Tumber Line

Tumber Line
Chapter 12


__ADS_3

"Makasih ya pak" ucap Echa kepada supir taksi yang sudah mengantarkan nya.


"Iya neng sama sama" ucap supir taksi itu. Kemudian Echa pun masuk ke dalam gerbang rumahnya dengan lesu. Saat akan memasuki rumah dia di kejutkan oleh mamanya.


"Echa sayang ya ampun, kamu ini kenapa gak  ngabarin mama sih!?" Ucap mamanya dengan tegas, Echa hanya diam saja.


"Kamu kenapa hm? Ayok masuk cerita sama mama di dalam" ucap mamanya Echa hanya mengangguk saja. Kemudian mereka berjalan Menuju sofa ruang tamu dan setelah itu mereka duduk.


"Kamu tadi pagi kemana? Kenapa gak berangkat sama mama atau supir kita? Mama kan jadi khawatir sayang sama kamu, ntar kalo kamu kenapa kenapa gimana." Ucap mama Echa bertubi tubi, yang membuat Echa pusing dan menghela nafas panjang.


"Ma nanya nya satu satu dong, bingung Echa mau jawab yang mana, gini ya ma Echa jelasin Echa itu tadi pagi berangkat sama Nanda karna Nanda ngajak bareng gitu" ucap Echa dengan berbohong kepada mamanya. Mama indah yang mendengar nya pun menjadi lega.


"Maafin aku ya ma aku terpaksa bohong karna aku gak mau mama khawatir" ucap Echa di dalam hatinya sambil menatap sang mama.


"Yaudah kalau gitu kamu mandi, habis itu kamu bantuin mama masak" ucap mamanya. Echa pun hanya mengangguk saja dan setelah itu dia beranjak dari sofa menuju tangga ke arah kamarnya.


****


Jam 18.00 WIB Kelan baru saja sampai di rumahnya setelah latihan basket di sekolah nya tadi, saat akan berjalan ke arah tangga tiba tiba langkahnya terhenti.


"Kelan" panggil sang papa nya dengan tegas. Kelan yang mendengar nya pun hanya menghela nafas.


"Iya pa?" Ucap Kelan dengan nada yang sopan dia tidak mau membuat papa nya emosi jika dia tidak menjawab panggilan sang papa.


"Dari mana kamu jam segini baru pulang?" Ucap papanya masih dengan nada tegas.


"Aku habis latihan basket pa" ucap Kelan seadanya.


"Yakin kamu latihan basket doang, jangan jangan kamu juga latihan piano yang sama sekali tidak ada gunanya."  Ucap papanya menyindir Kelan. Kelan yang mendengar nya sudah mulai tersulut emosi, namun sebisa mungkin dia tidak melawan ucapan sang papa. Saat ini Kelan masih berusaha bersabar.


"Aku gak bohong sama sekali pa." Ucap Kelan dengan datar. Namun papa nya hanya menatap nya remeh.


"Papa kalau gak percaya bisa tanya sama Livia, papa kan lebih percaya Livia dari pada aku!" Ucap Kelan dengan tegas. Kemudian dia berjalan menuju tangga saat baru beberapa langkah nya terhenti.


"Papa percaya, tapi malam ini kamu harus les bahasa Inggris dengan om Riko kamu pergi ke rumah om Riko nanti papa sharelock lokasinya." ucap papanya dengan tegas yang membuat Kelan merasa muak.


"Pa! Papa gak bisa atur atur aku kayak gini, aku bebas pa bebas melakukan apa pun yang aku mau aku udah dewasa jadi aku tau mana yang terbaik buat aku dan aku gak mau di atur atur kayak gini!"ucap Kelan dengan nada emosi dan segera saja berjalan ke arah kamarnya dengan cepat. Sesampainya di kamar Kelan membanting pintu kamar dengan keras sehingga mengejutkan seisi rumah.


"Ma kak Kelan kenapa sih?" Tanya Nada kepada mamanya.


"Mama juga gak tau sayang" ucap mama Karin sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ma coba tanya papa aja deh" ucap Nada kepada mamanya. Mama Karin pun mengiyakan segera saja mereka menghampiri sang papa.


"Pa ini sebenarnya ada apa sih? Kenapa Kelan sampai banting pintu kayak gitu?" Ucap mama Karin kepada suaminya.


"Kamu tanya aja sama anak kamu itu" ucap papa Kelan dan dia segera pergi meninggalkan mereka.


Sehingga Nada dan mamanya merasa heran dengan kelakuan mereka.


"Aduh ma aku tu benar benar gak ngerti deh sama papa dan kak Kelan. Kenapa setiap ada papa dan kak Kelan selalu aja bertengkar gak pernah damai" ucap nada dengan memijit pangkal hidung nya dia merasa pusing antara kelakuan papa dan kakak nya.


"Mama juga gak ngerti sayang, yaudah dari pada pusing kayak gini mending kamu bantu mama masak untuk makan malam" ucap mama Karin dan Nada pun mengiyakan nya. Mereka berdua pun pergi Menuju arah dapur.


****


"Kenapa hidup gue harus di atur atur kayak gini? Apa gue gak bisa mencapai kesuksesan gue sendiri, kenapa harus di tentuin kayak gini, papa juga kenapa lebih percaya sama Livia dari pada gue anaknya sendiri."  ucap Kelan di dalam hatinya merasa bingung akan hidup nya saat ini.


