
Saat ini Echa dan Nanda sedang berjalan menuju gerbang sekolah, mereka terlihat seperti mengobrol kan hal yang serius.
"Cak kayanya tu anak baru nyari perhatian lo deh" ucap Nanda kepada Echa.
"Gak lah nan, kaya gitu mah dah biasa kali mungkin dia pengen berteman aja sama gue" ucap Echa.
"Kalau emang kaya gitu kenapa dia tadi liatin lo mulu cak? " ucap Nanda yang membuat Echa sedikit terkejut.
"Masak sih nan kok gue gak liat ya" ucap Echa heran.
"Ya iyalah lo gak liat orang lo fokus mulu sama ke depan" ucap Nanda.
"Hehe gue kan lagi pengen serius belajar nan" ucap Echa nyengir.
"Tapi sih ya menurut gue tu anak baru ganteng juga , ya walaupun masih gantengan kak Kelan sih kemana-mana" ucap Nanda.
"Nan namanya Riko bukan anak baru" ucap Echa.
"Hehe gue lupa" ucap Nanda sambil nyengir.
"Masih muda udah pikun" ucap Echa meledek Nanda.
"Lupain masalah itu, cak mending lo sama dia aja dari pada lo ngejar-ngejar kak Kelan si biang gak peka itu" ucap Nanda.
"Gak minat nan, mending lo aja yang sama dia" ucap Echa.
"Heh kok malah jadi gue sih" ucap Nanda menatap Echa kesal.
"Selagi gue masih bisa berjuang gue bakal berjuang nan, kalau nanti gue udah capek gue bakal nyerah kok tapi saat ini gue mau berjuang" ucap Echa.
"Iya sih cak yaudah deh semangat buat lo ya cak" ucap Nanda. Echa tersenyum mendengar nya.
"Iya nan always kok, makasih ya nan lo emang sahabat terbaik gue the best deh pokoknya" ucap Echa tersenyum tulus.
__ADS_1
"Yaudah cak gue udah di jemput gue balik ya, bye cak" ucap Nanda sambil melambaikan tangannya Echa pun membalas lambaian tangan Nanda.
"Bye nan" ucap Echa. Tak lama Nanda pergi Echa pun di jemput oleh supirnya. Echa pun segera memasuki mobil nya dan berlalu pergi dari gerbang sekolah tersebut.
****
Kelan dan kawan-kawan nya pun saat ini sedang melakukan latihan basket. Mereka semua tampak serius dalam latihan mereka.
"Ingat kita semua harus fokus jangan ada yang terkecoh sama lawan, jangan ada yang melamun saat pertandingan berlangsung gue mau kita menang dalam tandingan ini seperti tahun sebelumnya! " ucap Kelan tegas. Jika berkaitan dengan lomba atau pun Olimpiade Kelan akan serius dan sangat tegas dia akan berbicara panjang lebar demi tim nya.
"Oke lan siap" ucap mereka bersamaan. Tak hanya Kelan, Bara, Aldo dan juga Juni yang melakukan latihan banyak siswa dari kelas lain yang mengikuti pertandingan basket tersebut.
"Yaudah kalian boleh istirahat dulu" ucap Kelan. Kemudian mereka pun beristirahat ada yang membawa minum ada juga yang pergi ke kantin belakang sekolah.
"Hay beib" Tiba-tiba Livia datang sambil membawakan minum untuk Kelan. Kelan yang melihat Livia datang pun merasa kesal.
"Ngapain ke sini" tanya Kelan. Livia tersenyum.
"Aku bawain minum buat kamu, aku tau kamu capek kan habis latihan" ucap Livia sambil menyerahkan minuman itu kepada Kelan. Kelan mengambil nya, Livia tersenyum namun senyuman itu menghilang ketika Livia melihat minuman itu di berikan Kelan kepada siswa lain.
"Ya" ucap kelan. Livia yang melihat itu kesal, sementara Bara, Aldo Dan juga Juni tertawa mengejek Livia.
"Ih kok kamu kasih sama yang lain sih, kan minuman itu buat kamu" ucap Livia.
"Gue gak haus" ucap Kelan singkat.
"Huuuu dasar kutu air rasain lo hahaha" ucap Bara sambil tertawa.
"Apaan sih lo awas lo ya gue bakal balas" ucap Livia kemudian dia pergi berlalu dari sana dengan raut wajah kesal.
"Bagus lan, gue suka liat lo gituin dia" ucap Aldo.
"Iya lan, sekali-kali emang harus di cuekin tu cewek, biar gak semena-mena sama lo" ucap Juni.
__ADS_1
"Wahh tong tumben omongan lo benar" ucap Aldo sambil menepuk bahu Juni.
"Emang selama ini gue gak bener" ucap Juni. Kelan hanya memperhatikan mereka semua dengan raut wajah datar.
"Udah?" tanya Kelan. Mereka pun seketika terdiam menatap Kelan.
"Yaudah ayo lanjut latihan" ajak Kelan.
"Oke lan" sahut mereka, kemudian mereka semua pun melanjutkan latihan basket tersebut.
****
"Huh ternyata capek juga ya sekolah" ucap Echa sambil merebahkan tubuh nya ke atas kasur. Dia termenung memandang langit-langit kamar.
"Andai aja ada doraemon di sini, pasti rasanya gak bakal susah luluhin kak Kelan, atau Echa minta saran ajaib sama doraemon tapi itu semua gak mungkin" ucap Echa kecewa.
"Ternyata memperjuangkan itu tidak semudah yang di bayangkan" ucap Echa. Kemudian terdengar ketokan pintu.
Tok... Tok...Tok...
"Sayang ayo makan malam mama udah siapin nih" ucap seseorang yang tidak lain adalah mama Echa.
"Iya ma bentar lagi Echa turun kok" ucap Echa.
"Mama tunggu di bawah ya sayang" ucap mama Echa.
"Iya ma" sahut Echa. Kemudian Echa pun beranjak dari kasur nya dan berjalan menuju pintu keluar kamarnya.
****
Sampai sini dulu ya:)
Jangan lupa dukungan and coment
__ADS_1
Sampai jumpa di part berikut nya:)