
"Hay jeng, mari masuk" ucap mama Karin dengan tersenyum. Karin yang lama tidak berjumpa dengan sahabat nya tersebut segera memeluk nya.
"Iya jeng, aduh udah lama banget ya kita gak jumpa" ucap mama Indah sembari membalas pelukan sahabat nya.
"Iya jeng, ayo" ucap mama Karin. Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah dan Karin mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa ruang tamu. Setelah duduk mereka berbincang bincang hangat.
"Ohh iya ini anak kamu ya?" Ucap mama Karin dengan tersenyum sembari memperhatikan Echa. Echa yang di perhatikan begitu merasa canggung. Dan dia hanya menampilkan senyum tipis.
"Iya jeng, ini anak saya, sayang ayo perkenalkan diri kamu ke Tante Karin" ucap mama Indah kepada sang anak.
"Mersya tante" ucap Echa sambil menjulurkan tangannya sambil menyalami Karin. Mama Karin menerima nya dengan hangat.
"Wah cantik sekali kamu ya" ucap mama Karin dengan tersenyum.
"Hehe makasih Tante" ucap Echa dengan tersenyum malu malu.
"Mana anak kamu jeng?" Ucap mama Indah bertanya kepada mama Karin. Saat Karin akan menjawab pertanyaan dari temannya tersebut, dia melihat putri bungsu nya menuruni tangga hendak pergi ke dapur, dia pun segera memanggil putrinya tersebut.
"Nada" panggil sang mama kepada putrinya. Nada yang merasa seseorang memanggil nya segera berbalik arah dan pergi menuju orang tersebut.
"Ada apa ma?" Tanya Nada kepada mamanya.
"Sayang kamu ambilkan minum untuk tamu kita ya" ucap mama Karin dengan lembut.
"Iya ma" ucap Nada mengiyakan perintah dari mamanya, saat akan berjalan ke dapur tiba tiba suara mama indah menghentikan langkahnya.
"Sebentar Nada, anak Tante mau bantu kamu ni" ucap mama indah sambil melihat ke arah sang anak. Echa pun merasa heran dengan perkataan sang mama. Dia mengernyitkan dahi nya pertanda dia tidak paham akan kode sang mama.
"Kok ak-" ucapan Echa terhenti, karena sang mama memotong perkataan nya.
"Udah sana kamu bantuin tu, kan kamu anak gadis" ucap sang mama dengan lembut.
"Iya ma" ucap Echa mengiyakan. Setelah itu mereka berdua berjalan ke arah dapur.
"Itu anak kamu ya?" Ucap mama Indah.
"Iya itu anak aku yang ke dua, yang pertama itu masih di atas" ucap mama Karin menjelaskan kepada temannya.
"Ohh cantik ya kayak kamu waktu muda dulu" ucap mama Indah.
"Kamu ini bisa aja" ucap mama Karin sambil tertawa.
"Ohh...iya anak kamu yang pertama itu yang tadi buka pintu itu ya?" Ucap mama Indah.
"Iya itu anak saya yang pertama" ucap mama Karin.
"Ganteng ya, saya gak nyangka anak kamu ganteng gitu kayak apa tu yang anak zaman sekarang bilang kayak oppa oppa Korea gitu" ucap mama Indah sambil tertawa.
"Kamu ini... Tapi anak nya gak suka keramaian, malah saya gak pernah liat dia jalan sama cewek" ucap mama Karin ada sedikit nada khawatir.
"Udah gak papa tu jeng, berarti dia nyari yang pas untuk dia" ucap mama Indah.
__ADS_1
"Iya semoga aja jeng" ucap mama Karin sedikit lega dengan perkataan mama Indah.
"Yang lain pada belum datang ya?" Ucap mama Indah.
"Belum ni kayak nya paling bentar lagi juga datang kok" ucap mama Karin.
****
Sementara itu di dapur Echa dan Nada mempersiapkan makanan minuman yang akan mereka bawa ke ruang tamu.
"Ehm nama kamu siapa?" Ucap Echa bertanya kepada Nada. Nada yang mendengar pertanyaan itu menoleh kan kepala nya.
"Nama aku Nada kak, nama kakak siapa?" ucap Nada sambil menjulurkan tangannya kepada Echa. Echa pun membalas uluran tangan tersebut.
"Nama aku Mersya, kamu bisa panggil aku Echa, ohh iya kok kamu panggil aku kakak emang kamu kelas berapa?" Ucap Echa bertanya kepada Nada dengan sedikit heran.
"Iya aku panggil kakak karna kayak nya kakak lebih besar dari aku umurnya, aku masih kelas 3 SMP kak" ucap Nada kepada Echa.
"Ohh gitu, aku kira kita seumuran" ucap Echa.
"Kakak kelas berapa?" Tanya Nada kepada Echa.
"Ohh aku kelas XI" ucap Echa kepada Nada.
"Emm gitu, ayo kita antar ke depan" ucap Nada. Dan mereka pun berjalan ke ruang tamu sembari membawa nampan makanan dan minuman. Saat mereka sampai di sana terlihat sudah banyak tamu yang berdatangan. Mereka meletakkan nampan tersebut dengan hati hati. Setelah meletakkan nampan itu mereka bergabung dengan para tamu yang lainnya. Mereka berbincang bincang hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 21.30.
