Tumber Line

Tumber Line
Chapter 11


__ADS_3

Pagi ini Echa berangkat lebih awal dari biasanya dia tidak pergi bersama mama nya karena dia ingin membeli bunga Lily kesukaan Kelan. Berangkat menggunakan taksi online.


"Pak stop di sini tempatnya" ucap Echa kepada sopir taksi.


"Ehh..iya neng" ucap sopir taksi itu kepada Echa. Kemudian mobil pun menepi terlihat di sana nama toko Aster flowers, Echa segera turun dari mobil dan berlari menuju toko tersebut. Sesampainya di sana.


"Mbak" panggil Echa pada salah satu karyawan toko. Karyawan toko tersebut segera menoleh ke samping.


"Ada yang bisa saya bantu mbak?" Ucap pelayan toko itu kepada Echa.


"Iya ni, saya mau cari bunga Lily warna putih, trus di tata serapi mungkin ya mbak" ucap Echa sembari tersenyum kepada pelayan toko itu.


"Ohh iya mbak, bentar ya mbak" ucap pelayan toko itu kepada Echa.


"Iya mbak" ucap Echa kemudian dia duduk di tempat bangku tunggu. Tak berapa lama pelayan toko itu pun memanggil nya.


"Mbak ini bunga nya udah siap" ucap pelayan toko itu dan memberikan nya kepada Echa.


"Ohh iya mbak, berapa mbak?" Ucap Echa dengan ramah.


"30.000 aja mbak" ucap pelayan toko tersebut.


"Ohh ini uang nya ya, makasih ya mbak" ucap Echa sambil memberikan uang tersebut kepada pelayan toko tadi. Kemudian dia berlari keluar dari sana. Segera saja dia memasuki taksi dengan terburu buru.


"Pak jalan pak" ucap Echa kepada sopir taksi.


"Siyap neng" ucap sopir taksi itu. Kemudian mobil melaju meninggalkan tempat toko bunga itu. Tak terasa taksi tersebut sudah sampai di depan gerbang sekolah.


"Dah sampai ni neng" ucap sopir taksi itu. Segera saja Echa keluar dari taksi dan membayar ongkos taksi itu.


"Ini uang nya pak, makasih ya pak" ucap Echa kepada sopir taksi itu, kemudian dia berlari menuju kelas. Sampainya di kelas dia melihat Nanda sudah duduk di samping bangku nya.


"Nan" panggil Echa kepada Nanda sambil ngos ngosan.


"Cak...Lo kok sesak napas gitu, habis maraton Lo?" Ucap Nanda terkekeh melihat Echa yang ngos ngosan.


"Ihh...Nanda bukan gitu, gue itu habis beli bunga ni, ohh iya ayok ke loker kak Kelan ntar telat lagi" ucap Echa sambil menaruh tas nya dan menarik tangan Nanda menuju loker.

__ADS_1


"Iya cak... sabar dong pelan pelan aja" ucap Nanda kemudian mereka pun pergi menuju loker di mana loker Kelan berada. Sesampainya di sana.


"Nahh cak...ini ni loker kak Kelan" ucap Nanda kepada Echa.


"Ehh kan kita gak punya kunci nya" ucap Echa dengan melas.


"Tenang gue udah dapat kunci nya." Ucap Nanda sambil tersenyum kepada Echa sembari memperlihatkan kunci di tangannya.


"Gila... nan kok bisa dapat?" Ucap Echa sambil mengambil kunci itu dari tangan Nanda.


"Bisa dong, ntar gue jelasin, sekarang tugas Lo itu taruh aja bunga nya" ucap Nanda sambil mengambil kunci itu dari tangan Echa dan membuka loker Kelan. Segera saja Echa menaruh bunga itu di dalam loker setelah selesai mereka kembali mengunci loker itu.


"Kita lihat aja responnya pas pulang sekolah" ucap Nanda kepada Echa.


"Kok gak sekarang nan?" Ucap Echa dengan nada kecewa.


"Ya gak bisa dong Echa sayang, soalnya kak Kelan itu latihan basket nya pas pulang sekolah" ucap Nanda memberi pengertian kepada Echa.


"Yaudah deh ayok kita balik ke kelas nan" ucap Echa kepada Nanda.


