Tumber Line

Tumber Line
Chapter 4


__ADS_3

Saat ini Kelan berada di taman dekat dengan perumahan tempat dia tinggal. Kelan sangat malas pulang ke rumahnya baginya dia lebih senang di luar dari pada di rumah nya sendiri. Jam menunjukkan pukul 18.30 yang artinya matahari telah terbenam dan di gantikan dengan malam. Kelan beranjak dari duduk nya menuju motor sportnya setelah itu dia segera melaju meninggalkan taman menuju rumah nya.


****


Tok...tok...tok...Kelan mengetuk pintu rumah nya dan dia menunggu seseorang untuk membukakan pintu rumah nya. Tak lama muncul lah mama nya yang tak lain adalah Karin.


"Dari mana aja kamu Kelan?" Tanya Karin kepada anak nya yang baru pulang ntah dari mana saja putra nya ini.


"Assallamuallaikum ma..." Kelan menjawab dengan salam dan dia meraih tangan mama nya dan mencium tangan mama nya.


"Waallaikumsallam Kelan. Kamu dari mana saja Kelan? Mama khawatir sama kamu apa lagi nada dia sangat mencemaskan kamu" Karin menjelas kan kepada anak nya bahwa adik nya sangat khawatir dengannya.


"Kelan dari ekskul ma" ucap Kelan lembut. Kelan tidak berbohong tadi dia memang sedang ekskul lalu setelah pulang dari ekskul dia singgah ke taman. Satu hal yang harus kalian tau Kelan kalau sudah menyangkut tentang keluarganya dia akan berubah 180° menjadi lebih lembut tapi jika sudah di depan orang lain, teman temannya maupun sahabat nya dia akan berubah menjadi pendiam. Apa lagi kalau sudah menyangkut adik nya Kelan pasti tersenyum kepada adik nya dan dia tidak bisa marah kepada adik nya.


"Yasudah kamu mandi dulu habis itu solat setelah selesai solat kamu turun ke bawah kita makan sama sama bareng papa" Karin tersenyum kepada putranya. Kelan pun mengangguk kan kepalanya dan juga tersenyum kepada mama nya setelah itu dia naik ke atas menuju kamar nya.


****


Setelah selesai mandi dan solat Kelan turun ke bawah dan dia segera menuju ke meja makan.


"Malam kak Kelan" Nada mengucap kan selamat malam kepada kakaknya sambil tersenyum. Melihat adik nya tersenyum Kelan balas tersenyum juga.


"Malam juga dek" balas Kelan dan mereka pun tertawa.


"Sudah sudah nanti kita lanjut kan mengobrolnya. Kita makan dulu." Tiba tiba saja Rian menyela ucapan kakak beradik itu yang sedang tertawa. Dan setelah itu mereka berdoa yang di pimpin oleh papa nya dan mereka makan dalam keadaan hening. Di keluarga Kelan di larang berbicara saat makan. Selesai mereka makan. Mereka bersantai di sofa sambil menonton televisi.


"Kelan gimana sekolah kamu tadi?" Tanya Karin kepada anak nya.


"Hmm...baik kok ma" balas Kelan tersenyum tipis.

__ADS_1


"Bagus lah kalau baik baik saja" balas Karin sambil tersenyum kepada anak nya dan Kelan hanya mengangguk saja.


"Kelan ikut papa ke ruang kerja papa. Papa mau bicara sama kamu" ucap Rian dan Rian bangkit dari duduk nya menuju ke ruang kerja nya. Ini lah yang Kelan khawatir kan pasti papa nya memaksanya untuk mengikuti les bahasa Inggris itu. Kelan hanya menurut saja dan dia juga bangkit dari duduk nya dia berjalan mengikuti papa nya dari belakang. Setelah mereka sampai di ruang kerja papa nya. Kelan dan papa nya duduk di sofa ruang kerja itu.


"Papa sudah putus kan kamu akan papa les kan dengan om Riko!" Ucap Rian tegas kepada putranya.


"Tapi pa les itu bentrok sama jadwal ekskul Kelan pa" Kelan berusaha menjelas kan kepada papa nya dengan sabar.


"Ekskul yang mana lan? Ekskul piano itu. Ekskul itu untuk cewek lan. Lagian kamu cowok Kelan. Gak seharus nya kamu main piano!" Ucap Rian tegas kepada Kelan dan itu membuat Kelan sedikit emosi.