"Eh udah jam segini aja, gak terasa ya" ucap salah satu teman mama Karin.
"Iya jeng, yaudah kalau gitu kita pamit pulang ya jeng" ucap teman mama Karin sambil tersenyum.
"Iya jeng ayo saya antar ke depan" ucap mama Karin sembari menemani tamu nya.
"Iya jeng" ucap nya. Mereka pun berjalan ke arah pintu sambil tertawa. Setelah sampai di depan pintu.
"Makasih banyak Lo jeng udah mau datang" ucap mama Karin sambil tersenyum.
"Iya jeng sama sama, kami senang kok datang ke sini, yaudah jeng kami pamit pulang ya" ucap salah satu di antaranya.
"Iya jeng, hati hati di jalan ya jeng" ucap mama Karin. Tinggal lah mama indah.
"Ma udah pulang semua ya?" Ucap Nada kepada mama nya.
"Iya sayang udah pulang semua" ucap mama Karin. Datang lah Echa dari belakang dia menepuk pundak sang mama.
"Echa kamu ini buat mama terkejut aja deh" ucap mama Indah setengah teriak kepada sang putri. Echa yang melihat itu hanya cengengesan.
"Hehe maaf ya ma, yok ma pulang" ucap Echa sambil menarik tangan Mama nya.
"Tunggu dulu, kamu bantuin Nada dulu sana" ucap mama Indah.
"Oke deh ma" ucap Echa sembari berjalan ke ruang tamu untuk membawa nampan yang sudah kotor ke dapur.
__ADS_1
"Kok kamu malah suruh dia kek gitu ndah?" Tanya mama Karin kepada mama Indah.
"Gak papa rin supaya dia itu terbiasa" ucap mama Indah sambil tersenyum. Mereka pun berjalan ke ruang tamu sambil berbincang bincang.
****
"Eh kak Echa Nada ke kamar bentar ya ada yang ketinggalan" ucap Nada kepada Echa.
"Iya, sana kamu ambil dulu" ucap Echa sembari meletakkan nampan yang sudah bersih ke dalam lemari.
"Kakak gak papa kan sendiri?" Ucap Nada memastikan.
"Iya gak papa" ucap Echa sambil tersenyum. Nada pun balas tersenyum dan segera menaiki tangga menuju arah kamarnya. Namun saat akan masuk ke dalam kamar nya dia bertemu degan kakak nya.
"Kak Kelan mau kemana?" Tanya Nada kepada Kelan.
"Mau ke dapur nad, kenapa?" Ucap Kelan bertanya kepada adik nya.
"Ohh gak papa kak" ucap Nada. Dan setelah itu dia segera memasuki kamarnya. Kelan pun yang merasa tidak mengerti dengan adik nya itu tak mau ambil pusing. Dia segera berjalan menuruni tangga. Saat akan sampai di dapur dia melihat sosok familiar di depannya. Echa yang kala itu kesusahan meletakkan mangkuk terakhir dia segera mencari kursi. Saat akan mencari kursi dia melihat sosok pria yang tidak asing. Dan detik berikutnya dia tersenyum senang.
"Kak Kelan" ucap Echa sambil tersenyum senang. Kelan yang merasakan aneh pun hanya mengacuhkan nya.
"Ternyata kakak tinggal di sini ya" ucap Echa masih dengan senyuman. Kelan hanya menampilkan wajah datar nya. Dan dengan cepat dia mengambil minum dan segera meminumnya. Dia tidak mau berlama lama dengan gadis aneh ini. Namun saat akan pergi dia di kejutkan dengan ucapan Echa.
"Aku pasti bisa buat kakak jatuh cinta sama aku" ucap Echa dengan percaya dirinya.
"Coba aja, gue pastiin gue gak bakalan jatuh cinta sama Lo" ucap Kelan dengan sinis dan kemudian dia berjalan menaiki tangga. Echa yang mendengar itu pun hanya tersenyum tipis.
"Dingin banget sih kayak es balok" ucap Echa dalam hatinya.
"Sabar Echa, kamu bisaa" ucap Echa sambil menyemangati dirinya sendiri. Kemudian dia meletakkan mangkuk itu dan setelah selesai dia berjalan ke ruang tamu.
"Ma ayok pulang" ucap Echa Kepada sang mama. Indah yang mendengar itu pun mengangguk kan kepalanya.
"Yaudah yok" ucap mama Indah sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Echa, makasih ya udah mau bantuin Tante" ucap mama Karin dengan tersenyum.
"Iya tante sama sama" ucap Echa balas tersenyum.
"Yaudah rin kami pamit pulang ya, salam sama anak anak mu" ucap mama Indah kepada Karin.
"Iya ndah pasti" ucap mama Karin. Mereka pun berjalan ke arah pintu depan.
"Makasih ya ndah udah mau datang" ucap mama Karin kepada mama indah.
"Iya Rin sama sama" ucap mama Indah dengan tersenyum. Kemudian setelah itu mereka pun pulang.
****
Sampai sini dulu ya
__ADS_1
Jangan lupa dukungan and coment...