Tumber Line

Tumber Line
Chapter 7


__ADS_3

Tokk...tokk...tokk...


Bunyi ketukan pintu itu terdengar dari arah kamar seorang gadis yang tidak lain adalah Echa. Echa yang merasa seseorang tersebut terus mengetuk pintu kamarnya berkali kali membuatnya merasa kesal. Dia berjalan ke arah pintu kamar nya dan segera membuka nya. Dengan muka kusut rambut yang berantakan Echa bertanya kepada sang pengetuk pintu yang tidak lain ialah mama nya.


"Apaan sih mama ganggu Echa tidur aja deh" ucap Echa dengan Ekspresi kesal nya. Indah yang mendengar anak semata wayangnya berkata seperti itu pun melotot kan kedua mata nya dan membuat Echa sedikit takut.


"Kamu ini...kan kamu udah janji sama mama mau nemenin mama makan malam di rumah teman mama sayang. Masak kamu lupa? Kamu gak liat ini udah jam 17.30  lagian kok anak gadis bangun nya jam segini. Sekarang mama mau kamu mandi dan dandan yang cantik." ucap Indah panjang lebar dan dengan intonasi nada yang tegas. Echa pun menepuk jidat nya dia lupa bahwa malam ini dia akan menemani mama nya.


"Ohh...iya ma Echa lupa maafin Echa ya ma" ucap Echa dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa dia merasa bersalah. Indah pun tersenyum dan membelai rambut putrinya dengan lembut.


"Iya sayang gak papa. Yaudah sekarang kamu mandi sana" ucap Indah dengan lembut dan kemudian mencium kening putrinya itu.


"Ummmm...mama jadi makin sayang deh Echa sama mama. Yaudah Echa mau mandi dulu ya ma" ucap Echa sembari memeluk Mama nya dan juga mencium pipi mama nya. Setelah itu Indah turun menuju arah bawah dan Echa pun segera mandi dan bersiap siap.


****


Sementara itu Karin tampak sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk sahabat sekaligus teman arisannya. Karin melihat anak sulung nya tersebut berjalan menuju arah tangga dan dia pun memanggil anaknya tersebut.


"Kelan." Karin memanggil anak sulung nya. Kelan yang merasa seseorang memanggil nya, dia pun memutar tubuhnya ke belakang dan dia melihat mamanya. Kelan pun berjalan ke arah mama nya.


"Ada apa ma?" Ucap Kelan bertanya dengan nada bicara yang lembut.


"Kelan nanti kamu bantu mama ya nyambut tamu tamu mama" ucap Karin sambil tersenyum. Kelan yang merasa aneh dengan permintaan Mama nya tersebut mengernyitkan dahinya.


"Gak deh ma. Kelan gak mau" tolak Kelan dengan raut wajah datar seakan kesal dengan permintaan mamanya tersebut. Karin yang mendengar penolakan dari putranya pun menatap tajam ke arah putranya tersebut.


"Kan mama cuman minta kamu nyambut tamu sayang kok kamu malah nolak gitu, lagian teman teman mama penasaran sama anak sulung mama ini, kamu mau ya cuman nyambut tamu aja kok setelah itu kamu boleh ke kamar kamu" ucap Karin menjelaskan kepada anak nya agar anaknya tersebut mengerti. Kelan menghela nafas berat dan kemudian dia mengiyakan permintaan Mama nya tersebut.

__ADS_1


"Iya ma...yaudah Kelan mau ke atas dulu ya ma" ucap Kelan dengan lembut dan itu membuat Karin senang. Bagaimana pun Kelan tidak mau membuat mama nya kecewa bagi nya mama nya itu adalah sosok ibu yang sangat berarti bagi nya.


Setelah itu dia berjalan menuju tangga dan kemudian berjalan menuju arah kamarnya setelah sampai di depan pintu Kelan pun membuka pintu itu dan segera masuk kemudian dia membuka sepatu nya dan meletakkan barang barang nya dengan rapi. Setelah itu dia segera mandi.


