pindahan dari London pak nama saya Mersya Aurenia Putri." Ucap Echa. Kepala sekolah itu berfikir sejenak dann....


"Ahh...iya saya ingat kamu anak yang sering menang lomba olimpiade bahasa Inggris kan. Iya saya ingat. Ada perlu apa kamu kesini." Ucap kepala sekolah itu sembari tersenyum sebut saja namanya pak Hendra Gunawan. Echa yang mendengar pujian dari pak kepala sekolah itu hanya tersenyum kikuk saja.


"Saya ke sini mau nanya sama bapak kelas saya di mana ya pak?" Ucap Echa sambil tersenyum.


"Hmm...iya iya mari ikut saya ke kelas XI IPA 1. Mari saya antarkan nak.." Ucap kepala sekolah itu tersenyum. Kemudian kepala sekolah itu berdiri dari tempat duduk nya dan Echa hanya mengikuti saja dari belakang.


Setelah 15 menit sampai lah Echa di depan pintu kelas nya dan Echa baru tau sekolah ini sekolah yang memiliki tiga tingkat dimana kelas Echa yang menempati tingkat ke dua.


Tok...tok...tok...

__ADS_1


"Permisi buk.. ini ada murid baru pindahan dari london." Ucap pak Hendra selaku kepala sekolah. Dan guru yang sedang mengajar pun tersenyum.


"Iya pak saya ingat. Terima kasih pak Hendra."Ucap guru itu sembari tersenyum dan pak Hendra membalas tersenyum juga. Yang tak lain adalah wali kelas XI IPA 1 namanya buk Namira atau buk Mira. Buk Mira mengajar pelajaran mata pelajaran fisika. Dan Echa suka fisika tapi dia hanya suka bukan sangat suka. Dia sangat suka pelajaran bahasa Inggris dia tidak lupa dengan semboyannya sendiri yaitu


" I like English lessons." Itu lah semboyan Echa dan tidak akan pernah terlupakan.


"Ayo nak masuk." Ucap buk Mira tersenyum kepada Echa. Echa pun membalas senyuman buk Mira.


"Iya buk.." ucap Echa. Pak Hendra pun segera pergi dari kelas XI IPA 1 untuk kembali ke ruangan kepala sekolah.


"Kamu kenal kan diri dulu ya" Ucap buk Mira tak henti hentinya tersenyum kepada Echa.


"Hay teman teman kenalin nama aku Mersya Aurenia Putri kalian bisa panggil aku Echa aku pindahan dari London" Ucap Echa tersenyum kepada teman temannya.


"Baiklah apa ada yang ingin bertanya?"ucap buk Mira kepada murid murid nya.


"Saya buk..." Jono mengangkat tangannya cowok usil yang suka menggoda cewek itu pasti memulai aksinya lagi.


"Iya Jono kamu mau bertanya apa sama Echa.?" Ucap buk Mira kepada murid nya tersebut.

__ADS_1


"Jono mau nanya nomor Whatsapp nya aja buk" Ucap Jono dengan cengirannya membuat seisi kelas memutar bola mata malas.


"Jono itu bukan pertanyaan penting. Nak kamu gak usah jawab pertanyaan nya ya" Ucap buk Mira kepada Echa. Echa hanya tersenyum tidak tau harus menjawab apa dia hanya mengangguk saja. Dan membuat seisi kelas tertawa karena mereka senang melihat Jono merasa kesal.


"Yahh...kan buk tapi-" Ucapan Jono terhenti karena buk Mira segera memotong ucapannya.


"Gak ada tapi tapian Jono!" Ucap buk Mira garang dan akhir nya Jono hanya diam saja menghela nafas kecewa.


"Mersya kamu bisa duduk di samping lenanda" Ucap buk Mira dengan kembali tersenyum kepada Echa, Echa pun tersenyum dan mengangguk kan kepala nya dan dia berjalan menuju bangku nomor dua yang bertepatan di samping cewek yang bernama lenanda tersebut. Setelah duduk Echa memperhatikannya dengan seksama dan matanya membulat terkejut sekaligus senang bukan main.


"Nanda... lo Nanda kan.."pekik Echa senang bagaimana tidak senang Nanda adalah sahabat lama nya Echa dan mereka berteman sejak kecil. Nanda yang merasa terpanggil pun menoleh ke samping dan Nanda pun ikut terkejut melihat Echa.


"Echa...lo Echa kan... Aaaaa... Echa akhirnya kita ketemu lagii setelah sekian tahun" Ucap Nanda antusias dan mereka berpelukan. Mereka menjadi tontonan se isi kelas termasuk guru yang sedang mengajar.


Dialah Lenanda Aurelia sahabat lama dari Mersya Aurenia Putri.


****


Sampai sini dulu yaa readers ntarr lanjut lagi kok...:)

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan coment and dukungan biar makin semangat hehe:)


__ADS_2