"Argggggggggh, pusing gue serasa gue ini boneka yang hidup nya harus gini harus gitu kapan gue bisa bebas kalau kayak gini caranya." Ucap Kelan dengan menarik rambut nya dia merasa putus asa untuk saat ini. Namun sesaat kemudian hp nya berbunyi segera saja dia melihat siapa yang menelpon nya.


"Nomor gak di kenal? Siapa? Jangan jangan cewek itu lagi, gak usah gue angkat aja." Ucap Kelan dengan cuek kemudian menaruh kembali benda tersebut ke tempat nya. Namun benda itu terus saja berbunyi hingga panggilan ke lima baru lah Kelan mengangkat telepon nya.


"Halo" ucap Kelan kepada seseorang tersebut.


"Halo Kelan ini saya om Riko yang akan mengajarkan kamu bahasa Inggris, kamu bisa kan datang ke rumah saya jam 20.00 nanti?" Ucap seseorang tersebut yang tidak lain adalah om Riko. Cukup lama tidak ada balasan dari Kelan hingga akhirnya dia tersadar dari lamunannya.


"Ee- iya om nanti aku usahain" ucap Kelan dengan sopan.


"Oke saya tunggu ya"  ucap om Riko Kemudian panggilan pun berakhir. segera saja Kelan melempar hp nya ke samping tubuhnya.


"Ini pasti ulah papa lagi, kenapa sih papa gak pernah dukung aku sedikit pun" ucap Kelan dengan emosi. Kemudian dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah rapi dia segera turun ke bawah mengambil kunci motornya dan melewati meja makan tanpa melihat ke arah meja makan sedikit pun.


"Kelan kamu mau kemana, makan dulu sayang  biar kamu gak sakit" ucap sang mama dengan khawatir.


"Aku nanti makan di luar ma, aku buru buru assalamualaikum ma" ucap Kelan kemudian dia segera pergi dari sana menuju arah pintu luar. Mamanya pun hanya bisa menghela nafas. Sementara sang papa hanya diam saja.


****


Saat ini Kelan sedang Menuju tempat om Riko. Sesampainya di sana dia segera memasuki rumah minimalis itu.


Tok...tok...tok...


"Ohh Kelan mari masuk" ucap om Riko sambil mempersilahkan Kelan untuk masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


"Iya om" ucap Kelan, kemudian dia memasuki rumah itu dan duduk di sofa ruang tamu tersebut.


"Mau saya buatkan minum?" ucap om Riko kepada Kelan. Namun Kelan menolak nya dengan sopan.


"Gak usah om makasih" ucap Kelan dengan sopan.


"Ohh yaudah langsung aja kita mulai mari ikut ke ruangan saya" ucap om Riko, Kelan hanya mengangguk saja dan mulai mengikuti om Riko. Sesampainya di ruangan tersebut Kelan segera duduk di salah satu kursi.


"Langsung saya mulai saja ya" ucap om Riko kepada Kelan.


"Iya om langsung aja" ucap Kelan. Mulai lah om Riko menjelaskan bahasa Inggris mulai dari dasar hingga kalimat kalimat. Namun bukannya mendengar Kelan malah melamun rasanya dia memang tidak ada niat sedikit pun untuk belajar bahasa Inggris.


"Dari tadi saya perhatikan kamu tidak mendengarkan saya" ucap om Riko berhenti menjelaskan. Kelan yang mendengar nya pun langsung gelagapan tidak tau harus berkata apa.


"Saya tau kamu tidak menyukai ini, tetapi jika kamu belum siap belajar dengan saya kamu bisa undurkan ini" ucap om Riko sambil tersenyum kepada Kelan.


"Tapi aku gak mau buat papa kecewa om, aku mau mengejar impian aku menjadi pianis terkenal tetapi papa tidak mengizinkan untuk itu" ucap Kelan dengan putus asa.


"Saya ngerti, saya tidak akan paksa kamu untuk belajar dengan saya, saya akan menunggu kamu siap untuk belajar dengan saya masalah papa kamu biar saya nanti yang akan bicara dengan nya" ucap om Riko dengan lembut kepada Kelan.


"Beneran om? Kalau gitu aku bisa kejar impian aku dulu om bulan depan aku ada olimpiade piano dan ini yang aku tunggu setelah sekian lama" ucap Kelan dengan raut wajah bahagia.


"Iya, saya akan dukung kamu lagi pula semua tidak bisa di paksakan. Kejar lah impian kamu Kelan" ucap om Riko dengan tersenyum kepada Kelan.


"Iya om pasti" ucap Kelan dengan tersenyum.


"Kalau gitu kamu pulang, ini udah hampir jam 22.00  takut nya kamu ntar di begal lagi" ucap om Riko sambil terkekeh.


"Aku ini laki laki om bisa jaga diri, yaudah kalau gitu aku pulang dulu om makasih atas pengertian om Riko ke aku" ucap Kelan dengan tersenyum dan nada bicara yang sopan.


"Iya sama sama, kamu hati hati di jalan Kelan" ucap om Riko kepada Kelan.


"Pasti om" ucap Kelan. Kemudian om Riko mengantarkan Kelan ke depan pintu, setelah itu Kelan menghidupkan motor nya.


"Aku pamit om assalamualaikum" ucap Kelan dan segera saja meninggalkan rumah minimalis itu.


"Waalaikumsalam" ucap om Riko, dan langsung saja dia masuk ke dalam rumah nya.


****


Sampai sini dulu ya:)

__ADS_1


Jangan lupa dukungan and coment


__ADS_2