Tumber Line

Tumber Line
Chapter 26


__ADS_3

"Hi girl" ucap Riko sambil menepuk bahu Echa yang sedang melamun di bangku taman dia tidak ke kantin karena Nanda kembali izin tidak sekolah hari ini. dan tepukan di bahu nya membuat nya terkejut.


"Mati lo cicak eh" ucap spontan Echa. Dan Echa pun melihat ke samping kanannya ternyata seseorang yang membuat nya terkejut adalah Riko.


"Kok cicak sih ca, kenapa gak kadal aja gitu? " tanya Riko sambil terkekeh dia pun mendudukkan dirinya di samping Echa. Echa menatap Riko kesal.


"Apaan sih lo gak jelas, udah bikin gue jantungan gak merasa bersalah lagi" ucap Echa cemberut.


"Hehe maafin gue deh" ucap Riko masih dengan kekehannya.


"Hmm" ucap Echa.


"Di maafin gak ni? " tanya Riko.


"Iya Riko sudoyono" ucap Echa kesal.


"Kok sudoyono sih nama gue itu Riko Andrean" ucap Riko mulai merasa kesal.


"Iya-iya" ucap Echa mengiyakan. Dia terlalu malas berdebat dengan Riko yang berujung tidak jelas. Namun Echa teringat akan sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada Riko.


"Eh iya, lo kemaren kok gak datang? " tanya Echa. Karena pas pertandingan basket berlangsung dia sama sekali tidak melihat Riko. Riko yang mendengar itu seketika terdiam namun dia segera tersenyum kepada Echa agar Echa tidak curiga kepadanya.


"Cie-cie kenapa lo nanya-nanya? lo merasa kehilangan ya gak ada gue" ucap Riko menggoda echa. Echa melihat Riko dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Idih kepedean lo, tinggal jawab aja susah amat" ucap Echa kesal. Riko hanya tertawa melihat ekspresi Echa saat ini.


"Gue kemaren ada urusan keluarga jadi gue gak datang lagian kemaren gak belajar kan? " tanya Riko.


"Ya gak belajar sih, tapi emang lo ada urusan apa kok sampai gak datang ke sekolah?" tanya Echa dia yang masih terlihat penasaran. Cukup lama Riko terdiam.


"Eh gimana kemaren lo jadi ngasih Kelan minum? " tanya Riko mengalihkan pembicaraan.


"Jadi dong, malah kak Kelan nerima minuman dari gue" ucap Echa antusias. Echa seakan lupa rasa penasaran nya tadi.


"Bagus lah gue turut senang" ucap Riko tersenyum. Echa hanya tersenyum.


"Yaudah gue ke kelas duluan ya" ucap Riko.


"Loh kok cepat banget?" tanya Echa.


"Oh gitu oke deh" ucap Echa.


"Lo gak mau balik ke kelas juga? " tanya Riko.


"Gak deh gue di sini aja sampai bel bunyi" ucap Echa menolak.


"Lo gak takut? " tanya Riko.

__ADS_1


"Gak lah, siang bolong gini mana ada setan" ucap Echa. Padahal sebenarnya Echa sedikit merasa takut.


"Katanya sih di sini ada penghuni nya" ucap Riko menakuti Echa.


"Gak ada, yang ada lo setannya, udah sana lo balik ke kelas, ngomong sama lo bikin gue kesel mulu" ucap Echa mulai merasa kesal.


"Iya-iya gue balik, bye ca hati-hati ada setan" ucap Riko kembali menggoda Echa.


"Ih nyebelin lo" ucap Echa. Kemudian Riko pergi dari sana sambil tertawa. Echa yang mendengar Riko tertawa semakin di buat kesal. Namun sebelum benar-benar pergi dari sana Riko kembali memperhatikan Echa.


"Lo gak perlu tau ca kenapa gue gak datang ke sekolah kemarin lagian lo emang gak boleh tau" ucap Riko di dalam hati nya. Kemudian dia pun melanjutkan langkahnya kembali. Sementara itu Echa tampak sedang berfikir.


"Kaya nya ada yang aneh deh sama dia, gue mulai curiga sama dia makin ke sini lo semakin aneh rik" Lirih Echa dengan pelan.


****


Di saat Riko sedang berjalan dia tak sengaja berpapasan dengan Kelan. Kelan menatap Riko tajam. Kemudian Kelan pun berlalu pergi dari sana. Riko yang melihat itu pun hanya menghela nafas nya. Kemudian dia pun melanjutkan kembali langkah nya yang sempat terhenti.


"Lagi-lagi gue ingat masa lalu setiap ketemu lo, gue ingat seseorang karena lo, masa lalu adalah hal yang sulit untuk gue lupakan dan semua itu gara-gara lo" ucap Kelan dalam hatinya. Dia sempat menghentikan langkah nya lalu menolehkan kepalanya kebelakang menatap Riko dengan tatapan yang tak dapat di artikan. Kemudian dia pun melanjutkan kembali langkah nya.


****


Riko banyak teka teki ya:v

__ADS_1


Sampai sini dulu


Jangan lupa dukungan and coment:)


__ADS_2