30 menit kemudian...


Kelan sudah rapi dengan setelan kemeja dan juga celana levis yang membalut tubuh nya dengan sempurna kemudian dia segera mengambil ponselnya. Dan saat menghidupkan ponsel nya terdapat banyak notif. Ada notif dari Instagram nya dan segera saja dia membuka notif tersebut.


*Mrsyaaurnia-_ start following you*


Dan terdapat sebuah pesan singkat dari orang tersebut. Kelan yang penasaran pun segera melihat pesan itu detik kemudian raut mukanya berubah menjadi datar.


Mrsyaaurnia-_


Hay kak


"Ma...udah ntar mama kecapean lagi Kelan gak mau mama sakit" ucap Kelan dengan lembut kepada mama nya. Namun Karin hanya tersenyum dan dia merasa senang akan perhatian anak nya tersebut.


"Mama gak papa kok, ntar lagi juga siap ini" ucap Karin dengan lembut dan sembari mengelus rambut anak nya. Dia tidak menyangka anak yang dulu masih dia manjakan kini sudah beranjak dewasa, terkadang kita merasa waktu begitu cepat berjalan di saat kita ingin mengulangi hal di masa lalu tapi itu tidak mungkin dan juga usia semakin hari semakin bertambah. Mengingat itu membuat wanita paruh baya itu terlihat sedih. Kelan yang melihat perubahan raut wajah mamanya merasa khawatir.


"Mama kenapa, apa mama merasa pusing?" Kelan bertanya dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa dia khawatir terhadap mamanya. Namun Karin hanya tersenyum.


"Mama hanya sedih mama gak bisa manjain kamu lagi" ucap mamanya. Mendengar itu membuat Kelan sedikit kesal.


"Mama Kelan udah besar" ucap Kelan dengan nada sedikit kesal.


"Iya mama tau, yaudah sana kamu tunggu di ruang tamu bentar lagi teman mama datang" ucap Karin dengan lembut.

__ADS_1


"Iya ma" ucap Kelan. Dan dia segera pergi dari dapur menuju ruang tamu. Dia melihat adik kesayangannya sedang duduk sambil memegang makanan di tangan nya.


"Nada" ucap Kelan sembari merangkul adik kesayangannya tersebut. Dengan rangkulan tersebut membuat Nada terkejut akan kehadiran Kakak nya.


"Kakak ihhh, bikin kaget aja deh" ucap nada dengan kesal. Kelan yang melihat itu hanya tersenyum.


"Kamu nonton apa hmm?" Ucap Kelan dengan nada lembut.


"Aku nonton ini kak Drakor" ucap nada dengan mata yang masih fokus ke arah televisi tersebut.


"Huh, gak bosan kamu nonton itu trus?" Ucap Kelan. Nada hanya menggeleng kan kepalanya yang berarti dia tidak bosan.


"Gak lah kak orang ini film kesuka-" ucapan Nada terpotong karena bunyi bel yang berasal dari pintu rumahnya.


"Bentar ya kakak mau bukak pintu nya dulu" ucap Kelan sembari beranjak dari kursi sofa dan berjalan menuju pintu.


"Iya kak" ucap Nada. Dan kembali melanjutkan acara nonton nya yang sempat tertunda. Kelan membuka pintu tersebut dan muncul lah seorang wanita paruh baya dengan seorang gadis di belakang nya.


"Mari masuk Tante" ucap Kelan dengan tersenyum tipis.


"Iya, di mana mama kamu?" Ucap wanita tersebut yang tidak lain adalah Indah. Dan tiba tiba muncul lah mama Kelan. Kelan yang mengetahui sudah ada mamanya segera pergi beranjak dari sana menuju kamar nya.


****


Sampai sini dulu ya


Jangan lupa dukungan and coment:)

__ADS_1


__ADS_2