
Setelah belajar selama tiga jam akhirnya bel istirahat pun berbunyi siswa dan siswi sibuk berlarian ke arah kantin sementara Echa dan Nanda justru malah pergi ke taman belakang sekolah.
"Nan ayok ceritain gimana Lo bisa dapat kunci loker nya kak Kelan." Ucap Echa kepada Nanda yang sedang asik minum es teh nya.
"Sabar dulu Napa cak gue lagi minum ini" ucap Nanda kepada Echa sambil menyeruput es teh itu sampai habis.
"Udah kan nan? Sekarang ceritain gue penasaran banget" ucap Echa kepada Nanda yang sudah tidak sabaran.
"Oke oke, jadi gini" ucap Nanda mulai menjelaskan kepada echa..
Flashback on
"Pagi mang Ujang" ucap Nanda sambil menepuk bahu mang Ujang penjaga sekolah tersebut. Mang Ujang yang mendapat tepukan tiba tiba pun menjadi terkejut.
"Astagfirullah allazim ada setan" ucap mang ujang dan berbalik ke belakang ternyata bukan setan tetapi manusia. Nanda yang di katakan seperti itu menjadi kesal.
"Ih mang masak cantik cantik gini di katain setan sih"ucap Nanda dengan kesal.
"Hehe saya kira teh saha tadi, tau tau nya neng Nanda ke sini, maaf neng saya teh gak tau kalau neng yang nepuk saya" ucap mang Ujang dengan cengengesan.
"Yaudah deh gak papa, ohh ya mang saya minta kunci loker kak Kelan dong mang butuh Banget ni" ucap Nanda kepada mang Ujang dengan memelas.
"Aduh neng saya teh gak berani ngasih kunci sembarangan gitu, takut nya ntar den Kelan nya marah sama saya" ucap mang Ujang menolak dengan halus. Yang membuat Nanda kesal.
"Aduh mang plis deh butuh banget ni" ucap Nanda dengan nada memohon.
"Maaf sekali lagi neng saya gak berani" ucap mang Ujang.
"Gini deh saya ada uang 500.000 buat mang Ujang aja semuanya ni saya ikhlas deh" ucap Nanda sambil menyodorkan uang kepada mang Ujang.
"Jadi ceritanya neng Nanda nyogok saya pakai uang, tapi saya teh gak berani neng" ucap mang Ujang sudah ke tiga kalinya menolak permintaan Nanda.
"Yakin mang Ujang gak mau uang ini lumayan loh buat belik kopi, mie instan, atau yang lain" ucap Nanda sambil memainkan uang di tangannya. Mang ujang yang awalnya menolak lama lama tergiur dengan uang itu.
"Eh anu- itu saya-" ucap mang Ujang dengan terbata bata.
"Saya apa mang, udah ni ambil aja deh, sekarang kunci nya kasih ke saya" ucap Nanda kepada mang ujang dan memberikan uang itu kepada nya.
"Yaudah deh, tapi kalau den Kelan marah neng yang tanggung jawab ya" ucap mang Ujang kepada Nanda.
"Iya saya yang tanggung, sekarang kasih kunci nya mang" ucap Nanda kepada mang Ujang.
"Iya neng sebentar saya ambil dulu"ucap mang Ujang kepada Nanda. Kemudian dia segera mengambil kunci loker, setelah mendapatkan kunci loker Kelan dia segera memberikannya kepada Nanda.
"Ini neng kunci nya" ucap mang ujang sambil memberikan kunci itu.
__ADS_1
"Nah gitu dong, makasih ya mang, saya permisi dulu" ucap Nanda kemudian dia segera pergi dari sana menuju kelas nya.
"Ada ada aja teh anak sekarang demi kunci pun rela ngasih uang, tapi ini lumayan juga buat beli keperluan saya hehe" ucap mang Ujang dengan cengengesan. Kemudian dia segera berlalu pergi.
Flashback off
"Ya ampun Nanda, bisa bisa nya kayak gitu" ucap Echa sambil menepuk jidatnya melihat kelakuan Nanda.
"Ini demi Lo juga kali, gue rela ngasih uang jajan gue" ucap Nanda kepada Echa.
"Hehe iya nan, makasih banget ya nan, Lo itu emang sahabat terbaik gue deh" ucap Echa kepada Nanda kemudian dia memeluk Nanda dengan erat.
"Iya sama sama cak...namanya juga sahabat kan" ucap Nanda kepada Echa.
"Iya sekali lagi makasih ya nan" ucap Echa dengan tersenyum.
"Iya cak...trus gimana Lo masih mau ngejar si ice prince itu?" Ucap Nanda kepada Echa. Echa terdiam sesaat.
"Terkadang apa yang kita inginkan harus kita gapai sebisa mungkin jika tidak ada usaha dan doa maka jalan tidak akan terbuka" ucap Echa kepada Nanda.
