
Echa berlari menuju taman yang berada di belakang sekolah untuk menenangkan dirinya. Dia terduduk lemas di bangku taman sambil merenungi perkataan Kelan tadi.
"Sesakit ini ya rasanya menyukai seseorang" ucap Echa lirih. Satu persatu air matanya pun turun di pipinya yang mulus. Cukup lama Echa menangis, dia di kejutkan dengan tepukan yang ada di bahu nya.
"Iya menyukai seseorang itu ibarat kita mendapatkan hadiah" ucap Riko sambil tersenyum kepada Echa. Riko tau Echa berada di taman karena dia melihat Echa dan Kelan berdebat dan dia juga melihat Echa berlari ke arah belakang sekolah sehingga Riko pun menyusul Echa yang berlari ke arah belakang sekolah.
"Kok lo bisa tau gue ada di sini bukannya lo gak hafal sama tempat-tempat di sekolah ini? " ucap Echa sambil menghapus air matanya.
"Semalam pas lo pulang gue keliling-keliling sekolah makanya gue tau lo ada di taman saat ini" ucap Riko sambil tersenyum.
"Sendiri aja? " tanya Echa.
"Ya ca" ucap Riko menganggukkan kepalanya.
"Kenapa lo tadi sama kakak kelas kita, ada masalah? Kok sampai nangis gitu? " tanya Riko.
"Gak kok gue gak ada masalah apapun sama dia" ucap Echa berbohong.
"Cewek kaya lo itu mudah banget di tebak, mending lo jujur aja siapa tau kan setelah lo cerita lo jadi lega" ucap Riko.
"Eh tadi lo bilang kan menyukai seseorang itu ibarat kita mendapatkan hadiah maksudnya apaan? " tanya Echa.
"Ya gitu, ada yang suka ada yang gak" ucap Riko. Namun ucapan Riko tersebut sama sekali tidak membuat Echa mengerti akan maksudnya.
"Apa sih gue gak ngerti ni" ucap Echa.
"Gini deh, misalkan ni lo dapat hadiah dari ulang tahun lo pasti ada yang lo suka maupun gak suka, begitu juga dengan manusia mereka ada yang saling menyukai ada yang gak bahkan ada juga yang saling memendam, paham gak ca? " ucap Riko.
__ADS_1
"Udah paham gue, jadi posisi gue saat ini gimana dong? " tanya Echa.
"Gue susah nebak sama perasaan dia" ucap Riko. Echa hanya menghela nafas.
"Terkadang ingin menyerah, tetapi hati menolak untuk menyerah" ucap Echa memandang rumput-rumput yang ada di taman.
"Selagi hati lo mau berjuang perjuangin tetapi berjuang lah sewajarnya" ucap Riko.
"Lo dah kaya puitis tau gak? " ucap Echa tertawa.
"Nah gitu dong ketawa kan manis kalau lo ketawa dari pada lo sedih-sedih yang ada jelek tu muka lo" ucap Riko tertawa.
"Ih nyebelin lo" ucap Echa sambil memukul bahu Riko.
"Canda kali sensian amat lo" ucap Riko.
"Tipe cewek Kelan ya pendiam, kalem, pintar, terlebih dia gak suka sama cewek yang jago bahasa Inggris. " ucap Riko.
"Kok lo bisa tau, lo kenal ya sama kak Kelan? " tanya Echa sambil mengerutkan dahinya.
"Ya tau lah gue kan-" ucapan Riko terhenti.
"Gue gak boleh keceplosan aduh ni bibir ember banget. " gumam Riko dalam hati.
"Kan apa? " tanya Echa penasaran.
"Eh itu, ya gue nebak aja sih kan tipe-tipe cowok kek gitu mudah di tebak kali hehe" ucap Riko nyengir.
__ADS_1
"Apaan sih garing lo" ucap Echa kesal.
"Gak usah terlalu dipikirin lah ntar yang ada makin pusing" ucap Riko mengalihkan pembicaraan.
"Rik lo pernah gak berasa di posisi kaya gue? " tanya Echa.
"Pernah" Jawab Riko.
"Terus apa yang lo lakuin? " tanya Echa.
"Ya berusaha sama berdoa lah ya kali gue guna-guna tu cewek" ucap Riko.
"Lah kok malah guna-guna sih, gue kan nanya apa yang lo lakuin buat luluhin tu cewek" ucap Echa kesal.
"Gak gue lakuin apa-apa juga tu cewek nempel sama gue" ucap Riko dengan percaya diri.
"Idih pusing gue lama-lama ngomong sama lo udah deh mending gue balik ke kelas aja deh bye" ucap Echa cuek. Riko hanya memandang Echa yang berlalu pergi meninggalkannya sendiri di taman.
"Maafin gue ca, belum saatnya lo tau kalau gue sebenarnya udah lama kenal sama Kelan mungkin nanti gue bakal kasih tau lo tapi gak hari ini" ucap Riko di dalam hatinya. Kemudian Riko pun pergi dari taman menuju kelasnya.
****
Sampai sini dulu ya:)
Jangan lupa dukungan and coment
Okey
__ADS_1