"Piano gak untuk cewek aja pa. Cowok juga bisa main piano. Bukti nya Kelan bisa main piano." Kelan berusaha membuat papanya mengerti akan dirinya.


"Sudah lah Kelan. Papa tidak mau tau kamu tinggalkan ekskul piano kamu dan kamu les bahasa Inggris dengan om Riko. Papa mau kamu kuliah di Harvard Kelan dan papa tidak menerima penolakan!" Tegas Rian kembali kepada putranya. Kelan hanya menghela nafas pasrah tidak mungkin dia melawan perkataan papa nya yang tidak mau di bantah itu.


"Kalau itu mau papa Kelan akan berusaha sebisa mungkin." Ucap Kelan pasrah akan dirinya.


****


Saat ini Kelan bukan nya belajar tetapi dia merenung di balkon kamar nya sambil menatap indah nya kota kelahirannya ini. Dia merenungkan perkataan papa nya tadi. Namun tiba tiba saja pikirannya teralihkan dengan gadis yang dia tabrak tadi dan Kelan tau namanya. Kelan ingat saat gadis itu mengucapkan namanya Echa. Kelan rasa dia gadis manja.


"Ahgg...kenapa gue malah mikirin dia sih!" Kelan menggeram kesal.


"Cieee kayak nya kakak nya Nada mikirin cewek ni. Ada juga ya yang mau sama kakak yang dingin kayak es balok gini hehe" Nada menyengir lebar. Nada sudah berdiri sejak 10 menit yang lalu dan dia mendengar apa yang Kelan bicarakan. Dan itu membuat Kelan terkejut akan hadir nya Nada.


"Nada kamu nguping pembicaraan kakak kan?" tanya Kelan kepada Nada.


"Nada gak nguping kak. Tapi gak sengaja dengar" ucap Nada bercanda. Dan itu membuat Kelan kesal tapi dia juga tersenyum dengan adik nya. Bagaimana pun Kelan tidak bisa marah kepada adik nya.


"Hemm....kenapa kamu ke sini dek" tanya Kelan kepada adik nya itu dan Kelan paham pasti adiknya meminta dia untuk mengerjakan tugas nya. Kelan sudah hafal dengan tingkah adik tersayangnya ini.

__ADS_1


"Ini kak Nada mau minta kak Kelan buatin tugas IPA Nada. Nada gak ngerti kak" ucap Nada dengan nada memelas. Dan itu membuat Kelan menghela nafas.


"Yaudah sini kakak ajarin kamu buat tugas kamu. jangan kakak aja yang ngerjain semua tugas kamu. Kamu juga harus tau cara nya" ucap Kelan kepada Nada dan itu hanya membuat Nada mengangguk saja.


****


Setelah selesai mengerjakan tugas Nada dan Kelan bersantai di balkon kamar nya.


"Kak tadi kakak kemana aja kok lama banget pulang nya? Nada kan jadi khawatir sama kak Kelan" ucap Nada kepada Kelan. Kelan hanya mengacak ngacak rambut adik nya.


"Tadi kakak ekskul nad. Oh iya gimana sekolah kamu nad?" Kelan balik bertanya kepada adik nya.


"Baik kok kak...oh iya tadi kakak mikirin siapa hayoo?" Nada bertanya kepada Kelan. Kelan menghela nafas kesal kepada adik nya ini yang mulai usil.


"Gak mikirin siapa siapa nad. Udah lah kamu balik ke kamar kamu udah malam besok sekolah." Ucap Kelan menyuruh adik nya untuk keluar dari kamarnya. Nada mengerut kan kening curiga.


"Masak sih gak ada kak. Nada gak yakin deh?" Ucap Nada dengan ekspresi sedang berfikir.


"Iya gak ada Nada. Balik sana ke kamar kamu" ucap Kelan. Kelan mulai jengah dengan pertanyaan adik nya.


"Iya deh iya. Yaudah Nada balik dulu ya kak. Malam kak Kelan" ucap Nada.


"Malam adik nya kakak" balas Kelan. Dan Nada segera keluar dari kamar Kelan. Setelah Nada keluar Kelan merebahkan diri nya ke kasur empuk nya. Tak lama kemudian Kelan mengantuk dan Kelan pun tertidur.


****


Sampai sini dulu yaa:)


Jangan lupa dukungan and coment nya yaa biar makin semangat nulis:)

__ADS_1


__ADS_2