"Lo yang sabar ya cak..suatu saat semua nya akan indah" ucap Nanda kepada Echa.
"Iya nan, eh ayok balik ke kelas ntar keasikan ngobrol lupa sama belajar" ucap Echa kepada Nanda.
"Bisa ae Lo cak....yaudah ayok" ucap Nanda dengan tertawa. Kemudian mereka pun berjalan menuju kelas mereka.
****
"Kelan" ucap Bara sambil menepuk bahu Kelan.
"Apa?" Ucap Kelan dengan singkat.
"Kok Lo masih di kelas gak pulang Lo?" Tanya Bara kepada Kelan. Namun Kelan hanya menggeleng saja.
"Lo kenapa lan? Kalau ada masalah Lo bisa cerita sama kita" ucap Aldo kepada Kelan.
"Iya lan, cerita dong sama kita Lo ada masalah apa?" Ucap Juni. Kelan pun menghela nafas berat.
"Gue di paksa les bahasa Inggris sama bokap gue?" ucap Kelan dengan datar. Membuat Bara,Aldo, dan Juni mengerti akan situasi Kelan saat ini.
"Trus gimana Lo turutin?" Ucap Aldo bertanya kepada Kelan.
"Terpaksa gue iyain" ucap Kelan dengan nada yang sama.
"Lo les bahasa Inggris itu kapan?" Ucap Bara bertanya kepada Kelan. Sementara Juni sibuk memakan cemilan nya.
__ADS_1
"Tadi malam" ucap Kelan.
"Lah kalau tadi malam berarti bentrok dong sama ekskul piano Lo?" Ucap Aldo kepada Kelan.
"Kebetulan ekskul piano gue libur, kalau gak ogah gue iyain permintaan bokap gue" ucap Kelan.
"Untung aja lan, kalau menurut gue ni ya mending Lo ngertiin deh bokap Lo" ucap Bara kepada Kelan.
"Percuma bokap juga pasti gak bakal ngertiin gue, dia terlalu egois" ucap Kelan dengan dingin.
"Yang sabar ya lan" ucap Bara, Aldo dan Juni bersamaan. Namun Kelan hanya diam saja.
"Makan aja kerja lo" ucap Aldo sambil menepuk jidat Juni. Dimana sang empu merasa kesal akan tingkah Aldo.
"Suka suka gue dong" ucap Juni dengan sinis nya.
Tiba tiba di saat mereka sedang bercanda Livia pun merusak suasana di antara mereka.
"Hay beib" ucap Livia sambil duduk di samping Kelan. Kelan pun hanya diam saja.
"Suasana jadi rusak dengan kedatangan kutu air" ucap Bara dengan sinis nya kepada Livia. Mereka tidak menyukai Livia karena Livia selalu mengancam Kelan.
"Lo kalau gak suka sama kedatangan gue mending Lo keluar aja" ucap Livia dengan senyuman licik nya.
"Lo yang keluar, Lo itu udah menganggu suasana di sini." ucap Aldo dengan nada yang tegas.
"UDAH GAK USAH PADA RIBUT." Ucap Kelan dengan tajam kepada mereka semua. Mereka yang mendengar Kelan marah pun segera diam tak bisa berkutik. Kelan yang merasa kesal pun keluar dari sana. Sementara Livia sibuk mengejar nya.
"Kelan kamu gak lupa kan janji kamu semalam?" Ucap Livia sambil memegang tangan Kelan. Kelan pun memejamkan matanya untuk meredakan emosi nya saat ini.
"Gak ada waktu" ucap Kelan dengan datar.
"Ohh...kamu nolak permintaan aku, okey tapi jangan salah kan aku kalau aku bakal bilang ke papa kamu kalau kamu masih mengikuti ekskul piano, kamu pilih mana aku bilang semuanya ke papa kamu atau nemenin aku makan malam" ucap Livia dengan dengan tersenyum tipis. Kelan yang mendengar nya pun hanya diam saja.
"Diam nya kamu aku anggap itu jawaban iya" ucap Livia kemudian dia segera berlalu dari sana namun saat baru beberapa langkah, langkahnya terhenti.
"Oke fine!" Ucap Kelan dengan tegas. Membuat Livia tersenyum senang dan memutar tubuhnya kembali ke arah Kelan.
"Aku tau kamu gak bakal bisa nolak aku karna aku punya kartu AS kamu, sampai jumpa nanti malam sayang" ucap Livia sambil memberi kiss bye kepada Kelan. Kemudian dia pergi berlalu dari sana.
"Argggggggggh kenapa semua jadi kayak gini" ucap Kelan sambil menarik rambut nya. Kemudian dia segera Menuju parkiran dan menyalakan motor nya dan pergi meninggalkan halaman sekolah.
****
Sampai sini dulu yaa
__ADS_1
Jangan lupa vote and coment