"Hehe iya lupa gue" ucap Echa. Kemudian mereka pun pergi ke tempat penjaga sekolah dan memberikan kunci itu kembali kepada penjaga sekolah tersebut. Setelah selesai mereka pun pergi menuju kelas mereka. Setelah sampai di kelas mereka pun duduk di bangku masing masing, tak lama kemudian guru pun masuk ke kelas mereka.


Kring...kring...kring...


Bel berbunyi yang menandakan waktu pulang sekolah telah tiba. Murid berhamburan keluar dengan gembira nya. Sementara Echa dan Nanda pergi Menuju loker Kelan dan mereka menunggu di sana hingga...


"Beib kamu yakin gak bisa anterin aku ke mall sekarang?" Ucap Livia dengan manjanya. Membuat Kelan jengah cuman dia harus bersabar meskipun dia muak tetapi yang di samping nya ini tetap lah seorang wanita.


"Livia aku gak bisa nemenin kamu sekarang, kamu tau kan aku ada latihan basket buat turnamen bulan depan, jadi aku mohon kamu ngertiin aku" ucap Kelan menjelaskan kepada Livia dengan lembut.


"Hemm tapi kamu janji ya nemenin aku besok malam makan malam di restoran Jepang" ucap Livia dengan manjanya.


"Iya aku usahain" ucap Kelan dengan raut wajah yang di paksa dengan senyuman.


"Yaudah aku mau pulang aja deh kamu semangat ya sayang latihannya, maaf aku gak bisa nemenin kamu aku ada janji sama teman aku" ucap Livia kepada Kelan dengan tersenyum lembut.


"Iya." ucap Kelan dengan singkat. Livia pun yang tau akan respon Kelan seperti itu pun segera beranjak dari sana dan pergi Menuju gerbang sekolah.

__ADS_1


"Nan...Deket banget ya mereka, gue merasa gak akan bisa deh dapatin kak Kelan, Lo liat aja tadi kak Kelan ngomong nya lembut banget" ucap Echa merasa sedih dan putus asa kepada Nanda.


"Gak cak...kak Kelan itu ngomong kayak gitu supaya cewek ganjen itu ngerti" ucap Nanda kepada Echa. Dia tidak mau melihat sahabatnya ini merasa sedih.


"Iya tapi-" ucapan Echa terpotong karena Nanda memberi nya instruksi untuk melihat reaksi Kelan saat membuka loker. Sementara itu Kelan yang merasa heran mengapa ada bunga Lily kesukaan nya di dalam loker nya tersebut.


"Dari siapa bunga ini"  ucap Kelan dengan lirih, kemudian dia melihat ada sebuah surat di dalam bunga itu. Dia pun membuka surat itu dan mulai membaca nya.


To: kak Kelan


Aku sengaja nulis surat ini untuk kakak sebagai rasa kagum aku kepada kakak, kakak itu bagaikan bintang di langit jauh banget untuk aku gapai, jika aku tidak berusaha menggapai bintang itu jika aku diam saja lantas apakah bintang itu akan datang sendiri kepadaku?


~MAP


"Ada aja orang yang iseng kek gini gue, mending gue buang gak penting." ucap Kelan dan segera saja dia membuang bunga itu ke tempat sampah beserta suratnya. Kemudian dia segera saja mengambil baju basketnya dan pergi menuju ruang ganti.


"Cak...di buang cak" ucap Nanda dengan nada pelan.


"Gue udah duga kok nan kalau orang kayak kak Kelan itu gak bakal luluh sama surat" ucap Echa dengan pandangan kosong dan raut wajah sedih.


"Cak udah lah dari pada lo sakit hati, sedih kayak gini mending Lo nyerah aja, gue gak tega liat Lo kayak gini" ucap Nanda kepada Echa.


"Gak nan selagi gue masih bisa dan mau berusaha gue pastiin gue dapat" ucap Echa dengan yakin.


"Cak tapi-" ucapan Nanda terpotong akibat Echa.


"Nan selagi gue mau gue pasti bisa, cukup Lo dukung gue aja, biar ini jadi tantangan buat gue" ucap Echa dengan tegas kepada Nanda.


"Oke oke gue ngerti, selama itu buat Lo senang gue dukung" ucap Nanda kepada Echa.


"Sekarang kita pulang nan" ucap Echa sambil berjalan ke arah pintu gerbang sekolah sambil menunggu taksi.


****


Sampai sini dulu yaa:)


Jangan lupa dukungan and coment

__ADS_1


__ADS_2