
Kring...kring...kring...
Bel pulang sekolah pun berbunyi, membuat para murid bergegas membereskan buku- buku mereka dan memasukkan nya ke dalam tas.
"Baiklah anak- anak, sampai di sini dulu materi kita, selamat siang" ucap buk Teti.
"Selamat siang juga bu" ucap para murid serentak. Bu Teti pun mulai beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju pintu keluar kelas. Setelah bu teti keluar dari kelas para murid pun tampak berdesakan- desakan keluar dari kelas mereka.
"Cak Lo pulang bareng gue gak?" Nanda bertanya kepada Echa.
"Emmm, gue kayak nya di jemput mama gue nan" ucap Echa dengan nada ragu.
"Lo yakin cak?" Tanya Nanda.
"Iya nan gue yakin, yuk nan pulang" ucap Echa sambil menarik tangan Nanda. Mereka pun berjalan menuju arah pintu gerbang sekolah. Nanda melihat bahwa supir nya sudah ada di depan gerbang sekolah.
"Cak gue tanya sekali lagi, Lo gak pulang bareng gue aja cak?" Tanya Nanda kembali memastikan.
"Gak nan, udah deh jangan khawatir gitu gue pasti bakal di jemput kok" ucap Echa sambil tersenyum.
"Ntar Lo lama di jemput gimana, trus Lo di apa apain lagi sama orang gak di kenal gimana?" Ucap Nanda khawatir.
"Ihh nan jangan gitu, pikiran Lo tu jangan nethink mulu" ucap Echa kesal.
" Iya habisnya gue khawatir sama Lo cak, kayak nya bakal turun hujan deh" ucap Nanda sambil melihat ke arah langit yang sudah agak mulai berubah warna menjadi gelap.
"Bentar lagi gue pasti di jemput" ucap Echa meyakinkan sahabat nya itu.
"Yaudah deh gue pulang dulu ya cak, byee Echa" ucap Nanda.
"Byee Nanda" ucap Echa sambil melambaikan tangan ke arah Nanda. Setelah Nanda pergi Echa duduk di salah satu bangku halte sekolah. Beberapa siswa sudah banyak yang pulang, keadaan sekolah mulai sepi, langit pun sudah tampak sangat gelap sekali. Echa mulai khawatir, dia pun sudah mulai gelisah.
__ADS_1
"Aduh mama kemana sih kok lama banget jemput gue" ucap Echa dengan nada cemas sambil melihat ke kiri kanan. Beberapa menit kemudian handphone Echa pun berbunyi, Echa melihat siapa yang menghubungi nya.
My mom❣️ is calling...
Ternyata yang menghubungi Echa adalah mama nya. Segera saja Echa mengangkat panggilan itu.
"Halo sayang" ucap seseorang di sebrang sana.
"Halo ma, kok mama gak jemput Echa sih?" Ucap Echa dengan kesal.
"Aduh maaf ya sayang mama gak bisa jemput kamu, mama ada keperluan, jadi kamu pulang nya naik taksi aja ya sayang" ucap seseorang itu yang tidak lain adalah mama nya Echa.
"Tapi ma, ini udah mau hujan pasti gak bakal ada taksi lewat deh" ucap Echa.
"Kamu telpon supir aja sayang ,udah ya sayang, nanti kalau mama pulang nya kemalaman kamu tidur duluan aja ya, see you honey." ucap mama Echa.
"Tapi ma-" panggilan pun terputus. Echa memandang handphone nya dengan kesal.
"Ini supir gue kemana sih, di telpon gak di angkat-angkat" ucap Echa semakin bertambah kesal karena supir nya sama sekali tidak menjawab panggilannya. Tanpa di sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan nya dari jauh yang tidak lain adalah Kelan.
"Tu cewek kayak pernah gue liat, siapa ya?" ucap Kelan dengan pelan sambil memperhatikan gerak gerik Echa.
"Ngapain tu cewek sendiri aja di situ, sekolah udah sepi gini masih aja keluyuran, eh kenapa gue jadi peduli sama dia?" Ucap Kelan pelan sambil menggaruk tengkuknya.
"Tau ah gue bodo amat" ucap nya. Kemudian dia pun mengambil motor nya yang ada di area parkiran sekolah. Lagi dan lagi dia merasa sedikit khawatir. Tak mau ambil pusing Kelan pun menyalakan motor nya dan segera pergi dari area parkiran sekolah tersebut. Tetapi bukannya pulang Kelan malah menghampiri Echa. Echa yang melihat seseorang yang tampak tidak asing di mata nya mulai mendekati nya.
"Siapa ya?" Tanya Echa mulai merasa takut. Kelan hanya melirik sekilas tanpa menjawab pertanyaan Echa.
"Di tanya malah diam aja" ucap Echa mulai kesal. Mendengar hal itu Kelan segera membuka helm nya dan Echa pun terkejut siapa yang ada di hadapannya saat ini.
"Ha kak Kelan kan, Echa gak salah liat?" Ucap Echa dengan ragu sambil menyipitkan matanya.
__ADS_1
"Menurut Lo kalau bukan gue siapa lagi?" Ucap Kelan cuek. Sedetik kemudian Echa melebarkan kedua matanya.
"Ya ampun ngomong nya panjang banget" ucap Echa dengan antusias.
"Pulang bareng gue" ucap Kelan to the point.
"Mak-sud kakak aku boncengan berdua gitu sama kakak?" Ucap Echa gugup sekaligus merasa senang.
"Yaudah kalau Lo gak mau" ucap Kelan, Kelan terlalu malas untuk sekedar berbasa-basi.
"Eh mau dong, masak di ajak pulang cogan gak mau" ucap Echa tertawa kecil.
"Yaudah buruan" ucap Kelan datar.
"Iya kak ini juga udah mau naik kok" ucap Echa. Tetapi dia ragu akan kah dia memegang bahu Kelan untuk naik ke atas motor nya. Echa takut Kelan akan marah.
"Lo lama banget sih naik nya, gue tinggal ni" ucap Kelan mulai merasa kesal.
"Eh, bukan gitu kak anu itu, boleh gak Echa pegang bahu kakak Echa takut jatuh" ucap Echa ragu-ragu.
"Ya" ucap Kelan. Echa pun mulai menegang bahu Kelan dan mulai naik ke atas motor nya.
"Pegangan ntar Lo jatuh gue yang repot" ucap Kelan. Dan Echa pun memeluk pinggang Kelan. Tanpa di sadari Kelan tersenyum tipis. Mereka pun segera pergi dari area sekolah tersebut.
****
Akan kah ada drama hujan-hujanan di jalan?😂
Sampai di sini dulu ya:)
Jangan lupa dukungan and coment
__ADS_1
Terima kasih