
"Lan hari ini kita latihan jam berapa? " tanya Bara sambil memakan siomay nya. Mereka saat ini sedang berada di kantin.
"Kaya biasanya" ucap Kelan.
"Pulang sekolah kan lan? " Tanya Bara sekali lagi memastikan.
"Iya" ucap Kelan. Bara pun menganggukkan kepalanya mengerti.
"Lan lawan kita kali ini musuh lo kan? " tanya Aldo.
"Bisa di bilang gitu, lagian gue gak pernah cari masalah sama dia, dia yang selalu cari masalah sama gue" ucap Kelan. Kali ini dia mulai berbicara panjang lebar.
"Iya itu, gue bingung kenapa tu orang selalu cari masalah setiap ketemu lo" tanya Bara.
"Mana gue tau, kita ikuti aja alur permainannya" ucap Kelan.
"Kok gue curiga ya sama Livia kaya nya dia kenal sama musuh lo itu" ucap Aldo. Kelan menolehkan Kepala nya ke arah Aldo merasa sedikit penasaran.
"Maksud lo dia kenal dekat gitu? " tanya Bara memastikan.
"Iya soalnya pertandingan tahun lalu gue liat Livia ketemuan sama musuh lo itu di belakang sekolah mereka kaya mesra banget" ucap Aldo.
"Mungkin, tapi apa peduli gue" ucap Kelan masa bodoh.
"Gue ngantuk deh mending kita keruangan basket aja sekalian ngecek perlengkapan tanding kita besok" kali ini Juni memberikan usulannya.
"Nah bener tu, gue juga ngantuk banget habis makan" ucap Bara.
"Gue sih ikut-ikut aja lagian kita jamkos juga kan hari ini" ucap Aldo menyetujui usulan Juni.
"Yaudah ayo" ajak Kelan. Dia pun menyetujui usulan Juni.
"Gini baru gue demen" ucap Aldo terkekeh. Mereka pun segera pergi berlalu dari kantin dan berjalan menuju ruangan basket.
****
"Hai lo mau kemana? " tanya Riko. Riko selalu mengejar Echa kemana pun Echa pergi.
"Gue mau ke perpus, lo ngapa sih kaya anak ayam aja deh ngikutin gue mulu" ucap Echa kesal.
"Kalau induk ayam nya cantik kaya lo gue mah mau aja jadi anak lo eh jangan anak lo deh suami lo aja haha" ucap Riko sambil tertawa. Dan itu semakin membuat Echa kesal.
__ADS_1
"Ih amit-amit deh punya suami kaya lo" ucap Echa menatap kesal tak mau berlama-lama di sana dia pun berjalan meninggalkan Riko. Riko yang melihat Echa pergi segera mengejar nya.
"Ca tunggu" panggil Riko namun Echa berpura-pura tidak mendengar kan panggilan itu. Dia terus berjalan menuju ke perpustakaan.
"Ya ampun ni orang budeg apa gimana sih" ucap Riko. Riko masih terus mengejar Echa hingga sampai ke pintu perpustakaan.
"A-khir-nya gue bisa juga nge-jar lo" Ucap Riko terengah-engah. Echa yang melihat Riko pun merasa lucu.
"Lo kenapa sih kaya habis lomba lari aja" ucap Echa sambil menahan tawanya.
"Gara-gara lo ni gue jadi ngos-ngosan gini" ucap Riko menatap kesal Echa.
"Rasain tu" ucap Echa. Kemudian Echa pun melanjutkan langkah nya untuk mencari buku yang akan di bacanya.
"Eh lo kok tumben gak ke kantin? " tanya Riko.
"Gue malas ke kantin kalau gak ada Nanda" ucap Echa.
"Nanda siapa?" tanya Riko menatap heran ke arah Echa.
"Ya ampun yang kemaren waktu kita ke kantin pas kan ada cewek tu sebelah gue itu Nanda namanya" ucap Echa kesal.
"Iya" ucap Echa. Setelah mendapatkan buku Echa segera mencari meja untuk bersantai. Dia menoleh kan kepalanya mencari meja kosong setelah itu Echa melangkah ke arah meja itu Riko pun mengikuti nya dari belakang.
"Buku apa tu? " tanya Riko sambil melihat-lihat buku yang di pegang Echa.
"Ini buku panduan bahasa Inggris tingkat sulit" ucap Echa.
"Hah lo suka bahasa Inggris? " tanya Riko memastikan.
"Iya emang kenapa? " tanya Echa heran.
"Berarti lo sama kaya gue, gue juga suka bahasa Inggris" ucap Riko.
"Seriusan lo? " tanya Echa.
"Iya" Jawabnya.
"Bagus deh" Ucap Echa tersenyum kepada Riko.
"Eh iya kenapa ya kira-kira kita jamkos sekarang ini? tanya Riko.
__ADS_1
" Katanya sih guru lagi lagi bentuk panitia buat pertandingan besok" ucap Echa.
"Pertandingan apa? " tanya Riko penasaran.
"Pertandingan basket lawan SMA sebelah" ucap Echa.
"Oh gitu" ucap Riko mengerti.
"Kira-kira gue gimana ya besok supaya kak Kelan tertarik sama gue" ucap Echa. Riko yang mendengarnya pun terdiam. Merasa tak ada jawaban Echa pun melihat ke arah Riko.
"Lo kenapa kok diam gitu? " tanya Echa.
"Eh gue gak papa, kok tadi lo bilang apa? " tanya Riko mengalihkan pembicaraan.
"Em gue harus gimana supaya kak Kelan tertarik sama gue? " tanya Echa.
"Besok kan dia tanding lo samperin aja sambil lo bawa minuman dingin" ucap Riko mengusulkan.
"Lo yakin dia bakal nerima? " tanya Echa.
"Coba aja dulu kan gak salah di coba dulu" ucap Riko.
"Iya sih, yaudah deh makasih ya saran lo" ucap Echa tersenyum tulus. Riko pun balas tersenyum.
"Iya sama-sama" ucapnya.
"Yaudah yuk balik ke kelas gue bosan di sini" ucap Echa.
"Yok" ucap Riko. Kemudian mereka pun keluar dari perpustakaan sambil tertawa ntah apa yang mereka bicarakan. Dari kejauhan ternyata ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan tak suka.
"Setiap gue liat lo gue selalu ke ingat masa lalu rik, gara-gara lo gue harus pergi dari dia, sampai kapan pun gue gak akan pernah maafin lo" gumamnya dalam hati ternyata orang yang sedang melihat Riko tadi adalah Kelan.
"Gue rindu seseorang yang membuat gue tertawa setiap melihatnya" gumamnya kembali.
****
Sampai sini dulu ya:)
Jangan lupa dukungan and coment
Okey
__ADS_1